IARMI Bentengi Negara dari Radikalisme | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

IARMI Bentengi Negara dari Radikalisme


SERAHKAN PATAKA. Ketua DPN IARMI, Zulkifli Hasan (kiri) menyerahkan Pataka IARMI kepada Ketua IARMI NTT, Fahmi Abdulahi saat pelantikan di Kampus UMK, Selasa (27/8). (FOTO. Stanley Boymau/TIMEX)

NASIONAL

IARMI Bentengi Negara dari Radikalisme


Zulkifli: Pancasila dan NKRI Harga Mati

KUPANG, TIMEX-Selasa (27/8) bertempat di aula utama kampus Universitas Muhanmadiyah Kupang (UMK), Ketua MPR RI yang juga Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI), DR. (HC) H. Zulkifli Hasan, SE., MM melantik dan mengangkat Badan Pengurus DPP IARMI NTT periode 2018-2022.
Dalam sambutannya, Zulkifli menegaskan betapa pentingnya menjaga dan merawat nilai-nilai kebangsaan. Seluruh komponen bangsa, diantaranya IARMI dan masyarakat kampus bertanggungjawab melaksanakan tugas itu. Yakni membentengi negara dari paham-paham intoleran dan juga radikalisme.
“Kalau Republik Indonesia mau kuat maka Muhammadiyah dan NU harus diperkuat. Tolong kasitau sama pak gub dan wagub untuk merangkul kekuatan ini. Bagi NU dan Muhammadiyah, NKRI itu sudah final. Buktinya, NU lahirkan partai yang namanya PKB. Ini soal nation, bangsa. Begitu juga Muhammadiyah lahirkan partai namanya PAN,” tegas dia menambahkan organisasi-organisasi keagamaan harus diperkuat, supaya organisasi lain (radikal) jangan lebih kuat. “Tentu ini dua pilar. Pilar lainnya TNI, Polri. Kalau pilar-pilar ini diperkuat, negara aman. Ini agar kita paham sejarah.
Indonesia sebagai negara berdaulat adalah visi besar pendiri bangsa saat memerdekakan Indonesia. Selain itu agar adanya kesetaraan dan keadilan. Jadi kalau saat ini ada masyarakat NTT yang masih tertinggal itu tidak boleh. Kalau ada anak muda yang ditolak tidak boleh kuliah, itu melawan konstitusi,” tegasnya.
Selasa (27/8) siang, Zulkifli melantik H. Fahmi Abdullahi sebagai ketua DPP IARMI NTT, disaksikan ribuan undangan dari berbagai komponen. Turut hadir Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno, pejabat yang mewakili gubernur, Samuel Pakereng (staf ahli), kepala perwakilan Kementerian Pertahanan RI NTT, Kol Tonce, Asisten III Setda Kota Kupang John Pelt, Wakil Rektor III UMK, Syamsul Bahri, Danmen Mahadana, Letkol Purn Samuel Lona dan undangan dari berbagai kampus, OKP dan sekolah.
Dalam sambutannya, Fahmi menegaskan
bahwa ke depan, mereka sudah menyusun berbagai program untuk segera dieksekusi. Dia menyebut, mereka akan bermitra dengan kampus untuk terus membengengi kampus terhadap doktrin penyesatan serta upaya mengubah ideologi negara. “Karena itu kami akan bekerjasama dengan kampus dan juga Pemda agar nantinya bersama-sama kita bersihkan kampus dari pergerakan kelompok yang ingin memakai kampus untuk merubah ideologi negara, yakni Pancasila. Bagi IARMI, NKRI adalah sebuah harga mati yang wajib dipertahankan,” tegas dia.
Samuel Pakereng atas nama gubernur dan Pemprov NTT menyatakan mendukung gagasan yang ditawarkan oleh IARMI yakni membersihkan kampus dari gerakan-gerakan yang merugikan bangsa.
“Terutama dalam upaya membersihkan serta menghilangkan kampus dari paham intoleran dan radikalisme. Dalam prinsip ini, Pemprov NTT mendukung IARMI,” ungkap dia.
Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno mengapresiasi lahirnya IARMI NTT. Dia berharap, IARMI dapat bersama-sama kalangan kampus untuk menghidupkan kembali ajaran-ajaran bela negara dan upaya sterilisasi kampus terhadap gerakan yang membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hadirkan Penataran P4
Ada yang menarik dari momentum hari ini, yakni Zulkifli Hasan dalam kuliah umum tentang 4 pilar kebangsaan di kampus UMK, menegaskan reformasi ada baiknya. Yakni membawa banyak perubahan positif. Namun ada yang kurang, yakni sudah 20 tahun P4, Pancasila, GBHN, Mukadimah sudah tidak lagi diajarkan di kampus-kampus. Dia malah takut, anak-anak bangsa kedepan tidak tau sejarah perjuangan bangsa, apalagi nilai-nilai Pancasila.
“Ini yang harus terus diperjuangkan ke depan agar kembali hadir. Saya juga berpesan kepada IARMI NTT, agar menjadi model pemersatu, mengawal Pancasila. Jadilah matahari yang terus bersinar tanpa memilih-milih. Dari NTT saya himbau agar hentikan sudah sengketa-sengketa yang tidak penting. Kita dukung pak Jokowi untuk pembangunan yang sukses,” pungkasnya. (boy/aln)

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

To Top