Nyalakan 1.000 Lilin untuk Mahasiswa Korban Demonstrasi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Nyalakan 1.000 Lilin untuk Mahasiswa Korban Demonstrasi


SOLIDARITAS. Komunitas Kopi Milenial Kupang saat aksi solidaritas 1000 lilin di depan Mapolda NTT, Sabtu (28/9). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

MILENIAL

Nyalakan 1.000 Lilin untuk Mahasiswa Korban Demonstrasi


Aksi Solidaritas Komunitas Ngopi Milenial Kupang

Puluhan mahasiswa di Kota Kupang yang tergabung dalam Komunitas Ngopi Milenial Kupang menggelar aksi solidaritas 1.000 lilin.

INTHO HERISON TIHU, Kupang

AKSI solidaritas ini berlangsung di depan Mapolda NTT, Sabtu (28/9).
Aksi yang dilaksanakan sekitar pukul 17,00-20.00 wita tersebut sebagai bentuk solidaritas terhadap tiga orang mahasiswa di Kendari dan satu orang di Tanjung Priok yang diduga menjadi korban represifitas oknum polisi ketika berdemonstrasi.

Diketahui ketiga korban merupakan mahasiswa asal Universitas Halu Oleo, atas nama Randy dan Muhammad Yusuf Kardawi serta Bagus Putra Mahendra, seorang pelajar SMK Al Jihad Tanjung Priok.

Pantauan Timor Express, seribu lilin yang dinyalakan di atas trotoar jalan dan para mahasiswa tampak mengenakan pakaian warna hitam sebagai simbol kedukaan sambil membacakan puisi-puisi, melantunkan lagu-lagu yang bertema perjuangan, serta menyampaikan orasi kebangsaan.

Aksi tersebut mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian Polres Kupang Kota.

Elfridus Rivani Leirua Sebleku saat menyampaikan orasinya, menyatakan rasa turut berduka cita terhadap meninggalnya Randy, Yusuf, dan Bagus Putra Mahendra.

Rivan juga menyesalkan tindakan represif yang dilakukan oleh oknum polisi terhadap mahasiswa yang menyampaikan aspirasi saat demonstrasi menolak UU KPK dan RUU KHUP di berbagai kota di Indonesia.

Aktivis GMNI Kupang itu berharap Kapolri Tito Karnavian segera mengambil langkah tegas dengan melakukan investigasi untuk mengetahui siapa oknum polisi yang tidak bertanggung jawab tersebut agar dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.

Namun demikian, Elfridus menambahkan, meninggalnya ketiga rekan itu tidak akan menyurutkan semangat untuk terus berjuang membela kebenaran dan menegakkan keadilan.

“Kami akan terus mengawal dan meneruskan perjuangan untuk menuntut keadilan,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan Zainudin Umar, Koordinator Umum Ngopi Milenial Kupang, bahwa aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk rasa belasungkawa atas meninggalnya rekan seperjuangan mereka di Kendari dan Tanjung Priok.

“Kami mengecam tindakan represif yang dilakukan oleh oknum polisi terhadap mahasiswa yang melakukan demonstrasi hingga menyebabkan kematian, luka ringan dan luka berat,” ungkap Zainudin.

Sebelumnya, Komunitas Ngopi Milenial Kupang juga terlibat dalam Aliansi Mahasiswa Kupang menggelar demonstrasi di Kantor DPRD NTT menolak UU KPK, RUU KUHP, mengecam tindakan represif oknum polisi, dan menyerukan semangat persatuan anak bangsa agar tidak melakukan tindakan rasisme dan diskriminasi terhadap sesama anak bangsa.

Usai membacakan puisi-puisi perjuangan dan testimoni kebangsaan, mereka lakukan doa bersama serta mengucapkan Sumpah Mahasiswa Indonesia. Setelah itu, mereka membubarkan diri secara tertib. (*/joo)

Tulisan ini telah terbit di Harian Timor Express, edisi Kamis, 3 Oktober 2019.

 

Komentar

Berita lainnya MILENIAL

To Top