Belasan Ikan Paus Terdampar di Sabu Barat | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Belasan Ikan Paus Terdampar di Sabu Barat


TERDAMPAR. Belasan ikan paus yang terdampar di Koloudju, Desa Menia, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Kamis (10/10). (FOTO: Istimewa)

PERISTIWA/CRIME

Belasan Ikan Paus Terdampar di Sabu Barat


Oktober 2012 Terdampar 44 Ekor, Tahun Lalu Terdampar 1 Ekor

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Warga Kabupaten Sabu Raijua dikejutkan dengan terdamparnya 17 ekor ikan paus pada Kamis (10/10) siang. Biota laut jenis mamalia ini terdampar di pantai Koloudju, Desa Menia, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua.

Hingga berita ini diterbitkan, dari jumlah 17 ekor ikan paus itu, tujuh ekor ikan sudah mati, sementara 10 ekor lainnya sedang diupayakan untuk dikembalikan ke perairan/laut dalam.

“Iya benar informasi itu. Masyarakat banyak yang menuju ke pantai untuk melihat ikan-ikan yang terdampar itu. Masyarakat juga lagi berupaya untuk mengembalikan ikan yang masih hidup ke laut dalam,” ungkap Jakobus Mone Ke, salah seorang warga Sabu Raijua yang dikonfirmasi media ini, Kamis (10/10) petang.

Warga Sabu Raijua berusaha membantu ikan paus yang terdampar untuk bisa disret lagi ke laut dalam, Kamis (10/10) petang. (FOTO: Istimewa)

Menurut sosok yang akrab disapa Jack Mone Ke itu, ikan-ikan tersebut terseret ke pantai dalam kondisi luka-luka akibat terbentur karang. Meski demikian, warga tetap berupaya untuk menggiring kembali ikan paus yang masih itu ke laut dalam. “Warga lagi berupaya memasukan kembali ke laut, hanya agak kesulitan karena air laut lagi surut,” ungkap Jack Mone Ke.

Peristiwa terdamparnya ikan paus di Kabupaten Sabu Raijua ini bukan baru pertama kali terjadi. Tujuh tahun lalu, tepatnya 1 Oktober 2012 silam, sebanyak 44 ekor ikan paus jenis Pilot Whale terdampar di pantai Heingahu, kampung Kohabe, Desa Deme, Kecamatan Liae. 44 ekor ikan paus ini ditemukan nelayan Sabu Raijua saat hendak melaut kala itu.
Dari jumlah itu, sebanyak 41 ekor ikan paus tak selamat, dan hanya tiga ekor yang dalam keadaan bernapas.

Selanjutnya sebagaimana dilansir www.mongabay.co.id, pada Rabu, 4 Juli 2018 lalu, nelayan setempat menemukan seekor paus Sperma atau Paus Kepala Kotak (Physeter macrocephalus) di pantai Kepo, Desa Halapaji, Kecamatan Sabu Liae. Saat ditemukan, paus sepanjang lebih kurang 9,8 meter itu dalam keadaan mati dan sudah mulai membusuk.

Saat ditemukan, pada bagian atas badannya sampai ke bagian ekor terdapat luka dan sudah mengeluarkan bau sehingga setelah ditarik ke bibir pantai, bangkai mamalia laut ini langsung dikuburkan. (aln)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top