Lima Pegawai Pemkab Matim Tersangka Judi, Begini Kata Sekda | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Lima Pegawai Pemkab Matim Tersangka Judi, Begini Kata Sekda


PETARUNG. Lima pegawai lingkup Pemkab Matim yang telah disangkakan bermain judi kartu. (FOTO: Istimewa)

PERISTIWA/CRIME

Lima Pegawai Pemkab Matim Tersangka Judi, Begini Kata Sekda


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Lima orang pegawai yang berdinas di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Timur (Matim) telah ditetapakan sebagai tersangka oleh Kepolisian Sektor (Polsek) Borong. Kelima pegawai, dimana tiga orang berstatus aparatur sipil negara (ASN) dan dua lainnya sebagai Tenaga Harian Lepas (THL) ditetapkan sebagai tersangka karena tertangkap tangan tengah bermain judi kartu pada Selasa (1/10) lalu. Kelima tersangka ini ditangkap saat sedang bermain judi kartu, Selasa (1/10/) sore lalu di salah satu rumah warga di Lehong, desa Gurung Liwut, Kecamatan Borong.

Penetapan tersangka terhadap lima pegawai itu setelah polisi melakukan pemeriksaan dan gelar perkara. Meski kelima orang ini menjadi tersangka, namun mereka tak ditahan.

“Setelah pemeriksaan dan gelar perkara, Kelima pegawai Pemda Matim dalam kasus judi kartu itu, ditetapkan sebagai tersangka. Mereka belum ditahan. Tapi wajib lapor,” jelas Kapolsek Borong, AKP Ongkowijon Tri Atmodjo, kepada media ini, Rabu (9/10).

AKP Ongkowijon mengatakan, dengan penetapan tersangka ini, proses penanganan kasus itu tetap berjalan sesuai ketentuan. Setelah lengkap, berkas perkara kelima tersangka akan dilimpahkan ke pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggarai.

Polsek Borong, kata AKP Ongkowijon, sudah menyampaikan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) atas kasus tersebut. Proses SPDP itu juga telah dikirimkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Manggarai. Sementara permohonan izin penetapan sita, nantinya akan dikirim ke Pengadilan Negeri (PN) Ruteng, di Manggarai.

“Sesuai mekanismenya, apabila ada barang bukti, maka akan dilakukan penyitaan untuk mendukung pembuktian dalam proses penyidikan. Juga akan ada minta surat izin penyitaan dari PN,” katanya.

AKP Ongkowijon berharap agar semua pihak menghargai proses hukum yang sedang berjalan di Polsek Borong. Dia juga meminta semua pihak, agar menjauhkan diri dari kasus perjudian. Termasuk kasus kriminal lainya.

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Matim, Boni Hasudungan, melalui Kabag Hukum Setda Matim, Thobias Suman, kepada media ini, Kamis (10/10) siang, mengatakan pihaknya belum berkoordinasi dengan Polsek Borong. Namun yang pasti, jika kelima pegawai itu sudah ditetapkan sebagai tersangka, maka mereka akan diberhentikan sementara dari pegawai ASN dan THL.

“Tentu kalau sudah dapat kepastian status tersangka, maka Pemda akan ambil langkah sesuai hukum disiplin. Untuk ASN sesuai ketentuan yang berlaku, Bupati akan mengeluarkan SK pemberhentian sementara bagi Tiga ASN. Sementara THL akan diberhentikan oleh pimpinan instansi tempat kerjanya. Bisa saja THL ini berhenti total,” kata Thobias.

Sebagaimana diberitakan media ini sebelumnya, tiga ASN dan dua THL, ditangkap aparat Polsek Borong karena bermain judi kartu, Selasa (1/10) sore lalu. Mereka ditangkap di rumah milik Ferdinandus Sensi (31), di Lehong, Desa Gurung Liwut. Penangkapan tersangka, sesuai laporan Ferdinandus Sensi, 31.

Tersangka masing-masing, Malkus Marluhan Putuh, 32, sebagai ASN di Dinas Perikanan, Yohanes Vianney, 30, ASN di Bagian umum Setda Matim, dan Florentinus Ronaldy Ndarung, 41, ASN di Bagian Umum Setda Matim.

Sedangkan dua THL, masing-masing Petrus Salestinus Boni, 33, bekerja di Bagian Umum Setda Matim, dan Serta Emilianus Maru, 32, THL Dinas Pariwisata. Dalam peristiwa ini, Maria Suryanti Indang, istri dari pelapor, dijadikan saksi oleh Polisi. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top