Penjual Bubur Ayam Wajib Lapor, 14 Pasien Tinggalkan RSUD SoE | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Penjual Bubur Ayam Wajib Lapor, 14 Pasien Tinggalkan RSUD SoE


IPTU Jamari, Kasat Reskrim Polres TTS. (FOTO: Yopi Tapenu/Timex)

PERISTIWA/CRIME

Penjual Bubur Ayam Wajib Lapor, 14 Pasien Tinggalkan RSUD SoE


SOE, TIMEXKUPANG.com-Jajaran Kepolisian Resor (POlres) Timor Tengah Selatan (TTS) bergerak cepat menyikapi kasus dugaan keracunan 14 warga Kota SoE setelah mengonsumsi bubur ayam dengan mengamankan si penjual, Supranoto.

“Sebelum mengamankan sang penjual, polisi lebih dulu melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di tempat tinggal atau kos yang dihuni si penjual, Supranoto,” ungkap Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Jamari saat ditemui Timor Express di ruang kerjanya, Senin (14/10).

Menurut Jamari, setelah tiba di Mapolres TTS, aparat langsung mengambil keterangan terkait dengan proses pembuatan hingga menjual bubur terhadap Supranoto. Setelah mengambil keterangan, aparat melepas si penjual bubur itu namun mewajibkan agar Supranoto wajib lapor ke kepolisian.

Jamari mengatakan, penjual bubur ayam tersebut statusnya masih sebagai saksi, dan sudah dipulangkan ke rumah, meski sempat ditahan 1×24 jam.
Jamari menyebutkan, Supranoto masih dikenai wajib lapor karena pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan sempel makanan yang telah disita untuk dilakukan pengujian di Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kupang.

“Kita masih uji laboratorium di BPOM Kupang untuk cari tahu kandungan yang menyebabkan para konsumen yang mengonsumsi bubur ayam itu sampai mual dan muntah-muntah,” kata Jamari. “Dari hasil introgasi kami, bubur ayam yang disajikan pada saat itu sekitat 80an mangkok. Tapi yang merasa mual, muntah, mencret dan sakit kepala 14 orang. Sedangkan yang lainnya tidak merasakan gejala apa-apa,” tambah Jemari.

Masih menurut Jemari, hasil introgasi pihaknya juga diketahui bahwa Supranoto mulai menjajakan buburnya dengan sepeda motor mulai pukul 06.00 Wita hingga pukul 10.00 Wita. Beberapa konsumen yang mengaku memakan bubur itu mulai mengeluh rasa mual diikuti muntah dan mencret sekira pukul 11.00 Wita.

Pada pukul pukul 11.30 Wita, terdata ada 14 orang yang dilarikan ke IGD RSUD SoE. Pada pukul 19.30 Wita malam tadi, Iptu Jamari bersama anggota piket Reskrim Polres TTS mendampingi tim Dinas Kesehatan TTS dipimpin Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Stefanus Tupen bersama dokter Puskesmas Kota SoE, dr. Heny melakukan penyisiran. Mereka mencari adanya kemungkinan korban keracunan akibat mengkonsumsi bubur ayam yang belum terdeteksi atau tidak mengunjungi fasilitas kesehatan untuk mendapat perawatan medis.

“Mereka yang makan bubur ayam itu, tapi tidak merasakan gejala keracunan langsung diberikan obat oleh tim kesehatan,” kata Jamari.

Terkait apakah sudah diambil keterangan terhadap para korban, menurut Jamari, pihaknya belum mengambil keterangan karena masih menunggu hingga mereka pulih benar.

Direktur RSUD SoE, dr. Ria Tahun, saat ditemui media ini, Senin (14/10), mengatakan, ke-14 pasien yang mengalami mual dan muntah-muntah itu sudah pulih dan telah kembali ke rumah mereka masing-masing. “Semuannya sudah dipulangkan, karena kondisi mereka sudah pulih,” ungkap Ria.

Ria mengingatkan warga masyarakat TTS untuk selalu waspada jika ingin membeli jajanan di luar rumah supaya memastikan secara baik higienitas makanan yang akan dibeli, tidak asal membeli saja.

Sebagaimana diberitakan, Minggu (13/10), belasan orang warga Kota SoE dilarikan ke IGD RSUD SoE karena mengalami mual diikuti muntah berak (MUntaber) setelah mengonsumsi bubur ayam yang dijajakan salah seorang penjual bubur keliling. Mereka yang menjadi korban dan dilarikan ke RSUD SoE, yakni Zahira Najwa, 7, Aerilyn Belvania, 4, Angelita Longa, 15, Donita Tanesib, 27, Rifka Teodorus, 25, Sofiati Paoh, 60, Samuel Longa, 9, Muh Yusuf, 4, Dina Sofian, 26, Aprilio Taek, 3, Amanda Fadilah, 12, Fety Anin, 22, Rifky Thiodoris, dan Dimas Aditya, 14. (yop)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top