Sempat Kabur, Aparat Amankan Tukang Ojek yang Hamili Pelajar | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Sempat Kabur, Aparat Amankan Tukang Ojek yang Hamili Pelajar


IPTU Jamari, Kasat Reskrim Polres TTS. (FOTO: Yopi Tapenu/Timex)

PERISTIWA/CRIME

Sempat Kabur, Aparat Amankan Tukang Ojek yang Hamili Pelajar


SOE, TIMEXKUPANG.com-Perbuatan tak terpuji dilakukan Yaret Boimai, 21. Pemuda yang sehari-harinya berprofesi sebagai tukang ojek tega menghamili anak gadis yang masih di bawah umur dan berstatus pelajar salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah Kecamatan Amanuban Tengah, Kabupaten TTS.

Hal ini terungkap ketika orang tua korban yang masih berusia 16 tahun tersebut mengadukan kondisi anaknya yang tengah berbadan dua ke aparat Polres TTS.

Mendapat laporan ini, aparat Polres TTS langsung bergerak mencari pelaku.

Kasat Reskrim Polres TTS, IPTU Jamari kepada wartawan saat ditemui di Mapolres TTS, Senin (14/10), mengatakan, pelaku Yaret berhasil diamankan aparat pada Minggu (13/10) saat berada di rumahnya di Oenino, Amanuban Tengah.

Jamari menjelaskan, awalnya pelaku sempat kabur ke Kabupaten Belu ketika mengetahui dirinya dilapirkan ke pihak berwajib dengan aduan pencabulan anak di bawah umur hingga hamil.

Jamari mengatakan, pelarian Yaret berakhir ketika diketahui berada di Desa Oenino. Saat mengetahui keberadaan pelaku, Kapospol Oenino, Aipda Mustakim Umar Tong dan tim mendatangi rumah pelaku di Desa Oenino dan menangkap pelaku, selanjutnya di jemput oleh anggota Buser Brigpol Ketut Dana Putra dan Brigpol Fabianus Ando Mere untuk dibawa ke Polres TTS dan langsung dijebloskan ke tahanan.

“Waktu dapat informasi kalau pelaku datang ke Oenino, saya langsung perintahkan Kapospol untuk tangkap,” tegas Jamari

Jamari mengatakan, setelah diambil keterangan terhadap pelaku, pihaknya langsung menetapkan status tersangka kepada Yaret Boimau dengan sangkaan percabulan anak dibawah umur.

Dari keterangan yang diperoleh aparat saat pelaku diperiksa, diketahui bahwa tersangka telah melakukan perpersetubuhan bersama korban yang saat ini masih duduk di kelas XI salah satu SMK di wilayah Kecamatan Amanuban Tengah. Tersangka melancarkan aksi bejatnya dengan modus memacari korban, kemudian mengajak korban untuk berhubungan badan selayaknya suami istri.

Dikatakan, awalnya pelaku memperdayai korban pada 24 Agustus 2018 di sebuah kos-kosan di belakang salah satu SMA Negeri di Kelurahan Niki-niki. Pebuatan tidak terpuji itu, kemudian dilanjutkan hingga kurang lebih tiga kali.

“Akibat dari perbuatan tersangka terhadap korban, maka korban belakangan diketahui hamil. Melihat hal tersebut selanjutnya orang tua korban melaporkan kejadian tersebut ke Polisi pada 2 Agustus 2019,” jelas Jamari.

Menurut Jamari, atas perbuatan pelaku, ia ditetapkan sebagai tersangka dan diancam dengan Pasal 81 ayat (2) UU No. 17 Tahun 2016, tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar. (yop)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top