Hadiri Pesta, Ratusan Orang Keracunan Termasuk Pengantin | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Hadiri Pesta, Ratusan Orang Keracunan Termasuk Pengantin


KERACUNAN. Salah satu korban keracunan saat digotong masuk ke IGD Puskesmas Panite, Selasa (15/10). (FOTO: YOPI TAPENU/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Hadiri Pesta, Ratusan Orang Keracunan Termasuk Pengantin


SOE, TIMEXKUPANG.com-Keracunan kembali menimpa warga Timor Tengah Selatan (TTS). Jika Minggu (13/10), sebanyak 14 warga Kota SoE mengalami keracunan setelah mengonsumsi bubur ayam, kali ini kejadian serupa terjadi di Desa Sei, Kecamatan Kolbano.

Ratusan warga didua desa, yakni Desa Se’i, Kecamatan Kolbano dan Desa Bena, Kecamatan Amanuban Selatan, terpaksa dilarikan ke fasilitas kesehatan lantaran diduga mengalami keracunan makanan yang dikonsumsi saat acara pesta pernikaan di rumah Frans Boimau, Minggu (13/10).

Yumina Asbanu, 19, salah satu korban keracunan saat ditemui wartawan di Puskesmas Panite, Selasa (15/10) menuturkan, saat berada di pesta itu ia makan nasi, soup babi, sayur daun pepaya, mie, krupuk, dan sambal goreng.

Usai pesta ia kembali ke rumahnya di Desa Bena dan Senin (14/10) pagi ia mulai merasa pusing hingga sakit kepala, sakit perut kemudian mual dan munta-muntah. Begitupun adik sepupunya Seprianto Nesimnasi, 10, bersama ibunya Taroci Sone juga merasakan gejala serupa sehingga Selasa (14/10) malam mereka dilarikan ke Puskesmas Panite untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Kami sudah setengah mati, sehingga kami dibawa ke puskesmas ini (Panite, Red) untuk berobat dan sekarang sudah mendingan,” ujar Yumina.

Keracunan itu, rupanya tidak hanya dialami oleh para tamu undangan, namun pemilik pesta Frans Boimau juga mengalami hal serupa. Bahkan pasangan pengantin, yakni Yetni Boimau, 27, dan suaminya Tomas Masu, 34, juga merasakan hal yang sama sehingga Selasa (15/10) merekapun dibawa ke Puskesmas Panite untuk dirawat. “Kami dua rasa sakit kepala dan mencret,” ujar Yetni diamini suaminya.

Kepala Puskesmas Panite, Armawati Natonis-Ton mengatakan, hingga Selasa (15/10) siang pihaknya telah merawat pasien keracunan yang menghadiri pesta tersebut sebanyak 30 orang. Pasien dugaan keracunan itu, sebagian mendatangi sendiri Puskesmas Panite sejak Senin (14/10) malam dan pagi. Sebagian lagi, Armawati bersama Camat Amanuban Selatan, Jhon Asbanu menjemput di rumah masing-masing untuk dilakukan penanganan medis berupa pemberian obat anti muntah dan juga pemberian cairan infus untuk menjaga kestabilan stamina tubuh para korban.

“Saat kami dengar kalau ada masyarakat yang diduga keracunan makanan di pesta, kami langsung bergerak menyisir masyarakat yang ikut pesta, tapi belum datang di puskesmas untuk berobat,” terang Armawati.

Camat Amanuban Selatan, Jhon Asbanu mengatakan saat mendapat informasi keracunan massal itu, ia langsung berkoordinasi dengan Kapospol, Danramil dan Puskesmas Panite kemudian langsung mendatangi rumah masyarakat yang saat itu menghadiri acara pesta. Maka dari itu, seluruh masyarakat Desa Bena yang berhasil diidentifikasi mengalami keracunan sebanyak 30 orang. Pihaknya akan terus melakukan pemantauan agar masyarakat yang diduga juga mengalami keracunan makanan, namun belum mendapatkan perawaran medis untuk dijemput ke rumah agar dapat memperoleh perawatan.

“Kami terus pantau, kalau ada yang belum dapat perawatan medis, akan kami jemput untuk bisa dirawat oleh tim medis di puskesmas,” tutur Jhon.

Sementara Camat Kolbano, Epy Lake ketika dikonfirmasi menuturkan warganya yang diduga mengalami keracunan makanan di tempat pesta itu kurang lebih 80 orang. Semuanya telah mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Se’i dan sebagian besar telah dipukangkan ke rumah masing-masing.

Saat ini tersisa lima orang yang masih dirawat di puskesmas Se’i, empat diantaranya orang dewasa dan satu orang anak berusia, 9 tahun. Masyarakat yang dipulangkan, pihaknya mengerahkan aparat desa untuk tetap memantau kondisi masyarakat dan jika terdapat masyarakat yang kondisinya kembali memburuk, maka akan dibawa kembali ke puskesmas untuk kembali mendapatkan perawatan.

“Jadi masyarakat sudah kembali, tapi saya perintahkan aparatur desa Se’i untuk pantau kondisi masyarakat,” kata Epy.

Kepala Dinas Kesehatan TTS, dr. Irene Atte mengatakan pihaknya telah mengerahkan tenaga medis baik itu perawat dan dokter dari puskesmas tetangga untuk membantu di Peskesmas Panite dan Se’i.

Selain itu, kata dr. Irene, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak BPBD untuk memberikan bantuan seperti tempat tidur dan bantuan lainnya.

“Tim reaksi cepat juga sudah turun ke lapangan untuk membantu penanganan medis dan juga mengamankan simple makanan untuk diuji, supaya tahu penyebab keracunan,” tandas Irene. (yop)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top