Pelajar SMP Bunuh Diri, Ada Wasiat dengan Sejumlah Permintaan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pelajar SMP Bunuh Diri, Ada Wasiat dengan Sejumlah Permintaan


TKP. Aparat Polsek Oebobo nampak memeriksa buku yang diduga berisi tulisan tangan Yohanes Sinaga sebelum bunuh diri. Di dalam rumah ini ditemukan jenazah Yohanes dalam posisi tergantung, Senin (14/10). (FOTO: Intho Herison Tihu/Timex)

PERISTIWA/CRIME

Pelajar SMP Bunuh Diri, Ada Wasiat dengan Sejumlah Permintaan


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Seorang pelajar SMP bernama Yohanes Stefenson Sinaga, 14, memilih mengakhiri hidupnya dengan cara yang tragis. Senin (14/10), warga Kelurahan Oebufu, tepatnya di Jl. Hibrida II, RT 03/RW 01 dihebohkan dengan penemuan sesosok jenazah dalam posisi tergantung dalam sebuah rumah kosong milik orang tua korban.

Rupanya di rumah ini, pada 2012 lalu, ibunda dari Yohanes ditemukan tak bernyawa dalam lubang galian WC yang dikubur sendiri oleh sang ayah, Antonius Sinaga yang tega membunuh istrinya sendiri kala itu.

Dalam surat yang sudah diamankan aparat itu, diduga Yohanes menulisnya sendiri sebelum mengakhiri hidupnya. Dalam surat tersebut juga diketahui Yohanes ternyata memiliki dendam dengan sang ayah yang sudah menghabisi ibunda mereka, dan ia bertekad untuk membalas hanya sang ayah sedang dalam masa penahanan di lembaga pemasyarakatan.

Dalam surat tersebut, Yohanes juga menyampaikan permohonan maaf kepada paman dan bibinya (Bapa Besar dan Mama Besar), yakni keluarga Nahor L. Takaeb yang selama ini mengasuh serta menafkahi Yohanes dan saudara kandungnya sepeninggal sang ibu. Yohanes memohon maaf karena pergi tidak pamit, sering tidak mengindahkan permintaan bantuan paman dan bibinya.

Dalam surat yang tersimpan di meja yang menjadi tumpuannya untuk bunuh diri, terdapat permintaan Yohanis, agar siapa yang menemukan surat wasiat itu tolong diteruskan kepada keluarga Nahor Takaeb, dan ia meminta agar keluarga tidak perlu repot-repot membeli peti mayat untuk memakamkan jasadnya. Yohanes meminta agar mayatnya langsung dimakamkan tanpa peti, dan tidak perlu membuat acara yang merepotkan keluarga.

Korban pertama kali diketahui oleh saksi Kristofel Key, 57, warga RT 04/RW 01, Kelurahan Oebufu yang saat itu sedang menggembalakan kambing di sekitar lokasi kejadian, Senin (14/10).

Kristofel mengaku rumah tersebut tanpa penghuni sejak ibu dari Yohanes dibunuh oleh ayah Yohanes, Antonius Sinaga. Sehingga rumah yang terletak di tebing kali itu digunakan untuk memelihara ternak kambing.
Ia baru mengetahui bahwa ada orang yang gantung diri setelah mencium aroma tidak sedap. “Saya datang ada aroma tidak sedap, saya liat dari celah dinding ternyata ada orang yang gantung diri,” ujarnya.

Setelah mengetahui hal itu, ia langsung melapor ke Bhabinkamtibmas Kelurahan TDM yang tinggal sekitar lokasi kejadian. Ia juga memberitahukan warga sekitarnya.

Kapolsek Oebobo, Kompol I Ketut Saba membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan setelah menerima laporan, pihaknya langsung melakukan olah TKP lalu mengevakuasi korban. “Sekitar pukul 10.45 jenazah korban dievakuasi ke RSB Titus Uly Kupang. Sebelumnya dilakukan olah TKP oleh Unit Identifikasi Polres Kupang Kota,” ujarnya.

Dijelaskan, rumah milik Antonius Sinaga tersebut selama ini dalam keadaan kosong karena Anton Sinaga sementara ditahan di lapas karena kasus pembunuhan. Menurut Ketut Saba, diduga korban melakukan bunuh diri karena tidak dapat membalas dendamnya terhadap Antonius Sinaga. Korban diduga bunuh diri pada 12 Oktober 2019.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di TKP, korban yang adalah anak yatim tinggal bersama pamannya Nahor L. Takaeb yang beralamat di RT 12/RW03 Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo Kota Kupang. (mg29/sam)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top