Perampingan Eselon Tak Pengaruhi Jumlah Pegawai atau Turun Pangkat | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Perampingan Eselon Tak Pengaruhi Jumlah Pegawai atau Turun Pangkat


KETERANGAN PERS. Mensesneg, Pratikno, menjelaskan terkait perampingan eselon Asna di Istana Bogor, Kamis (7/11). (FOTO: Biro Pers Setpres)

NASIONAL

Perampingan Eselon Tak Pengaruhi Jumlah Pegawai atau Turun Pangkat


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Perampingan eselon sebagaimana yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidato awal masa jabatan usai dilantik di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10) lalu, merupakan bagian penting dari upaya pemerintah untuk melaksanakan reformasi birokrasi.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Pratikno, di Istana Bogor, Kamis (7/11) dalam keterangan Biro Pers dan Media Sekretariat Presiden (Setpres) menegaskan, perampingan eselon tersebut dimaksudkan untuk mengurangi rentang pengambilan keputusan sehingga pemerintah dapat bergerak dengan cepat.

“Sebetulnya ini bagian penting dari sebuah program strategis Presiden, yakni deregulasi dan debirokratisasi. Ini berkaitan dengan rentang pengambilan keputusan. Jadi bagaimana rentang pengambilan keputusan itu diperpendek,” ujarnya.

Selama ini, tingkatan eselon yang cukup banyak sering kali menjadikan instruksi pimpinan harus terlebih dahulu melewati rantai birokrasi yang panjang. Optimalisasi terhadap hal tersebut merupakan tujuan utama dari ide perampingan eselon itu.

BACA JUGA: ASN Jangan Risau, Penghapusan Eselon III dan IV Tak Pengaruhi Take Home Pay

Mensesneg juga menandaskan, perampingan eselon tidak perlu menjadi kekhawatiran berlebih bagi para aparatur negara. Sebab, ide tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan pengurangan pegawai, penurunan pangkat, berkurangnya ruang kenaikan pangkat, apalagi sampai kepada berkurangnya penghasilan.

“Idenya sama sekali tidak ada hubungannya dengan pengurangan pegawai, penurunan pangkat, ruang kenaikan pangkat jadi berkurang, apalagi pengurangan penghasilan. Sama sekali tidak berkaitan dengan itu,” jelasnya.

Sebaliknya, perampingan eselon justru membuka peluang seluas-luasnya bagi para ASN untuk menempati jabatan fungsional. Dengan jabatan fungsional, para ASN dimungkinkan untuk terus bekerja berdasarkan kompetensi dan keahliannya sehingga dapat bekerja dengan lebih optimal sesuai kemampuan dan latar belakang yang dimiliki.

“Seorang ahli akuntan yang mendapat promosi ya tidak perlu dia harus berpindah ke jabatan struktural yang tidak ada kaitan dengan kompetensinya. Fotografer profesional kalau promosi tidak harus menjadi pejabat struktural, melainkan menjadi pejabat fungsional sesuai keahlian,” ungkap Pratikno.

“Kasihan kan orang punya keahlian A demi promosi ke jabatan struktural kemudian dia harus keluar dari kompetensinya. Dia sendiri stres, organisasi juga rugi. Tapi seorang ASN akan tetap berkarier naik ke atas melalui jabatan fungsional sesuai keahliannya,” pungkas Pratikno. (*/aln)

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

To Top