161 Turis Prancis Kunjungi Sikka, Lihat Proses Pembuatan Tenun Watublapi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

161 Turis Prancis Kunjungi Sikka, Lihat Proses Pembuatan Tenun Watublapi


KAPAL PESIAR. Kapal La Laperose berbendera Prancis yang membawa ratusan turis manca negara saat bersandar di Pelabuhan Lorens Say, Maumere, Selasa (3/12) pagi. (FOTO: Karel Pandu/Timex)

KABAR FLOBAMORATA

161 Turis Prancis Kunjungi Sikka, Lihat Proses Pembuatan Tenun Watublapi


MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Sebanyak 161 turis mancanegara mengunjungi Watublapi, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, Selasa (3/12). Para turis ini datang memggunakan kapal pesiar mewah, La Laperose berbendera Prancis, dan sandar di Pelabuhan Lorens Say, Maumere sekira pukul 06.00 Wita.

Ratusan wisman ini menuju Watublapi untuk mengikuti tour yang melibatkan agent travel Rinjamo Tour milik Romana Riona.

“Para turis ini ke Watublapi untuk melihat proses pembuatan tenun ikat dan tarian adat Watublapi. Usai menyaksikan budaya adat itu Waisman ini langsung kembali ke kapal dan melanjutkan perjalanannya,” jelas Arkadius, salah satu warga Watublapi, Selasa (3/12).

Sejumlah penari Watublapi pose dengan latar kapal La Laperose usai menyambut para tamu asing. (FOTO: Karel Pandu/Timex)

Arkadius menjelaskan, kunjungan wisman ini cukup membanggakan warga Watublapi. Disamping itu pariwisata Sikka bisa dikenal di luar negeri. “Kami bangga bisa dikunjungi wisatawan ke sini. Masyarakat puas karena begitu banyak wisman yang datang,” katanya.

Informasi yang diperoleh media ini, jumlah wisatawan asal Prancis sebanyak 109 orang dan 51 lainnya berasal dari negara lain. Kapal pesiar berkapasitas 1000 orang ini melanjutkan perjalanan pada pukul 12.00 Wita menuju destinasi di Kabupaten Alor.

Dari 161 wisman yang turun dari kapal itu, sebanyak 51 orang mengunjungi sanggar Dokar Tawa Tana. Sebagaimana disaksikan media ini, begitu turun dari kapal La Laperose, para wisman Watublapi disambut dengan tarian adat watuplapi. (Kr5)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top