Jaringan Pipa Bonleu Dibor Liar, Sebulan Pelanggan PDAM Tak Dapat Air | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Jaringan Pipa Bonleu Dibor Liar, Sebulan Pelanggan PDAM Tak Dapat Air


Direktur PDAM SoE, Lily Hayer. (FOTO: Yopi Tapenu/Timex)

KABAR FLOBAMORATA

Jaringan Pipa Bonleu Dibor Liar, Sebulan Pelanggan PDAM Tak Dapat Air


SOE, TIMEXKUPANG.com-Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) SoE, mendapati jaringan perpipaan yang mengalirkan air dari sumber air Bonleu di wilayah Mutis ke Kota SoE dibor secara liar oleh setempat. Akibatnya, sebulan terakhir, pelanggan PDAM di Kota SoE tidak mendapatkan pelayanan air bersih. Kondisi itu mendapat protes warga RT 10/RW 04, Desa Kesetnana, dimana meski sebulan lebih tidak mendapatkan air bersih, namun biaya penggunaan air tetap ditarik PDAM SoE.

“Saya tidak tahu mereka (PDAM SoE, Red) tentukan besaran tarif dari mana, karena air sudah tidak mengalir satu bulan lebih, tapi tetap ditagih pembayarannya,” ujar Peter Liu, salah satu warga Desa Kesetnana itu.

Yang membuat Peter heran karena rumahnya berada persis di belakang kantor PDAM SoE, namun dia dan sejumlah tetangganya tidak mendapatkan pelayanan air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan air, Peter dan juga tetangganya terpaksa membeli air dari mobil penjual air keliling.

“Sudah sebulan lebih air tidak jalan. Jadi kami sudah keluarkan uang cukup banyak untuk beli air. Sudah begitu, PDAM tagih lagi biaya meskipun air tidak mengalir,” kata Peter dengan kecewa.

Peter Liu, Pelanggan PDAM SoE. (FOTO: Istimewa)

Direktur PDAM SoE, Lily Hayer ketika dikonfirmasi mengatakan kondisi itu terjadi lantaran jaringan air bersih dari sumber air Bonleu, yang selama ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi lebih kurang 6.000-an warga Kota SoE dan sekitarnya dibor secara liar oleh masyarakat mulai dari Desa Silu hingga ke Ajaobaki di Kecamatan Mollo Utara.

Akibatnya, lanjut Lily, debit air yang tiba di Kota SoE sangat kecil, sehingga tidak mampu melayani seluruh pelanggan PDAM SoE. Tindakan pengeboran secara liar itu, telah dikoordinasikan dengan Bupati TTS, Egusem Pieter Tahun guna meminta bantuan pendampingan dari pihak Pol PP dan juga TNI agar pihaknya dapat mengelas kembali titik-titik yang dibor. “Jumlah titik yang dibor ada seratusan lebih. Jadi kami sekarang, masih beupaya untuk las kembali dan dalam minggu ini juga air susah akan kembali normal,” janji Lily.

Lily mengatakan, sebelumnya pihak sudah ada rencana untuk melayani pelanggan dengan cara mendistribusikan air menggunakan mobil tangki yang dimiliki PDAM SoE. Namun rencana itu tak jadi direalisasikan karena sumber-sumber air di wilayah Kota SoE yang bisa diandalkan mengalami penurunan debit pada puncak musim kemarau. “Rumah saya juga di belakang kantor PDAM dan saya juga tidak dapat air. Jadi saya juga beli air tangki. Jadi kami sampaikan permohonan maaf kami kepada pelanggan kami, karena memang kondisi ini bukan karena disengajakan,” ungkap Lily.

Lily juga mengungkapkan, titik-titik pengeboran liar oleh masyarakat pada jaringan pipa jalur Bonleu ke Kota SoE itu sedang dalam upaya penutupan dengan mengelas lubang-lubang yang dibor oleh petugas PDAM SoE. Meski menutup lubang-lubang di pipa yang dibor liar itu, Lily mengaku bahwa pihaknya juga memikirkan pelayanan air bersih bagi warga di Silu hingga Ajaobaki dengan menyediakan tiga tugu kran.

Masyarakat di sana mengaku terpaksa mengebor jaringan pipa air Bonleu, karena pipa air itu melintasi pekarangan rumah mereka, namun saat musim kemarau, mereka harus pergi mencari air hingga satu kilometer.

Untuk itu, kata Liliy, PDAM SoE bersedia membuka tugu kran yang dilengkapi meteran dan akan digunakan secara kolektif oleh masyarakat. Karena, penggunaannya secara kolektif, maka pembiayaannya juga akan ditanggung secara kolektif baik itu biaya meteran maupun biaya beban perbulannya.

“Dengan dibukannya tiga tugu kran itu, kita berharap masyarakat tidak lagi mengebor jaringan pipa air yang ada sehingga tidak mengganggu pelayanan air bersih di Kota SoE dan sekitarnya,” harap Lily. (yop)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top