Lima Jenis Bencana Berpotensi Terjadi di TTS, Forkopimda Apel Siaga | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Lima Jenis Bencana Berpotensi Terjadi di TTS, Forkopimda Apel Siaga


SIAGA BENCANA. Bupati TTS, Egusem Pieter Tahun dan Forkopimda menyimak salah satu personel Polres TTS mengoperasikan peralatan siaga bencana usai apel kesiapan penanganan bencana di Mapolres TTS, Sabtu (11/1). (FOTO: YOPI TAPENU/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Lima Jenis Bencana Berpotensi Terjadi di TTS, Forkopimda Apel Siaga


SOE, TIMEXKUPANG.com-Menghadapi ancaman bencana akibat cuaca extrem yang berpotensi terjadi di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), pemerintah dan aparat keamanan setempat melakukan apel kesiapan penanganan bencana bertempat di Mapolres TTS, Sabtu (11/1).

Bupati TTS, Egusem Pieter Tahun hadir dan menjadi inspektur upacara dalam apel kesiapan tersebut. Turut hadir unsur forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda), diantaranya Kapolres TTS, Kajari TTS, Dandim, dan pejabat terkait lainnya termasuk pengurus organisasi kemasyarakatan di TTS.

Kondisi geografis TTS yang rawan bencana berpotensi menimbulkan lima jenis bencana alam, seperti longsor, banjir, pohon tumbang akibat angin kencang, tersambar petir, dan hujan dalam intensitas besar dalam waktu yang cukup lama.

Egusem Tahun dalam sambutannya mengatakan, apel tersebut sangat penting dilakukan karena melalui apel itu Forkopimda TTS dapat mempersiapkan personil dan fasilitas untuk melakukan tindakan ketika terjadi bencana alam di TTS.

Meski demikian, lanjutnya, tentu personil dan juga fasilitas yang disiagakan dalam mengtasi persoalan di TTS terbatas secara jumlah dan kekuatan. Oleh sebab itu, diharapkan kepada seluruh stakeholder untuk saling bekerjasama mengatasi persoalan bencana jika terjadi di TTS.
“Tentu alat dan personil yang disiagakan terbatas, jadi penanganan bencana alam saya harap seluruh stakeholder di TTS ikut ambil bagian jika terjadi bencana,” harap Bupati yang akrab disapa Epy Tahun ini.

Menurut Epy Tahun, TTS dalam ramalan pihak berkompoten, menyebutkan berpotensi terjadi beberapa jenis bencana alam. Oleh karena itu, seluruh masyarakat TTS diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana alam.

Antisipasi yang dapat dilakukan seperti selalu memantau kondisi tanah di sekitar tempat tinggal, tidak keluar rumah jika terjadi hujan dan angin kencang, tidak berteduh di bawah pohon saat hujan serta tidak menggunakan fasilitas teknologi ketika hujan.

“Hal penting yang juga harus dilakukan masyarakat adalah, segera melaporkan ke aparat ketika terjadi gejala bencana alam,” imbuh Egusem.

Kapolres TTS, AKBP Arisandy pada kesempatan itu mengatakan, dalam menghadapi cuaca extrem tersebut, pihaknya telah menyiagakan seluruh personil untuk ikut memantau dan juga membantu melakukan penanganan, jika terjadi bencana alam. Selain itu, pihaknya juga menyediakan sejumlah fasilitas seperti alat pemotong kayu maupun besi, parang, linggis, sekop serta beberapa jenis alat pendukung lainnya. Karena penanganan bencana alam leading sektornya adalah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sehingga di BPBD yang memiliki alat yang cukup lengkap baik yang jenis kecil hingga jenis yang besar seperti ekscavator dan sebagainya.

“Kami kan hanya membantu. Jadi yang kami siapkan fasilitas yang kecil-kecil saja. Tapi ketika terjadi bencana, kita akan sama-sama bergerak untuk melakukan penangan,” tegas Arisandy.

Kepala BPBD TTS, Adi Tallo menambahkan, sesuai prediksi BMKG, di wilayah Kabupaten TTS masih akan berlangaung cuasa extrem berupa hujan dalam intensitas tinggi, disertai angin kencang dalam beberapa hari ke depan. Oleh sebab itu, ia mengharapkan kepada seluruh masyarakat untuk terus waspada menghadapi situasi tersebut.

“TTS merupakan salah satu wilayah yang sangat berpotensi terjadi banjir dan tanah longsor, kita minta masyarakat tingkatkan kewaspadaan. Selalu kontrol keadaan tanah sekitar dan kalau ada badai berupa angin kencang atau hujan deras, sebaiknya jangan melakukan aktifitas di luar rumah,” pesan Adi. (yop)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top