Siprianus Kosat Diduga Meninggal Akibat Benturan Benda Keras | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Siprianus Kosat Diduga Meninggal Akibat Benturan Benda Keras


AUTOPSI: Jenazah Siprianus Lafi Kosat, warga Desa Oenak, Kecamatan Noemuti, TTU saat dikeluarkan dari kubur untuk proses autopsi oleh tim forensik Mabes Polri di Noemuti, beberapa waktu lalu. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Siprianus Kosat Diduga Meninggal Akibat Benturan Benda Keras


Penyidik Kantongi Hasil Autopsi Tim Dokter Forensik Mabes Polri

KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Kasus dugaan laka lantas yang menimpa Siprianus Lafi Kosat, Warga Desa Oenak, Kecamatan Neomuti, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), di jalan Trans Timor, Noemuti, Selasa (16/7) malam sekitar pukul 22.20 Wita lalu, kini memasuki babak baru.

Jasad korban yang sebelumnya dilakukan autopsi sesuai permintaan keluarga korban hasilnya pun kini telah dikantongi penyidik Satreskrim Polres TTU. Sesuai hasil autopsi, korban diduga meninggal dunia akibat benturan benda keras.

Kasat Reskrim Polres TTU, AKP Tatang Prajitno Panjaitan kepada TIMEXKUPANG.com, di Kefamenanu, Minggu (12/1) menuturkan, penyidik Satreskrim Polres TTU telah menerima hasil autopsi dari tim dokter forensik Mabes Polri yang dipimpin AKBP dr. Wahyun Hidayat dibantu Petugas RS Bhayangkara Titu Uly Kupang, Aiptu Pius Pala.

“Sesuai hasil autopsi tim dokter forensik Mabes Polri, ditemukan adanya tanda bahwa korban diduga meninggal akibat terkena benturan benda keras yang permukaanya luas. Sehingga besar kemungkinan korban meninggal akibat laka lantas atau tindak pidana lain,” ungkap Tatang.

Tatang melanjutkan, dengan hasil itu, dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil keluarga korban untuk menyampaikan hasil autopsi tersebut sehingga keluarga pun turut mengetahui dugaan penyebab meninggalnya korban.

Terkait adanya dugaan korban meninggal akibat adanya tindak pidana lain selain laka lantas, menurut Tatang, dari hasil autopsi bisa mengarah pada dugaan itu, namun pihaknya belum cukup bukti untuk bisa melakukan penyelidikan.

Menurut keluarga, demikian Tatang, kematian korban diduga kuat tidak wajar dan murni bukan akibat peristiwa laka lantas, namun diduga adanya tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh oknum tak dikenal.

Lebih mencurigakan lagi, oknum yang ditabrak korban tidak mengalami luka goresan bahkan kendaraan bermotor yang dikendarai oknum tersebut pun tidak mengalami kerusakan sedikitpun.

Sementara, perwakilan keluarga korban, Zakarias Eli Kosat ketika dikonfirmasi Timor Express mengatakan, pihak keluarga memberikan apresiasi atas kerja keras pihak kepolisian dalam menangani kasus dugaan laka lantas yang menimpa Siprianus Lafi Kosat beberapa waktu lalu, dan sudah menerima hasil autopsi tim forensik Mabes Polri.

Menurut Zakarias, kematian korban sangat tidak wajar dan bukan murni laka lantas. Motor yang digunakan korban saat kecelakaan pun tidak rusak bahkan tidak ada goresan sedikit pun pada bagian motor seperti kejadian kecelakaan lainnya.

Selain itu juga, luka yang dialami oleh korban itu pun tidak seperti luka saat orang mengalami kecelakaan. Luka yang dialami oleh korban itu mengalami patah tulang rusuk, tulang tengkuk dan juga memar dibagin pelipis dan perut korban.

“Kecelakaan maut apa yang korbannya meninggal tapi kendaraan tidak lecet. Ini kan tidak wajar. Apalagi luka yang dialami korban itu patah tulang dan memar bukan luka goresan seperti biasanya orang mengalami kecelakaan,” beber Zakarias.

Lebih ironis lagi, apabila korban meninggal dunia akibat laka lantas maka pelaku yang menabrak korban harus dipenjarakan. Namun yang terjadi dalam penanganan kasus ini, pelaku dibiarkan bebas berkeliaran tanpa kepastian hukum bahkan barang bukti yang digunakan korban saat kecelakaan pun sudah dikembalikan.

Keluarga berharap, pihak Polres TTU dapat bekerja maksimal mengungkap penyebab meninggalnya Siprianus Lafi Kosat yang diduga kuat bukan meninggal karena laka lantas namun adanya dugaan tindak pidana yang menyebabkan kematian korban.

“Kita serahkan saja sepenuhnya proses hukum ini kepada pihak Kepolisian. Keluarga korban menginginkan adanya keterbukaan dalam proses hukum untuk mengungkap penyebab kematian korban,” harapnya. (mg26)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top