Ijazah Tak Bisa Dipakai Lamar CPNS, STKIP Timor Indonesia Kembali Wisuda 63 Lulusan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Ijazah Tak Bisa Dipakai Lamar CPNS, STKIP Timor Indonesia Kembali Wisuda 63 Lulusan


WISUDA. Salah satu wisudawati saat dikukuhkan menjadi sarjana, lulusan STKIP Timor Indonesia, di SoE, Senin (13/1). (FOTO: YOPI TAPENU/TIMEX)

PENDIDIKAN

Ijazah Tak Bisa Dipakai Lamar CPNS, STKIP Timor Indonesia Kembali Wisuda 63 Lulusan


Prosesi Wisuda Dilakukan di Rumah Ketua Yayasan

SOE, TIMEXKUPANG.com-Meski lulusan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Timor Indonesia ditolak saat melamar sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten TTS, namun Senin (13/1), perguruan tinggi swasta yang yayasannya dipimpin Djibrael Tunliu kembali mewisuda 63 mahasiswanya. Acara wisuda di gelar di kediaman ketua yayasan tersebut, di Kelurahan Nonohonis, Kecamatan Kota SoE.

Kepala Badan Kepagawaian Daerah (BKD) TTS, Linda Fobia ketika dikonfirmasi mengatakan lulusan STKIP Timor Indonesia tidak diterima untuk melamar sebagai CPNS. Pasalnya, ketika mereka konsultasi di Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI, di Jakarta, diketahui bahwa STKIP Timor Indonesia belum terdaftar. Oleh sebab itu, para lulusan STKIP Timor Indonesia itu tidak dapat diterima untuk melamar sebagai CPNS.

“Baru-baru kami konsultasi langsung di Kemenristedikti untuk lulusan dari STKIP Timor Indonesia itu. Tapi karena STKIP Timor Indonesia itu belum terdaftar di pusat, jadi pelamar CPNS dari STKIP Timor Indonesia SoE itu kami tolak,” beber Linda.

Ketua Yayasan STKIP Timor Indonesia, Djibrael Tunliu usai acara serimonial wisuda kemarin, saat akan diwawancarai wartawan terkait hal tersebut tak mendapat sambutan baik. Bahkan Djibrael marah dan mengusir wartawan untuk tinggalkan lokasi wisuda.

Djibrael marah lantaran alumni STKIP Timor Indonesia yang diwisuda tahun 2017 lalu, dipolemikkan di media massa. Karena polemik itu, Djibrael merasa bahwa wartawan tidak mendukung program pendidikan yang dilakukannya untuk membantu masyarakat.

“Saya tidak terima wartawan, karena wisuda tahun 2017 lalu, wartawan polemikan. Bahkan wartawan ini menjadi provokator, bukan mendukung program yang kami buat untuk membantu masyarakat,” ungkap Djibrael dengan wajah tak bersahabat.

Ketika wartawan menanyakan informasi soal lulusan STKIP Timor Indonesia yang tidak diterima melamar sebagai CPNS di TTS, lagi-lagi Djibrael dengan nada marah mengatakan kalau ia tidak berurusan dengan BKD. BKD urus soal tenaga kerja, bukan untuk urus pendidikan tinggi. Meski demikian, Djibrael mengatakan akan mengurusi soal legalitas dan ia telah berkoordinasi dengan BKN.

Djibrael tidak sempat berbicara banyak kepada wartawan karena ada seorang ibu dan beberapa orang pria yang berdiri tidak jauh dari Djibarel terus memanggil dan memberikan isyarat agar sang Ketua Yayasan masuk ke dalam rumah karena ada yang orang yang perlu bertemu dengannya.

YB, salah satu keluarga dari alumni STKIP Timor Indonesia itu mengaku beberapa waktu lalu adiknya pergi mengambil ijazah miliknya, dengan membayar uang senilai Rp 7 juta. Namun saat ia hendak mendaftar sebagai CPNS ditolak, karena perguruan tinggi tempat YB menamatkan studinya itu belum terdaftar di Kemenristekdikti RI. S

Saat adiknya pergi menanyakan hal itu kepada Djibrael Tunliu selaku Ketua Yayasan, yang bersangkutan mengatakan jika pihaknya tengah mengurus untuk mendaftarkan STKIP Timor Indonesia dengan dua jurusan, yakni Jurusan Serjana Pendidikan dan Serjana Pendidikan PAUD ke Kemenristekdikti RI.

“Adik saya tidak bisa lamar CPNS, karena bilang kampus belum terdaftar,” kata YB.

Ketua Komisi IV DPRD TTS, Marten Tualaka mengatakan jika alumni STKIP Timor Indonesia tidak diterima bekerja menggunakan ijazah yang dikeluarkan STKIP Timor Indonesia, maka seyogyanya lembaga pendidikan tinggi itu menghentikan aktivitas perkuliahan dan mengevaluasi diri, serta mengurus seluruh persyaratan untuk mendaftarkan ke Kemenristekdikti RI.

Hal itu dipandang perlu dilakukan STKIP Timor Indonesia, sehingga tidak ada masyarakat yang dikorbankan dari kegiatan itu. “Tapi dalam waktu dekat, kami akan panggil pengurus STKIP Timor Indonesia untuk mendengarkan pendapat, kemudian kami akan konsultasikan juga ke provinsi, karena urusan perguruan tinggi di provinsi,” tandas Marten. (yop)

PEMBETULAN:

Dalam berita ini sebelumnya, baik judul maupun isinya terdapat kesalahan penulisan nama perguruan tinggi, dimana sebelumnya pada judul tertulis: Ijazah Tak Bisa Dipakai Lamar CPNS, STKIP Nusa Timor Kembali Wisuda 63 Lulusan. Judul berita ini dan sebagian isinya telah kami perbaiki atas koreksi narasumber sehingga terkoreksi seperti ini: Ijazah Tak Bisa Dipakai Lamar CPNS, STKIP Timor Indonesia Kembali Wisuda 63 Lulusan. Jadi yang awalnya nama STKIP Nusa Timor telah kami perbaiki menjadi STKIP Timor Indonesia sebagaimana dalam berita di atas. Atas kekeliruan ini, kami telah melakukan perbaikan dan menyampaikan permohonan maaf. REDAKSI

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

To Top