Uang Cicilan Motor Dipakai Judi, Uang Habis Minta ke Ibu Tak Dikasih, NI Ancam Bakar Rumah | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Uang Cicilan Motor Dipakai Judi, Uang Habis Minta ke Ibu Tak Dikasih, NI Ancam Bakar Rumah


KOMPAK. Babinsa Alok dan Babinkamtibmas Polsek Alok mengapit NI (tengah), yang dibawa ke Koramil Alok untuk dibina agar tak berjudi lagi, Selasa (14/1). (FOTO: Istimewa)

PERISTIWA/CRIME

Uang Cicilan Motor Dipakai Judi, Uang Habis Minta ke Ibu Tak Dikasih, NI Ancam Bakar Rumah


Babinsa Alok Beri Pembinaan Khusus

MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Perilaku yang dipraktikkan NI, 24, warga RT 09/RW 03, Kelurahan Nangalimang, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka terpaksa harus menerima dibina khusus Bintara Pembina Desa (Babinsa) Alok, Sertu Djefri Berek. Pasalnya, NI yang menerima uang dari ibunya senilai Rp 750.000 untuk membayar cicilan sepeda motor dipakai bermain judi pada Senin (13/1) malam. Kalah berjudi, uang cicilan motor itu pun habis. Selasa (14/1), NI lalu kembali ke rumah dan meminta sang ibu untuk memberinya uang lagi Rp 750.000. Karena sang ibu tak punya uang, NI lalu mengamuk dan mengancam ingin membakar rumah yang ia tinggali bersama orang tuanya itu.

“Semalam suntuk NI kalah berjudi dan menghabiskan uang senilai Rp 750.000. NI kemudian balik ke rumah keesokan harinya (Selasa, 14/1) dan memaksa ibunya untuk memberikan uang sebanyak Rp 750.000 untuk membayar cicilan motor di diler. Namun ibunya tidak memiliki uang sebanyak itu, NI mengamuk dan ingin membakar rumahnya,” ungkap Babinsa Alok, Sertu Djefri Berek kepada media ini di Maumere, Selasa (14/1).

Menurut Sertu Djefri, karena NI terus mengamuk, Lurah Nangalimang, Aloy Parera menghubunginya agar membantu memberikan pembinaan kepada NI. Saat ia datang, lanjut Djefri, NI sudah dalam kondisi terikat tangannya oleh Ketua RT setempat.

Djefri kemudian membawa pelaku NI ke Markas Koramil 1603-01 Alok untuk memberikan pembinaan. Sebelum NI dibawa ke Makoramil, Djefri sempat meminta izin kepada Ketua RT, Lurah dan ibu kandung NI untuk secara ikhlas menyerahkan NI agar dibina di Koramil Alok.

“Sebelum saya bawa NI ke Makoramil Alok, saya menanyakan kepada Ketua RT, lurah dan ibu kandungnya, apakah secara ikhlas menyerahkan NI untuk dibina?” tanya Djefri. Semua yang ditanyai menjawab ikhlas agar NI dibina.

Djefri mengatakan, pembinaan kepada sosok seperti NI yang suka berjudi agar ada efek jera, karena berjudi adalah penyakit masyarakat yang harus diberantas. Selain itu, kata Djefri, pembinaan ini sebagai warning bagi anak muda bahwa berjudi akan menyusahkan keluarga dan dirinya sendiri.

Setelah NI dibawa ke Makoramil Alok, Djefri kemudian berkoordinasi dengan Kapolsek Alok, Bripda Pol. Gede. Dalam koordinasi itu kata Djefri, Gede mengaku bahwa pelaku NI merupakan Target Opersi (TO) oleh pihak Polsek Alok.

Saat berada di Makoramil Alok, dihadapan Babinsa Alok, Babinkamtimas, Linmas, dan Ketua Pemuda Pelopor, NI mengaku kilaf dan ingin merubah kehidupannya bahkan berjanji tidak akan berjudi lagi. NI kemudian dibawa dan diamankan di Polsek Alok, sekaligus untuk dibuatkan BAP.

Sementara Lurah Nangalimang, Ketua RT dan masyarakat setempat, memberikan apresiasi atas peran serta TNI-Polri dalam melakukan pembinaan kepada masyarakat. (kr5)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top