Hasilkan Produk Peternakan Sehat, Siswa SMK-PP Negeri Kupang Praktik Sanitasi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Hasilkan Produk Peternakan Sehat, Siswa SMK-PP Negeri Kupang Praktik Sanitasi


BERSIH-BERSIH. Para siswa dengan seragam praktikum nampak membersihkan kandang ternak dalam kegiatan pratikum sanitasi kandang di instalasi ternak sapi milik sekolah itu, Rabu (15/1). (FOTO: Humas SMK-PP Negeri Kupang)

PENDIDIKAN

Hasilkan Produk Peternakan Sehat, Siswa SMK-PP Negeri Kupang Praktik Sanitasi


OELAMASI-Puluhan siswa-siswi Kelas XI Program Agribisnis Ternak Ruminansia (ATR), Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Negeri Kupang, mengikuti kegiatan praktikum sanitasi kandang di instalasi ternak sapi milik sekolah itu, Rabu (15/1/2020).

Kegiatan praktikum untuk mata pelajaran Agribisnis Ternak Ruminansia Pedaging itu diampu langsung Ir. Stepanus Bulu, MP, yang juga adalah Kepala SMK-PP Negeri Kupang.

Sebanyak 22 siswa yang ada di jurusan itu dibagi dalam tujuh kelompok beranggotakan 3 – 4 orang perkelompok, dimana masing-masing melaksanakan praktik bagaimana membersihkan tempat pakan, tempat minum ternak, serta membersihkan area kandang hingga saluran limbah.

Stepanus Bulu dalam kesempatan itu sebagaimana keterangan tertulis Humas SMK-PP Negeri Kupang, menjelaskan bahwa tujuan praktikum sanitasi ini agar siswa-siswi memahami pengertian sanitasi dan mampu mempraktikannya, tidak saja selama belajar di SMK-PP Negeri Kupang, tapi dapat dipraktikan ketika sudah tamat sekolah.

Kegiatan praktikum sanitasi kandang mata pelajaran Agribisnis Ternak Ruminansia Pedaging ini diampu langsung Ir. Stepanus Bulu, MP. (FOTO: Humas SMK-PP Negeri Kupang)

“Praktikum ini dilakukan agar dengan adanya kandang dan ternak yang bersih, diharapkan akan menghasilkan produk peternakan yang melimpah dan sehat,” jelas Stepanus Bulu.

Menurut Stepanus, sanitasi memang menjadi salah satu hal krusial dalam budidaya ternak. Jika sanitasi tidak diterapkan, ternak berpotensi terkena penyakit, yang akan berakhir pada menurunnya produksi.

Stepanus menyebutkan, ternak yang terkena penyakit juga berpotensi tidak dapat dikonsumsi karena tidak memenuhi unsur aman, sehat, dan utuh.

“Jadi kita harapkan para siswa dapat mengikuti kegiatan praktik ini dengan baik, memahami dengan baik agar dapat dipraktikkan kembali nantinya,” pungkas Stepanus. (*/aln)

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

To Top