Jokowi Gelar Rakor di Mabar, Persiapkan Labuan Bajo untuk Pertemuan G20 | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Jokowi Gelar Rakor di Mabar, Persiapkan Labuan Bajo untuk Pertemuan G20


KOORDINASI. Presiden Jokowi saat memimpin rapat koordinasi bersama sejumlah menteri terkait, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, Bupati Mabar, Agustinus Ch. Dulla di Hotel Plataran Labuan Bajo, Mabar, Senin (20/1). (FOTO: Setpres/Istimewa)

NASIONAL

Jokowi Gelar Rakor di Mabar, Persiapkan Labuan Bajo untuk Pertemuan G20


LABUAN BAJO, TIMEXKUPANG.com-Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) menaruh perhatian besar pada pengembangan destinasi wisata Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal itu dibuktikan Jokowi dengan mengunjungi kabupaten diujung barat pulau Flores itu, sejak Minggu (19/1).

Jokowi mengunjungi Labuan Bajo untuk melihat secara langsung pengembangan salah satu destinasi wisata prioritas di Indonesia tersebut. Bahkan Jokowi menggelar rapat koordinasi bersama menteri terkait, diantaranya Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN, Erick Thohir, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Sitti Nurbaya Bakar, Menteri Pariwisata, Whisnuthama, dan sejumlah pejabat terkait. Dari NTT hadir dalam rapat itu Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, dan Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch. Dulla.

Dalam rapat koordinasi tersebut sebagaimana keterangan tertulis Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden yang diterima media ini Senin (20/1) siang, menyebutkan bahwa Jokowi menekankan berbagai aspek dalam pengembangan Labuan Bajo.

Hal ini untuk memastikan bahwa produk yang ditawarkan telah siap sebelum dipromosikan.

“Ini sebuah pekerjaan besar yang harus kita selesaikan akhir tahun ini, yaitu memperbaiki produk yang ada di sini. Infrastruktur, landscape, sampah, air baku yang juga kurang, semuanya ini kita siapkan dan kita harapkan akhir tahun ini selesai. Sehingga 2021 itu langsung Kementerian Pariwisata bisa promosi besar-besaran,” kata Jokowi  dalam keterangan pers usai rapat di Hotel Plataran Komodo, Labuan Bajo, Senin (20/1).

Lebih lanjut Jokowi mengatakan, hal terpenting dari pengembangan Labuan Bajo adalah karena Indonesia menyiapkannya untuk sejumlah agenda internasional.

Untuk diketahui, pada tahun 2023 Indonesia akan menjadi Ketua ASEAN sekaligus Ketua G20.

“Tetapi yang paling penting juga bahwa kita ingin mempersiapkan Labuan Bajo ini untuk G20 di 2023 dan ASEAN Summit di 2023. Sehingga dalam rangka persiapan ke sana pun ini mulai direncanakan, disiapkan mulai dari sekarang,” imbuhnya.

Jokowi didampingi sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju, dan Gubernur NTT memberi keterangan pers. (FOTO: Setpres)

Langkah Teknis Penataan

Jokowi bersama jajarannya dan Gubernur NTT serta Bupati Mabar juga membahas sejumlah hal teknis berkaitan dengan beberapa isu di Labuan Bajo. Misalnya untuk persoalan sampah, Jokowi mengatakan, penanganan sampah akan dilakukan baik untuk sampah di laut maupun di darat.

“Dua, jadi sampah yang ada di laut dan sampah yang ada di darat. Yang ada di laut tadi sudah diputuskan kita akan kirim di sini kapal untuk membersihkan dan mulai Februari nanti kita juga akan bergerak ke bawah laut untuk mengambil sampah. Meskipun belum banyak, tapi harus dimulai. Jangan sampai ada sampah di Labuan Bajo,” tegasnya.

“Yang di darat nanti Kementerian PU akan mempersiapkan incinerator dan juga tempat pembuangan sampah akhirnya. Dan juga yang paling penting juga pendidikan masyarakat mengenai budaya sampah,” tambahnya.

Mengenai keluhan soal ketersediaan air baku, Jokowi menyebut sudah ditambah 100 mililiter/detik.

Kementerian PU, kata Jokowi juga tengah mempersiapkan tambahan yang lebih besar lagi. Sedangkan soal kelestarian lingkungan di kawasan Labuan Bajo, Jokowi menyampaikan bahwa dirinya telah memerintahkan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya Bakar untuk membuat _nursery_ yang bisa memproduksi 5-7 juta pohon setiap tahunnya.

“Nanti setiap tahun menanam segitu terus, rutin. Sudah detail sekali tadi, saya kira pembicaraan kita sudah teknis dan sangat detail sehingga semuanya yang kira-kira kita ragu semuanya sudah kita tutup,” jelasnya.

Labuan Bajo sendiri memang dipersiapkan sebagai destinasi wisata dengan kelas super premium yang memiliki diferensiasi dari tempat-tempat wisata lain.

Jokowi berharap, wisatawan yang datang ke Labuan Bajo bisa berbelanja lebih banyak dan tinggal lebih lama.

“Kita harapkan di sini belanjanya lebih besar, tinggalnya lebih lama, kita harapkan itu. Artinya bukan jumlah turisnya, tetapi spending-nya, belanjanya yang lebih banyak. Kira-kira itu,” tandasnya. (*/aln)

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

To Top