Bertemu Masyarakat Desa Satar Punda, Bupati Matim Sampaikan Kabar Ini | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bertemu Masyarakat Desa Satar Punda, Bupati Matim Sampaikan Kabar Ini


BERTEMU WARGA. Bupati Matim, Agas Andreas (pegang mic) saat pertemuan bersama masyarakat Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda, di Kampung Luwuk, Selasa (21/1). (FOTO: Fansi Runggat/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Bertemu Masyarakat Desa Satar Punda, Bupati Matim Sampaikan Kabar Ini


BORONG, TIMEXKUPANG.com-PT. Istindo berencana untuk membangun pabrik semen di Kabupaten Manggarai Timur (Matim). Tepatnya di Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda.

Hal ini disampaikan Bupati Matim, Agas Andreas saat bertemu warga Desa Satar Punda di Kampung Luwuk, Selasa (21/1) siang. Dalam pertemuan itu, hadir juga Ketua PKK Matim, Theresia Wisang, sejumlah pimpinan OPD, Camat Lamba Leda, Albertus Rangka, anggota DPRD Matim, Leda Alfridus Jama, Kapolsek Lamba Leda, Ipda Stanislaus Jemadu dan jajaran, Kades Satar Punda, Fransiskus Hadilaus bersama masyarakatnya.

Bupati Agas, dalam kesempatan itu menjelaskan, Kampung Luwuk dan Lengko Lolok, sesuai rencana akan dijadikan lokasi untuk pembangunan pabrik semen. Oleh karena itu, lanjut Agas, sebelum investor datang, dirinya perlu menyampaikan informasi ini terlebih dulu ke masyarakat.

Menurut Agas, kepastian akan dibangunnya pabrik semen di wilayah Kabupaten Matim disampaikan langsung Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat kepadanya. Bahkan, kata Agas, rencana pembangunan pabrik semen ini akan dimulai dalam tahun ini.

“Saya mendapat informasi langsung dari Gubernur NTT, Pak Viktor Laiskodat, bahwa pembangunan pabrik semen untuk Matim akan berpusat di Luwuk. Untuk Lengko Lolok, kemungkinan untuk ambil bahan baku pabrik semen,” ungkap Agas.

Masih menurut Agas, selain di Matim, berdasarkan penyampaian Gubernur NTT, pabrik semen juga akan bangun di Pulau Timor. Dengan demikian, kata Agas, nanti masyarakat akan bertemu dengan pihak investor untuk membicarakan hal-hal terkait dengan pembangunan pabrik semen ini. Bisa juga nanti ada kesepakatan-kesepakatan yang dibangun investor bersama masyarakat setempat.

Tentu jika perusahan ini dibangun, salah satu kepentingannya adalah untuk menunjang kehidupan masyarakat setempat dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah itu.

Bupati mengatakan, kewenangan mengeluarkan izin untuk pembangunan pabrik semen ini kewenangannya ada provinsi, bukan di kabupaten. Karena itu, sebelum izin diberikan, harus ada persetujuan dari masyarakat. Sehingga selanjutnya pihak investor akan melakukan pertemuan dengan masyarakat setempat. “Juga nanti melibatkan pihak pemerintah kecamatan, desa, dan Forkompica,” kata Agas.

Agas menyampaikan bahwa banyak hal yang perlu dibicarakan dalam pertemuan bersama investor itu nanti. Salah satunya, soal bagaimana tanggung jawab perusahan, jika pabrik semen itu dibangun di atas lahan milik masyarakat.

“Seperti ganti rugi. Intinya, pabrik semen bisa beroperasi di wilayah itu berdasarkan persetujuan masyarakat setempat. Tanpa ada unsur pemaksaan,” tagas Agas.

Pemkab Matim, demikian Agas, berharap kehadiran pabrik semen itu dapat membawa dampak positif bagi daerah juga bagi masyarakat, yakni kesejahteran masyarakat.

“Kita tentu berharap pihak perusahan juga nanti bisa merekrut tenaga kerja lokal di wilayah setempat,” katanya.

Camat Lamba Leda, Albertus dalam kesempatan itu menyampaikan terima kasih kepada Bupati bersama rombongan, atas kunjunganya ke wilayah itu. Albertus melaporkan situasi yang terjadi di wilayah itu.

Khusus di kampung Luwuk, Desa Satar Punda, kata Albertus, terdapat bebarapa potensi dan mata pencarian masyarakat, dimana umumnya hidup bertani dan nelayan.

Camat juga menyampaikan terima kasih karena Bupati hadir langsung di Kampung Luwuk dan menyampaikan informasi pembangunan pabrik semen langsung ke masyarakat. “Kami menyampaikan terima kasih atas informasi yang disampaikan Bapak Bupati,” ujar Albertus.

Warga Desa Satar Punda, Ais Putra Rungku, kepada media ini mengatakan, dirinya belum bisa memastikan, apakah warga di desa itu, khususnya di Kampung Lengko Lolok dan Luwuk, menyetujui atau tidak pembangunan pabrik semen itu. Namun menurut Ais, informasi yang disampaikan langsung Bupati Matim merupakan sesuatu hal yang baik.

“Nanti urusan masyarakat setuju atau tidak setuju bangun pabrik semen, itu nanti disampaikan saat pertemuan antara pihak perusahan dan investor,” kata Ais.

Menurut Ais, salah satu sisi positif kehadiran pabrik semen itu, bisa menguntungkan masyarakat setempat. Salah satunya penyerapan tenaga kerja. Karena informasi yang dia dapat, perusahaan akan memprioritaskan tenaga lokal. Juga nanti, perusahan juga siap ganti rugi lahan warga.

“Kalau saya sendiri sebagai warga sekitar Kampung Luwuk, setuju dengan kehadiran pabrik semen ini. Tapi saya sendiri tidak punya lahan di lokasi yang dibangun pabrik itu. Tapi tetap kembali ke warga di dua kampung itu. Sebaiknya teman-teman media tanya langsung ke warga asli Luwuk dan Lengko Lolok. Jangan juga tanya warga yang bukan tinggal di desa ini,” kata Ais. (Krf3)

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top