Luar Biasa Bank NTT, Gubernur Salut Kinerja, Tekankan Evaluasi dan Koordinasi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Luar Biasa Bank NTT, Gubernur Salut Kinerja, Tekankan Evaluasi dan Koordinasi


Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat. (FOTO: Istimewa)

Advetorial

Luar Biasa Bank NTT, Gubernur Salut Kinerja, Tekankan Evaluasi dan Koordinasi


Optimis Target Laba Rp 500 Miliar Tercapai

APRESIASI yang tinggi, serta pujian datang dari Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat kepada direksi, komisaris maupun karyawan Bank NTT.
Bagaimana tidak, kinerja mereka selama tahun 2019 sungguh fantastis. Sejak 11 Juni 2019 setelah vakum selama tiga tahun, Bank NTT akhirnya memiliki Direktur Utama. Izhak Eduard Rihi, dipercaya menjadi nahkoda baru dalam RUPS Luar Biasa di Hotel Jayakarta Labuan Bajo.

Mulai saat itu, ibarat lokomotif baru, bank ini bergerak cepat hingga mencatatkan laba bersih sebesar Rp 402 miliar pada 31 Desember 2019. Naik 17,55 persen dari tahun sebelumnya, yang hanya meraih laba Rp 342 miliar.

Memang, selisihnya sedikit untuk mencapai target Rp 500 miliar seperti yang dipatok gubernur saat RUPS Labuan Bajo. Namun nilai Rp 402 miliar adalah sebuah ukuran bahwa manajemen dan karyawan bekerja keras, membuktikan pada seluruh pemegang saham dan masyarakat NTT umumnya, bahwa mereka sementara bekerja keras, mewujudkan NTT Bangkit NTT Sejahtera.

Pengakuan dari orang nomor satu di NTT itu disampaikan kepada Timor Express dalam sebuah sesi wawancara khusus saat dia menghadiri acara peletakan batu pertama Pembangunan Galangan Kapal dan Industri Maritim Terpadu di Desa Pitay, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, Senin (13/1).

Masih pada kesempatan yang sama, Viktor mengimbau agar hendaknya semua pihak jangan dulu berbangga atas capaian spektakuler tersebut. Karena masih ada tantangaan besar di depan. Jika tujuh bulan saja mereka mampu mengejar target dengan capaian fantastis, maka 12 bulan di depan mata tentu capaiannya akan lebih baik lagi.

“Capaian target (2019) sudah sangat luar biasa karena dengan waktu yang singkat tapi hampir mencapai target. Artinya kita tinggal evaluasi agar apa yang menjadi kekurangan bisa kita penuhi di tahun 2020 ini,” ujarnya.

Lanjut Mantan Anggota DPR RI asal Dapil NTT 2 ini, meski demikian dirinya berharap kepada pimpinan dan seluruh staf Bank NTT agar terus melakukan berbagai inovasi agar bisa meningkatkan ekonomi masyarakat.
“Jangan puas dengan hasil yang ada namun itu sebagai motivasi agar bergerak lebih cepat meningkatkan laba,”ujarnya.
Saat memberi pernyataan terkait kinerja manajemen Bank NTT, Viktor tak seperti biasanya. Kali ini dia bersemangat, seakan menaruh harapan besar kepada bank kebanggaan masyarakat NTT itu. Memang, saat ini banyak pihak menaruh harapan besar kepada Bank NTT.

Hal ini terbukti dalam kepercayaan mereka menaruh dana segarnya pada bank ini, melalui program-program unggulan Bank NTT, seperti DIA BISA (Digital Agent Bank NTT dan Mahasiswa) yang adalah salah satu jenis layanan perbankan yang menjanjikan transaksi jual beli yang mudah, dan yang lebih menggiurkan adalah, keuntungannya besar.

Berikutnya, Cashback yang pada akhir tahun kemarin, mencatatkan laba fantastis. Selama dua bulan efektif, terhitung awal November hingga akhir Desember 2019, program ini ‘menghasilkan’ sebanyak 47 buah mobil dan 93 buah sepeda motor dengan total pemasukan sekitar Rp 93 Miliar. Sebuah karya brilian dari Pemasaran Dana yang didukung Divisi Dana, Pemimpin Cabang dan staf di cabang.

Lebih lanjut menurut gubernur, catatan-catatan prestasi di tahun 2019 akan menjadi titik tolak bagi semangat untuk mengejar target yang sama di tahun buku 2020 ini. Bagi Viktor, di tahun 2020 ini, target laba harus tercapai. Permintaan dia sebagai pemegang saham pengendali ini bukan tanpa asalan.

Saat ini pengurus Bank NTT sudah lengkap setelah dilantiknya Direktur Umum Johanis Landu Praing beberapa pekan lalu. Dikatakan Viktor, sebagai pemegang saham pengendali, pihaknya tidak mungkin melepas manajemen berjalan sendiri, melainkan akan terus bersama-sama guna mengejar target agar mencapai hasil maksimal. Dan untuk itu, pihaknya akan terus melakukan evaluasi dan koordinasi lanjutan di tahun 2020 agar target laba yang ditentukan bisa tercapai.

Disinggung terkait dengan strategi atau visi apa yang ingin diberikan kepada bank sebagai upaya peningkatan laba, Viktor mengaku akan mengadakan pertemuan dengan pihak bank agar membahas hal-hal teknis berkaitan dengan strategi peningkatan laba.

“Sebenarnya visi yang dilakukan bank sudah diterapkan namun perlu ada evaluasi dan koordinasi bersama maka kita akan duduk bersama agar bisa membahasnya,”tandasnya.

Viktor menegaskan bahwa, dirinya telah memberikan peringatan keras kepada pihak direksi. Bahwa direksi akan diberhentikan jika target kerja guna mencapai laba tidak terpenuhi.

“Sanksinya sudah jelas, jika tidak penuhi target maka kita tidak bisa memberikan tolerir dan langsung diberhentikan,” tutupnya. Diakui bahwa penegasan ini keras, dan langkah ini harus diambilnya agar semua bekerja maksimal, menggunakan setiap kesempatan sebaik mungkin.
Baginya ini sebuah hal wajar, yang sudah disampaikannya dalam berbagai kesempatan. Gubernur selalu menekankan pentingnya inovasi dan kreatifitas untuk mencapai laba yang ditetapkan. Sehingga sanksi tegas pun menjadi konsekuensi jika direksi tidak bisa mencapai target yang ditetapkan.

Perkuat IT Menuju NTT Bangkit NTT Sejahtera

Salah satu strategi yang dipakai agar kinerja Bank NTT meroket, adalah dengan membenahi sistem IT. Dengan IT yang baik, mereka bisa melakukan banyak inovasi menuju NTT Bangkit NTT Sejahtera. Direktur Umum Bank NTT, Yohanis Landu Praing menegaskan itu kepada koran ini.

Di awal Januari lalu, untuk memastikan persiapan pelayanan Bank NTT di bidang IT, maka jajaran direksi bersama komisaris serta kepala divisi melakukan kunjungan ke vendor IT di Cibitung dan Ciputat, Jakarta Pusat.

Berdasarkan informasi yang diperoleh koran ini, dalam kunjungannya, Direktur Utama Bank NTT Izhak Eduard Rihi didampingi Direktur Umum Yohanis Landu Praing serta Komisaris Utama Juvenile Jodjana serta Kepala Divisi Umum Rahmat Saleh dan Kepala Divisi IT Fernimus Musa.

“Kunjungan ke vendor adalah dalam rangka kami mau memastikan agar proses migrasi data dari Bank NTT, dari IT yang lama ke baru, bisa berjalan baik tanpa hambatan. Kami ingin memastikan semuanya berjalan baik, karena sukses tidaknya sebuah pekerjaan tergantung basic data yang kita miliki,”tegas Umbu, sapaan karib Direktur Umum Bank NTT Yohanis Landu Praing.

Masih menurutnya, migrasi ke sistem IT terbaru haruslah dilakukan agar nantinya sistem-sistem yang diterapkan dalam pelayanan, bisa cepat dan tidak tertinggal dari yang lain. Apalagi, pelayanan perbankan adalah menyangkut pelayanan jasa. Sehingga kecepatan dan ketepatan sangatlah menentukan.

“Ini mesti segera kita lakukan karena dengan perkembangan teknologi sekarang ini kita harus segera beradaptasi dengan perkembangan teknologi sehingga bank NTT mampu bersaing dengan bank lainnya,” tegas dia menambahkan dengan migrasi data ke IT yang lebih canggih ini pihaknya lebih mudah mengontrol kerja karyawan baik dari bidang Kredit, Teller, Back Office (PDE) serta Costumer Service (CS).
Diakui, sebagai Direktur Umum, dia sangat berkonsentrasi pada berbagai perubahan di bidang layanan perbankan. “Khususnya di bidang IT, karena dengan pengontrolan menggunakan IT, kita pastikan sebagai loncatan untuk mencapai laba bank sebesar Rp 500 miliar,” jelasnya.

Masih menurutnya, migrasi data ini direncanakan akan diluncurkan secara resmi dalam waktu dekat tahun ini. Untuk memperlancar terlaksananya momentum bersejarah tersebut, maka pihaknya sudah mengadakan uji coba pada 13 dan 14 Januari di Kupang. “Kami sangat berharap tidak ada kendala, agar semuanya berjalan baik,” tegas Umbu lagi.

Menurutnya, visi NTT Bangkit NTT Sejahtera harus diterjemahkan dalam pembangunan teknologi khususnya IT di lingkup Bank NTT. “Dengan strategi inilah mau kita tunjukkan kepada pihak luar bahwa Bank NTT mampu bersaing menuju bank devisa.” (mg29/boy/adv)

Berita lainnya Advetorial

To Top