Bank NTT Segera Terapkan Sistem IT Terbaik di Asia | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bank NTT Segera Terapkan Sistem IT Terbaik di Asia


DI FDS. Direktur Umum Bank NTT, Yohanis Landu Praing, Direktur Kepatuhan, Hilarius Minggu, Komisaris Independen Frans Gana, diterima direksi PD. FDS di Graha Mandiri Jakarta, 23 Januari lalu. (FOTO: Istimewa)

Advetorial

Bank NTT Segera Terapkan Sistem IT Terbaik di Asia


Jangkauan Lebih Luas, Sistem Sangat Siap Menuju ke Bank Devisa

DALAM waktu dekat ini, Bank NTT segera menerapkan pelayanan perbankan dengan menggunakan sistem IT terbaik. Saat ini persiapan ke arah itu sudah hampir rampung. Ditandai dengan sejumlah simulasi yang dilakukan oleh vendor, sebagai mitra penyedia layanan dan juga pihak pusat data center.

Kepada Timor Express di ruang kerjanya, akhir pekan kemarin, Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard Rihi mempertegas migrasi data itu bahwa untuk daya  saing produk dan layanan, maka mereka membutuhkan sistem IT yang mumpuni.

“Dengan adanya kebijakan untuk kita mengganti sistem IT dari Collega ke INTERCOST, itu akan menyebabkan kian tinggi daya saing kita. Dengan pergantian sistem ini, kita harapkan adanya kemudahan bertransaksi, kemudahan layanan, kecanggihan vitur, kenyaman dan kecepatan dan bertransaksi akan lebih jauh lebih baik,”tegasnya sembari berharap, dengan fasilitas perbankan yang kian diperbarui ini masyarakat akan semakin dimudahkan, kian nyaman dan akhirnya akan menimbulkan tingkat kepercayaan pada bank.  Karena dalam era persaingan, tak bisa dipungkiri bahwa ketersediaan IT yang mumpuni menjadi syarat utama.

“Kita sedang bersaing dengan fintech dan sebagainya sehingga kita mengarahkan agar Bank NTT kedepan juga punya teknologi fintech, dan itu sementara kita jajaki kerjasama. Apalagi kita juga sedang bekerjasama dengan beberapa fintech di NTT yang sudah go publik. Seperti fintech di bidang perikanan, itu sudah mulai. Pembiayaan mereka melalui rekening Bank NTT.”

Menurutnya, dengan sistem yang baru ini sangat bagus, karena semua persyaratan kredit, filenya akan dibuat secara elektronik yang tentu saja akan memitigasi kredit agar nantinya tidak bermasalah lagi. Kedepan bagi pengajuan kredit yang dokumennya tidak lengkap, tidak mungkin diproses karena semuanya terproteksi secara elektronik. Sistemnya ada.

“Kedepan semua dana nasabah, dan transaksi akan terproteksi secara baik sistemnya. Itu keunggulan dari sistem yang baru. Kemudian dengan sistem yang baru ini, pengembangan fitur, dan file-file kita sudah dibuat secara elektronik,”ujarnya sembari berharap agar dalam waktu dekat ini, proses migrasi data dari sistem yang lama ke yang baru bisa berlangsung, dan terlebih, tidak ada kendala serius. Karena menuruhnya, membangun NTT tidak saja hanya berbicara melainkan lebih pada aksi nyata.

Dan menggunakan sistem yang baru, adalah sebuah pilihan yang harus diambil, karena demi keamanan dan kenyamanan dalam pelayanan kepada nasabah. Dia sangat yakin bahwa dari sisi sumber daya manusia, Bank NTT tidak ada masalah.

Diakui, Bank NTT memiliki SDM yang handal, yang siap bersaing, sehingga penerapan sistem yang baru bukanlah sebuah kendala, melainkan salah satu solusi utama demi mewujudkan NTT Bangkit NTT Sejahtera. “Ini adalah bagian dari ritme yang dimainkan oleh Bank NTT untuk mendukung perwujudan mimpi bapak gubernur, yakni mewujudkan NTT Bangkit NTT Sejahtera. Migrasi ini sudah kami rencanakan matang-matang dari kalangan internal, sehingga ketika tiba saatnya diluncurkan, akan memberi kemudahan-kemudahan kepada pengguna jasa perbankan. Ini juga sebuah karya monumental, agar masyarakat NTT pun percaya diri bahwa mereka memiliki bank yang berkualitas,”pungkas Izhak.

***

Untuk diketahui, pada akhir Januari kemarin, jajaran Direksi dan Komisaris Bank NTT melakukan kunjungan ke Jakarta.  Rombongan itu diantaranya Komisaris Independen Dr. Frans Gana, M.Si, Direktur Umum, Yohanis Landu Praing, SE., MM., Direktur Kepatuhan, Drs Hilarius Minggu, MM., Fernimus R. Musa (Kadiv IT Suport), Christofel S. M. Adoe (Kadiv Kepatuhan), Rahmat Saleh (Kadiv Umum), Louis Gonzalves Atie (Kadiv Manrisk), Anna Bere Tarak (Kadiv Operasional), serta sejumlah staf.

Bersama Timor Express, kunjungan ini berlangsung pada 23 Januari, ketika tim dari Bank NTT melakukan pertemuan dengan pihak PT. Fortress Data Service (FDS) yang merupakan vendor baru dalam sistem yang baru tersebut. Pertemuan yang berlangsung di salah satu ruang, Graha Mandiri Jakarta itu, Elvira Saputra selaku Direktur Operasional PT. FDS menjelaskan beberapa hal terkait teknis migrasi data dari sistem lama ke yang baru.

Mereka pun menentukan sejumlah tanggal migrasi, dan apa-apa saja yang harus dilakukan kedua pihak agar proses migrasi data berlangsung lancar dan aman, serta tidak menyebabkan ada data nasabah dan dokumen yang tercecer.

“Untuk memperlancar proses migrasi ini, maka kita akan melakukan sejumlah tahapan uji coba. Kita rancangkan tiga, bahkan bisa lebih untuk antisipasi. Yang akan kita tes dalam tahapan-tahapan ini adalah tidak saja sistem baru yang akan diterapkan, melainkan network (jaringan), dan sumber daya manusia yang akan mengelolanya, apakah sudah bisa menyesuaikan dengan sistem yang baru ataukah belum. Nah ini urgensinya, sehingga perlunya koordinasi terus menerus,”jelas Elvira sembari menambahkan, pihaknya berterimakasih kepada sikap kooperatif dari Bank NTT yang terus menerus berkomunikasi dengan mereka demi kelancaran migrasi.

Terpantau koran ini, diskusi yang berlangsung setidaknya tiga jam lebih itu cukup seru, karena terkait dengan teknis-teknis pelaksanaan uji coba dan juga berbagai langkah antisipasi, ketika adanya kesalahan teknis dalam proses migrasi. Saat itu, pihak Komisaris Bank NTT tak tinggal diam, menanyakan soal kemungkinan kegagalan pengiriman atau migrasi dan beberapa hal penting lainnya. Begitu pula Direktur Umum, Yohanis Landu Praing yang lebih banyak menyoroti soal syarat teknis dan administrasi, serta koordinasi di tingkat cabang dalam kaitannya dengan teknis input data , karena akan berdampak pada pelayanan kepada nasabah. Juga, Direktur Kepatuhan, Hilarius Minggu yang benar-benar berkonsentrasi dari sisi kelayakan sistem dan aplikasinya.

Terkait dengan masukan-masukan itu, pihak FDS menyatakan kesiapannya dalam berbagai masukan. Seperti dari sisi sistem pendukung, menurutnya, mereka sudah sangat siap. Malah mereka sudah mempunyai tenaga-tenaga yakni programer-programer berkualitas, yang akan disiagakan penuh saat proses migrasi terjadi. Baik itu dalam tahapan uji coba maupun ketika Go Life pada waktu yang ditetapkan. Direncanakan dalam waktu dekat.

“Pada prinsipnya, baik ssistem maupun tenaga, kami sudah sangat siap dalam proses migrasi ini. Kami maksimalkan agar migrasi ini berlangsung baik. Sistem yang kami pakai ini terproteksi secara baik, dan bahkan sudah sangat bisa dipakai untuk bank devisa,”tegasnya.

Sementara kepada koran ini, Elvira menambahkan bahwa FDS menjadi penyedia jasa aplikasi dan infrastruktur perbankan termasuk jasa dan  ekosistem digital bank bagi Bank NTT sehingga Bank NTT menjadi Anchor Bank/Digital Enabler di Provinsi NTT.

“Dan, dengan sistem yang baru ini, Bank jangkauan ekosistem Bank NTT menjadi lebih luas seperti UMKM, Koperasi, BPR, toko ritel, fintech dan eComerce. Nah, implementasi Core Banking merupakan langkah awal dari rencana  besar Bank NTT menjadi Anchor Bank di Provinsi NTT. Hal ini sejalan dengan rencana Project INTERCOST yang saat ini sedang dicanangkan oleh Bank NTT,” tegas Elvira.

DATA CENTRE. Rombongan dari Bank NTT, saat berada di kantor PT. DCI di Cibitung, 24 Januari lalu. (FOTO: Istimewa)

Tak hanya itu, melainkan siang itu juga, rombongan diajak menuju ke Cibitung, lokasi server yang akan digunakan, yakni milik PT. Data Centre Indonesia (DCI). Lokasi ini lumayan jauh dari kota Jakarta, setidaknya hampir satu jam perjalanan, dan terletak di kompkes industri, yang jauh dari hingar bingar warga, dan juga aktivitas sosial masyarakat yang mengganggu. Seperti aksi demonstrasi dan sebagainya.

Ketika rombongan tiba di halaman kantor yang megah itu, seluruh pengunjung diperiksa dari sisi administrasi dasar, yang dikonfirmasikan ke pihak pengirim (vendor, PT. FDS) untuk mengkonfirmasi kembali kebenaran data pengunjung. Tak hanya itu, proses konfirmasi ada yang cepat, ada yang lama karena tidak semua orang bisa masuk ke dalam.

Setiap pengunjung, diberi name card bertali putih, sebagai identitas tamu. Sedangkan disana, ada sejumlah identitas, seperti tanda pengenal bertali kuning, adalah staf yang hanya bisa mengakses ruangan-ruangan umum saja. Sementara yang bertali gantungan merah, memiliki akses yang lebih luas, namun setiap kali mereka ke ruangan, harus didampingi sejumlah staf bertali kuning, dan kode ke pintu ruangan tertentu, harus dibuka dengan pin sejumlah staf. Sistem keamanannya berstandar internasional. Dan untuk saat ini, mereka termasuk salah satu pusat data terbaik di Asia.

Kami diterima di ruangan NOC, sebuah ruangan khusus untuk tamu.  Danang, selaku officer pada PT DCI menjelaskan mengenai keunggulan sistem yang mereka pakai dan juga desain gedung yang seluruhnya menggunakan sistem di Jepang.

“Sehingga ketika gempa, gedung dan fasilitas-fasilitas lain disini masih aman. Sistem pemadam kebakaran kami menggunakan gas, dan ketika ada insiden seperti kebakaran dan insiden lain, maka customer care kami langsung menginformasikan ke customer kami agar mereka tau dan melakukan antisipasi. Kami punya kamera pengintai serta sensor di seluruh sudut kantor, dan tidak sembarang orang masuk ke ruangan-ruangan tertentu. Semua menggunakan kode dan juga scan sidik jari,”jelas Danang sembari mengajak kami menuju ke tiga gedung data mereka.

Untuk diketahui, gedung data mereka sangat terproteksi secara baik. Selain sistem keamanan yang berkualitas, juga setiap server selalu digandakan untuk pencadangan, demi antisipasi jika terjadi bencana dan sebagainya. Masih menurut Danang, pihaknya berterimakasih kepada Bank NTT yang sudah mempercayakan mereka sebagai mitra dalam penyimpanan data nasabah.

Kepada Timor Express, Danang secara terbuka menjelaskan, untuk saat ini, mereka adalah pusat data terbaik, dan terbesar di Indonesia. Sejumlah perusahaan perbankan nasional dan internasional yang berkantor di Indonesia, menggunakan jasa mereka.

“Syukurlah pak, saat ini jumlah mitra kita mencapai ratusan, dan yang berkantor di kawasan Thamrin (Jakarta Pusat)  dan beberapa kawasan vital Jakarta, adalah mitra kita. Kami sudah mendapatkan beberapa penghargaan dari berbagai lembaga keuangan nasional dan internasional, dan juga dari OJK. Itulah garansi yang kita berikan, karena ini terkait keamanan data dari setiap mitra kita,”tegas dia. (boy/bersambung)

Berita lainnya Advetorial

To Top