Gubernur Ingin Langkah Radikal Bangun Pendidikan NTT, Begini Konsepnya | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Gubernur Ingin Langkah Radikal Bangun Pendidikan NTT, Begini Konsepnya


Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat. (FOTO: Dok. Timex)

PENDIDIKAN

Gubernur Ingin Langkah Radikal Bangun Pendidikan NTT, Begini Konsepnya


BETUN, TIMEXKUPANG.com-Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) kembali melecutkan gagasan brilian. Saat berbicara di depan para pejabat dan masyarakat di rumah jabatan Bupati Malaka di Haitimuk, Minggu malam (9/2), VBL meminta Bupati Malaka, dr. Stef Bria Seran, MPH untuk mendesain sebuah konsep pendidikan dengan sistem pembelajaran untuk tiga mata pelajaran saja. Gubernur berharap konsep ini bisa diterapkan mulai tahun 2021 untuk pendidikan di jenjang SD, SMP, SMA/SMK.

“Saya minta Pak Bupati Malaka (dr. Stef Bria Seran, Red) atur anak-anak kita mulai dari SD, SMP, SMA/SMK, cukup tiga mata pelajaran saja yang diajarkan di sekolah. Ini agar peserta didik lebih fokus dan pahami betul,” ungkap Gubernur.

Tiga mata pelajaran yang dimaksudkan Gubernur VBL, yakni berhitung, bahasa dan sejarah keindonesiaan. “Selama ini para guru mengajar terlalu banyak mata pelajaran. Ajar semua tapi tidak ada yang tahu. Di Kupang ada anak SD kelas 5 tapi tidak tahu membaca. Ini repot,” paparnya.

Oleh karena itu, lanjut VBL, tahun 2021 nanti sudah tidak ada ujian nasional (UN), maka khusus untuk NTT sebaiknya pelajari saja tiga mata pelajaran itu.

“Saya akan lapor Bapak Presiden. Untuk NTT cukup tiga mata pelajaran saja yakni berhitung, yakni logika dan matematika, bahasa, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan bahasa daerah, serta sejarah Indonesia. Transfer knowledge ini yang perlu dilatih,” tegas Gubernur.

“Kalau anak-anak kita sudah kuat dengan tiga mata pelajaran ini maka mereka mau ke kampus mana saja pasti tembus, diluar negeri sekalipun, Karena standar pendidikan di Malaka sama dengan di Amerika,” tambahnya.

Menurut Gubernur, sekalipun masyarakat itu ada di desa, tapi pola pikir sama karena cara belajarnya juga sama.

BACA JUGA: Peserta UN 2020 akan Jalani Uji Coba Tes Asesmen Kompetensi Minimum

“Saya contohkan, bahwa KFC rasanya di Amerika sama dengan di NTT, karena cara masaknya dan racikannya sama. Kita mau NTT akan seperti itu,” ungkapnya.

Gubernur berharap semua pemangku kepentingan (stakeholders) untuk tidak main-main dengan produk sumber daya manusia di Provinsi NTT.

“Jangan bermimpi mau berhasil kalau model atau sistem pendidikan kita masih seperti ini. Ini tantangan kita. Kalau kita belajar masih seperti ini terus dengan banyak mata pelajaran, maka hanya menunggu gila saja,” kata Gubernur yang sangat berharap konsep pembelajaran dengan tiga mata pelajaran ini bisa dimulai dari Kabupaten Malaka.

“Harus dari Malaka tahun 2021. Kita harus menerapkan langkah-langkah yang radikal dalam dunia pendidikan,” tegas VBL.

Untuk diketahui, Gubernur VBL bersama rombongan melaksanakan kunjungan kerja selama dua hari di Malaka, sejak Minggu (9/2) hingga Senin (10/2).

Pada Minggu sore, Gubernur bersama rombongan mengunjungi Maubesi di Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka Tengah, sebagai teluk yang indah menjadi tempat favorit masyarakat Malaka untuk bertamasya.

Senin pagi, Gubernur bersama rombongan mengunjungi pembangunan jembatan Horoe II di Desa Sanleo dan pada siang pukul 11.00 wita Gubernur dan rombongan meninjau pengembangan porang dalam kawasan hutan di Nenuk Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu. (mg30)

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

To Top