Kembangkan Kawasan Wisata Moni Kelimutu, Pemprov Bangun Cottage | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kembangkan Kawasan Wisata Moni Kelimutu, Pemprov Bangun Cottage


DI MONI. Rombongan anggota Komisi II DPRD NTT saat berada di kawasan wisata Moni, Desa Koanara, Kecamatan Kelimutu, Ende, Selasa (11/2). (FOTO: Istimewa)

KABAR FLOBAMORATA

Kembangkan Kawasan Wisata Moni Kelimutu, Pemprov Bangun Cottage


Komisi II DPRD NTT Turun Pantau

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Kawasan Moni di Desa Koanara, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, perlahan mulai ditata. Kawasan ini ditata karena merupakan teras utama Danau Kelimutu yang terkenal karena keindahan panorama alamnya.

Anggota Komisi II, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTT yang memantau kawasan itu Selasa (11/2), menemukan fakta adanya upaya pengembangan salah satu kawasan dari tujuh destinasi baru yang menjadi prioritas pengembangan di masa kepemimpinan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur, Josef Nae Soi.

Ketua Komisi II DPRD NTT, Kasimirus Kolo, mengatakan, masyarakat di Kawasan Moni, khususnya Desa Koanara patut bersyukur kepada Pemprov NTT karena menetapkan wilayah itu dalam program pengembangan tujuh destinasi baru di NTT.

“Semoga kehadiran program tersebut membawa rangsangan bagi upaya peningkatan ekonomi rakyat. Untuk itu agar perlu direncanakan dengan baik melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) sehingga menjadi penyangga utama Kelimutu itu sendiri,” kata Kasimirus.

Kasimirus juga meminta masyarakat setempat agar terus mengembangkan keunggulan lokal karena belum tentu dimiliki daerah lain. Perlu adanya kolaborasi dan kerja sama untuk membangun daerah ini menjadi pusat perekonomian wisata yang baru.

Kasimirus menambahkan, sejumlah kekurangan yang ada akan ditindaklanjuti bersama dengan Dinas Pariwisata NTT, misalnya soal dukungan ketersedian air bersih di kawasan tersebut.

“Bangunan boleh oke, alam boleh bagus dan menarik, tapi kalau air tidak ada, yang jelas pasti tidak akan ada yang datang,” tandasnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi NTT, Alfonsius Ara Kian yang ikut bersama rombongan Komisi II DPRD NTT dalam keterangan tertulisnya menjelaskan, bahwa Pemprov NTT telah membangun cottage diatas lahan milik Pemprov seluas 8 hektare.

Menurut Alfons, ada dua lahan yang dibangun cottage. Lahan pertama seluas 5 hektare telah dibangun 4 cottage, 1 resto, dan 3 lopo. Sedangkan lahan kedua seluas 3 hektare juga terdapat cottage yang dikelola langsung Pemerintah Kabupaten Ende.

Program tersebut menurut Alfons dikelola langsung masyarakat setempat melalui Bumdes dengan dana disiapkan Pemprov. Sistem yang digunakan adalah bagi hasil, dimana 90 persen untuk desa, dan 10 persen untuk pendapatan asli daerah (PAD) NTT.

“Ya intinya masyarakat setempat mendapat manfaat dari program ini,” kata Alfons dihadapan rombongan Komisi II yang dipimpin Kasimirus Kolo, dengan anggota diantaranya, Thomas Tiba, Patrianus Lali Wolo, Cornelis Feoh, Johanis Lakapu, Obet Naitboho, Reni Marlina Un, Dominikus A. Rangga Kaka, Moh. S. Puarake, Bernadus Taek, Camat Kelimutu beserta jajaran, dan staf Bidang Lingkungan Hidup. (*/aln)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top