Bocah 9 Tahun Pegang Uang Rp 50 Ribu, Orang Tua Curiga, Saat Diselidiki Pengakuan Si Bocah Bikin Orang Tua Murka | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bocah 9 Tahun Pegang Uang Rp 50 Ribu, Orang Tua Curiga, Saat Diselidiki Pengakuan Si Bocah Bikin Orang Tua Murka


Kasat Reskrim Polres Sikka, Heffri Dwi Irawan, SH., SIK. (FOTO: Karel Pandu/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Bocah 9 Tahun Pegang Uang Rp 50 Ribu, Orang Tua Curiga, Saat Diselidiki Pengakuan Si Bocah Bikin Orang Tua Murka


MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Perlakuan seorang kakek bernama Johanis Juang, 72, tak pantas ditiru. Bagaimana tidak, ia tega memperdayai seorang bocah perempuan yang masih berusia 9 tahun dengan memerkosa si bocah di kediaman sang kakek.

Kejadian yang menimpa bocah berinisial VDB asal Klotong, Dusun Gade, Desa Wolon Walu, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka itu terjadi pada Kamis (30/1) lalu sekitar pukul 13.30 Wita. Peristiwa itu baru dilaporkan orang tua VDB ke Polsek Bola, pada Selasa (11/2).

Kasat Reskrim Polres Sikka, Heffri Dwi Irawan, SH, SIK membenarkan adanya pemerkosaan terhadap anak dibawah umur oleh seorang kakek berumur 72 tahun.

Menurut Heffri, saat ini anggota Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) tengah mendampingi korban untuk melakukan visum. Heffri juga mengaku kasus itu baru dilimpahkan Polsek Bola ke Polres Sikka, Rabu (12/2).

“Benar ada laporan kasus pemerkosaan, namun baru dilimpahkan tadi pagi ke Polres Sikka,” ungkap Heffri saat ditemui TIMEXKUPANG.com di ruang kerjanya Rabu (12/2).

Heffri menjelaskan, sesuai kronologis laporan, kejadian ini bermula ketika korban VDB baru selesai bermain bersama kedua temannya, dan tengah beristirahat di pinggir jalan. Tiba-tiba pelaku Johanis datang menghampiri korban VDB dan mengajak ke rumah sang kakek. Sesampai di rumah pelaku Johanis langsung membuka paksa pakaian korban VDB dan melakukan aksi tak terpujinya.

Usai melampiaskan nafsunya, lanjut Heffri, pelaku kemudian mengendong korban VDB keluar rumah dalam keadaan telannjang dan ingin melanjutkan perbuatannya ditempat yang lain. Namun saat itu secara kebetulan ada saksi yang melihat aksi Johanis sehingga sang pelaku kembali memakaikan pakaian korban.

Usai melakukan aksi bejadnya, kakek Johanis memberikan uang senilai Rp 50.000 kepada VDB, dan mengancam akan menggorok leher korban apabila korban melaporkan peristiwa itu kepada orang lain, termasuk kepada kedua orangtuannya.

Peristiwa itu baru terbongkar Sabtu (8/2), setelah orang tua VDB mencurigai anaknya itu memegang uang dengan pecahan Rp 50 ribu. Setelah diselidiki kedua orangtuanya, korbanpun mengaku kalau uang tersebut diperolehnya dari pelaku. Namun orangtua terus mecari tahu awal VDB memperoleh uang tersebut. Korban akhirnya mengaku kalau ia diperkosa kakek Johanis. Bagai disambar petir ibu korban pun murka dengan kelakukan si kakek Johanis. Ibu korban kemudian langsung melaporkan kejadian yang dialami anaknya itu ke Polsek Bola.

“Atas laporan pihak korban itu, polisi berjanji akan segera menangkap pelaku yang tegah memperkosa anak di bawah umur. Saat ini Polisi meyakini pelaku masih berada disekitar wilayah Desa Wolowalu, Kecamatan Bola,” kata Heffri yang menambahkan, korban VDB yang masih duduk dibangku kelas 2 SD itu akan divisum terlebih dahulu.

Ibu kandung korban, JJ yang didampingi salah seorang warga Desa Wolonwalu, Magdalena kepada media ini saat ditemui di Mapolres Sikka mengaku kesal dengan sikap kakek 72 tahun yang tega memperkosa murid kelas 2 SD itu.

Menurut Magdalena, pelaku Johanis hanya tinggal seorang diri di Wolonwalu.
Saat melihat VDB dan dua temannya melintas di jalan yang tidak jauh dari rumah pelaku, secara tiba–tiba Johanis menghampiri VDB dan membawanya ke dalam rumah lalu memperkosa korban.

“Kami minta agar polisi menghukum pelaku seberat-beratnya karena anak kami sudah menjadi korban kebejatannya,” tandas Magdalena. (Kr5)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top