Jumlah Kasus DBD Terus Meningkat, 6 Kecamatan Tertinggi, Bupati Sikka Perpanjang Status KLB | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Jumlah Kasus DBD Terus Meningkat, 6 Kecamatan Tertinggi, Bupati Sikka Perpanjang Status KLB


PERANGI NYAMUK DBD. Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo (tengah) bersama pejabat dari Kemenkes RI, Mat Izi (kanan) saat memimpin rapat koordinasi dalam rangka pemberantasan nyamuk DBD di ruang kerja bupati, Kamis (13/2). (FOTO: Karel Pandu/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Jumlah Kasus DBD Terus Meningkat, 6 Kecamatan Tertinggi, Bupati Sikka Perpanjang Status KLB


MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kabupaten Sikka akhirnya memperpanjang lagi status Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah Dengue (DBD) yang mewabah di kabupaten itu. Pasalnya kasus DBD di Sikka terus meningkat hingga mencapai 567 kasus, dari sebelumnya sebanyak 405 kasus. Perpanjangan status KLB ini merupakan yang kedua.

Perpanjangan status KLB itu disampaikan langsung Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo saat rapat koordinasi dengan staf Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI di ruang kerja Bupati di Maumere, Kamis (13/2).

Pada kesempatan itu, Bupati yang akrab disapa Robi itu menjelaskan meningkatnya kasus DBD di Sikka lantaran kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. Karena kasus DBD terus meningkat maka pemerintah bersama TNI-Polri menyatakan perang melawan jentik nyamuk yang merajalela di Sikka.

“Karena jentik nyamuk terus meningkat maka pemerintah bersama TNI-Polri menyatakan perang dengan jentik nyamuk yang sudah mewabah di Sikka,” tegas Robi.

Dalam rapat bersama tim Kemenkes itu, Robi mengaku walau kasus DBD meningkat, Pemkab Sikka akan terus menekan dan mengurangi angka kematian akibat DBD.

“Saat ini kasus terus meningkat namun kita harus berjuang untuk menekan angka kematian dan meningkatkan kebersihan lingkungan di wilayah masing-masing,” ungkap Robi.

BACA JUGA: Pemkab Sikka Perpanjang KLB DBD, Tembus 405 Kasus, Tersebar di 19 Kecamatan

Robi juga memberikan apresiaai kepada tim medis dan Dinas Kesehatan yang telah berjuang untuk mengurangi angka kematian akibat kasus DBD tersebut. Robi mengajak seluruh stakeholder untuk memerangi nyamuk secara besar-besaran. Bahkan kedepan kata Robi akan diadakan libur khusus untuk memberantas DBD.

Sementara itu, drg. Harlin Hutaurak, M.Si saat membeberkan kasus DBD yang tersebar di 21 kecamatan di wilayah Kabupaten Sikka membeberkan bahwa ada 6 kecamatan yang mengalami peningkatan kasus DBD sangat tinggi. Diantaranya Kecamatan Magepanda, Alok, Nita, Alok Barat, Alok Timur, dan Kecamatan Talibura.

“Hingga saat ini kasus DBD yang masih tergolong sangat tinggi berada pada 6 kecamatan. Pihak dinas kata Harlin juga terus berupaya untuk menurunkan angka kasus DBD yang saat ini mencapai 567 kasus,” jelas Harlin.

Hal senda juga disampaikan Kepala Seksi Penularan Arbovirosis Kemenkes RI, Mat Izi bahwa, dalam memberantas DBD, upaya fogging bukan jalan yang terbaik. Karena dengan foging bukan mematikan nyamuk.

Menurutnya, jalan terbaik memerangi jentik nyamuk DBD adalah melakukan membersihan lingkungan mulai dari dalam rumah. Sampah-sampah dan kaleng bekas atau botol yang mudah tergenang air menjadi sumber berkembangnya jentik nyamuk harus dimusnahkan.

“Foging bukan jalan keluar terbaik untuk mematikan nyamuk. Yang terbaik adalah membersihkan lingkungan. Jangan membiarkan air tergenang terutama kaleng bekas, dan tempat sampah lainnya yang mudah tergenang air,” tandasnya. (Kr5)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top