4 Tersangka Dugaan Korupsi Penyaluran Kredit Fiktif Bank NTT segera Diadili | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

4 Tersangka Dugaan Korupsi Penyaluran Kredit Fiktif Bank NTT segera Diadili


TIM HUKUM. Marsel Radja (kanan) bersama tim kusa hukum para tersangka tengah berbincang dengan Tri Yohanis alias Tejo di Kantor Kejari Kupang, Jumat (14/2). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

4 Tersangka Dugaan Korupsi Penyaluran Kredit Fiktif Bank NTT segera Diadili


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Jaksa penyidik Kejaksaan Negeri Kupang tidak membutuhkan waktu lama untuk melengkapi semua berkas pasca penetapkan empat orang karyawan Bank NTT sebagai tersangka (TSK), dugaan korupsi penyaluran kredit fiktif pada kantor cabang utama (KCU) Bank NTT tahun 2018.

Berkat kerja keras jaksa penyidik, berkas-berkas tersebut telah dinyatakan lengkap dan dilimpahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU), dan selanjutnya didaftarkan ke Pengadilan untuk segera diadili.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Kupang, Maks Oder Sumbu kepada Timor Express, melalui Kasi Intel, Alboin Blegur membenarkan proses pelimpahan berkas dan para tersangka tersebut.

Menurut Alboin, berkas perkara itu displit menjadi tiga berkas dengan rincian tersangka Bonefasius Ola Masan, Yohana Bailao, dan Johan Nggebu pada satu berkas, sedangkan tersangka Tri Yohanis Alis Tejo dengan berkas tersendiri. Sementara tersangka Linda Liudianto dan Hadmen Puri digabung menjadi satu berkas.

Alboin menjelaskan, untuk pelimpahan hari ini sebanyak dua berkas perkara yang dilimpahkan dari jaksa penyidik kepada JPU dan selanjutnya diteliti lalu disusun dakwaan.

“Sesuai dengan waktu yang ditentukan setelah pelimpahan ini kita segera melakukan pelimpahan lagi ke pengadilan agar segera disidangkan,” katanya.

BACA JUGA: Kredit Macet, Jaksa Panggil Lima Debitur Bank NTT

Menurutnya pada waktu yang sama, jaksa penyidik menyatakan berkas dari Linda Liudianto dan Hadmen Puri sudah dinyatakan P21 dan menunggu pelimpahan tahap kedua.

“Minggu depan kita juga sudah tahap duakan berkas dan TSK Linda Liudianto dan Hadmen Puri,” tuturnya.

Sementara Marsel Radja, kuasa hukun Tri Yohanis alias Yohanis Agus alias Tejo mengatakan dirinya mengapresiasi proses pemberkasan atas kasus yang menimpa kliennya bersama lima orang rekannya.

Marsel dan tim penyerahan dari penyidik ke penuntut JPU menyusun dakwaan dan melimpahkan ke pengadilan Tipikor. “Proses persidangan ini sebenarnya untuk menguji keterlibatan serta perbuatan dari tersangka, apakah perbuatannya itu merupakan perbuatan pidana atau bukan. Jadi proses ini lebih cepat lebih bagus agar kita bisa melihat siapa sebenarnya melalui tahap pembuktian di pengadialan,” katanya.

Menurut Marsel, kliennya dalam kasus ini hanya berperan atau bertugas sebagai orang yang memprospek nasabah yang hendak mengajukan pinjaman.
“Apakah perbuatan ini adalah perbuatan pidana? Nanti kita akan buktikan pada persidangan tentunya,” ujar salah satu pengacara senior di Kota Kupang ini.

Pantauan TIMEXKUPANG.com di kantor Kejari Kota Kupang tampak hadir keluarga dan para pengacara masing-masing tersangka. (mg29)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top