Usut Mafia BBM di Sarai, Forum Mahasiswa Minta Kapolda Copot Kapolsek Sabu Barat | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Usut Mafia BBM di Sarai, Forum Mahasiswa Minta Kapolda Copot Kapolsek Sabu Barat


DEMO. Masa aksi saat bergerak melintasi jalan El Tari menuju Gedung DPRD NTT, Jumat (14/2). Mereka menuntut penyelesaian mafia BBM di Sabu Raijua.(FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Usut Mafia BBM di Sarai, Forum Mahasiswa Minta Kapolda Copot Kapolsek Sabu Barat


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Forum Mahasiswa Asal Sabu Raijua (Sarai) dan Forum Peduli Masyarakat Sarai menuntut Kapolda NTT untuk mengungkap tuntas kasus penimbunan bahan bakar minyak (BBM) serta menangkap para mafia BBM di Kabupaten Sarai.

Desakan tersebut disampaikan forum mahasiswa dan masyarakat Sarai saat mengelar aksi demonstrasi di depan Mapolda NTT, Jumat (14/2).

Menurut salah satu orator aksi itu bahwa mafia minyak di Sarai sudah berlangsung lama, dan menyebabkan terjadinya kelangkaan BBM sehingga berdampak pada tingginya harga BBM yang dibeli masyarakat.

Selain itu diduga kuat terdapat oknum kepolisian yang berpangkat kompol dan menjabat sebagai Kapolsek Sabu Barat ikut menimbun BBM.

Untuk itu, melalui aksi itu pihaknya mendesak kepada kapolda agar segera mencopot jabatan kapolsek sabu barat dan mengungkap para mafia yang terlibat.

“Aksi kami ini bentuk perhatian kepada masyarakat Sarai dan bentuk dukungan serta protes atas proses hukum yang telah dilakukan di sarai terhadap pelaku penimbunan BBM dimana pelakunya adalah seorang anggota polri dan menjabat sebagai Kapolsek Sabu Barat karena sudah mencoreng nama baik institusi polri,” katanya.

Selain itu masa aksi menilai Bupati Sarai tidak ada kepedulian serta keseriusan dalam menangani persoalan BBM. Kemudian Bupati Sarai juga mengeluarkan pernyataan bahwa ada oknum DPRD Sarai yang terlibat dalam mafia BBM tersebut.

“Kami juga ingin sampaikan kepada pemerintah agar tidak tidur dalam penanganan kasus ini kemudian menjadi busuk seperti telur busuk karena masyarakat yang mengalami dampaknya,” sebutnya.

“Kapolsek juga telah melakukan pelanggaran sesuai dengan yang tertuang dalam undang-undang nomor 22 Tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi maka kapolda harus menindak tegas oknum Kapoksek itu,” tambahnya.

Usai menyampaikan orasi didepan Mapolda NTT masa aksi yang diperkirakan menjapai puluhan orang itu lalu melanjutkan aksi longmarch ke kantor DPRD NTT untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Aksi tersebut juga mendapat pengawalan ketat dai aparat kepolisian baik dari Lantas maupun Dalmas Polda NTT dan Polres Kupang Kota. (mg29)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top