Matim Gelar Pasukan Hadapi Bencana, Begini Harapan Sekda | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Matim Gelar Pasukan Hadapi Bencana, Begini Harapan Sekda


INSPEKSI PASUKAN. Sekda Matim, Boni Hasudungan (kedua kiri) saat menginspeksi pasukan pada apel kesiapsiagaan bencana di halaman kantor Bupati Matim di Lehong, Desa Gurung Liwut, Kota Borong, Kamis (13/2). (FOTO: Fansi Runggat/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Matim Gelar Pasukan Hadapi Bencana, Begini Harapan Sekda


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Guna meningkatkan kesiapsiagaan menghadap bencana di Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Matim bersama unsur TNI/Polri menggelar apel pasukan di halaman kantor Bupati di Lehong, Desa Gurung Liwut, Kota Borong, Kamis (13/2).

Sekertaris Daerah (Sekda) Matim, Boni Hasudungan bertindak sebagai Inspektur Upacara. Perwira upacara Kabag OPS Polres Matim AKP Yohanes Bastian Simon, dan komandan upacara Kasiwas Polres Matim, Ipda Bagus S. Adinegara.

Hadir dalam upacara tersebut Kapolres Matim, AKBP Nugroho Arie Siswanto, sejumlah pimpinan OPD, para Asisten Setda Sikka, staf ahli Bupati Matim, para Kasat dan pejabat lain di Polres Matim, sejumlah Kapolsek di Polres Matim.

Sekda yang juga Kepala (exofficio) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Matim, Boni Hasudungan, dalam arahanya mengatakan, secara geografis, hidrologis dan klimatologis, Matim masuk dalam wilayah yang memiliki potensi serta intensitas kejadian bencana yang cukup tinggi. Baik bencana alam, non alam maupun bencana sosial.

Kondisi alam seperti ini, kata Boni, menimbulkan risiko bencana yang tinggi. Dimana sebagian besar wilayah berada dalam kawasan rawan bencana, baik rawan ancaman banjir, kekeringan, gelombang pasang/abrasi, tanah longsor, kebakaran, angin puting beliung, juga ancaman bencana lainnya.

“Kejadian-kejadian bencana tersebut dari waktu ke waktu cenderung bertambah dan meningkat. Baik intensitas, besaran maupun dampaknya bagi masyarakat. Melihat kondisi ini tentunya pantas untuk diperhatikan mengingat akibat yang ditimbulkan memiliki dampak yang luas, baik secara sosial, psikis maupun ekonomi,” kata Boni Hasudungan.

Merespon kompleksitas kebencanaan di Matim serta melihat kondisi sekarang yang sedang dalam musim penghujan, kata Boni, sesuai Instruksi Presiden dalam rakornas penanggulangan bencana tahun 2020, maka seluruh instansi harus bersinergi untuk pencegahan dan mitigasi bencana.

“Juga pengendalian tata ruang berbasis pengurangan risiko bencana. Selain itu seluruh daerah harus segera menyusun rencana kontijensi. Instruksi lain juga, penanggulangan bencana harus dilaksanakan dengan pendekatan kolaboratif yang pentahelix,” ungkapnyya.

Sekda Matim, Boni Hasudungan bertindak sebagai Inspektur Upacara apel siaga bencana di Borong. (FOTO: Fansi Runggat/TIMEX)

Masih menurut Boni, dalam instruksi itu, Panglima TNI dan Kapolri juga turut serta mendukung upaya penanggulangan bencana serta BPBD dalam manajemen kedaruratan bencana untuk melakukan komando dan koordinasi sesuai dengan klaster-klaster, termasuk pasca pemulihan bencana.

“Untuk penyelesaian secara permanen, saya memerintahkan seluruh pihak untuk melakukan rehabilitasi lahan dan perbaikan lingkungan, rekayasa teknik, rekayasa sosial, penegakan hukum dan penyadaran kolektif untuk seluruh masyarakat dalam penanggulangan bencana,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Boni menyampaikan sejumlah harapan, yakni untuk antisipasi ancaman bencana diperlukan kesiapsiagaan semua jajaran, baik pemerintah, swasta, relawan, maupun masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana.

“Saya harap seluruh pemangku kepentingan dan elemen masyarakat, harus tanggap terhadap ancaman bencana. Bukan hanya saat terjadi tanggap darurat bencana, tetapi juga pada pra bencana dan pascabencana. Juga penanggulangan bencana itu, tidak lagi hanya dititikberatkan pada kedaruratan saja,” katanya.

Kepala Pelaksana BPBD Matim, Anton Dergon, kepada TIMEXKUPANG.com usai apel siaga bencana menjelaskan, kegiatan itu bertujuan meningkatkan koordinasi dalam upaya penanggulangan dan menghadapi bencana alam. Baik pada musim penghujan dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat dalam menghadapi puncak musim hujan.

Selain itu, lanjutnya, memberikan pemahaman agar selalu menjaga dan melestarikan lingkungan, sehingga dapat mewujudkan Matim yang sejahtera, berdaya dan berbudaya.

“Apel ini dilakukan untuk mengantisipasi kalau terjadi bencana. Artinya sudah tahu bahwa ini adalah personil kita yang turun ketika terjadi bencana,” jelasnya.

Terkait peristiwa bencana alam yang terjadi tahun ini, menurut Dergon jumlah cukup banyak. Sebut saja bencana di awal tahun 2020 ini, puluhan rumah di Desa Satar Kampas rusak karena angin. Ada banjir di sejumlah wilaah yang mengakibatkan sejumlah bangunan irigasi rusak serta jembatan Wae Maras di Kecamatan Elar Selatan juga rusak.

“Terkait bencana yang terjadi ini, kami sudah koordinasi dengan dinas terkait untuk sama-sama melihat dan mengkaji kerusakan terjadi. Termasuk kerugian. Setelah itu nanti buat laporan ke Bupati untuk bisa keluarkan pernyataan bencana. Sehingga dasar itu, dinas terkait bisa beri bantuan. Sementara kami dari BPBD, hanya bawa bantuan darurat, seperti logistik,” ujar Dergon. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top