Pemkab Malaka Prioritas Bangun Kembali Rumah Warga yang Rusak, Politisi Kirim Sembako | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pemkab Malaka Prioritas Bangun Kembali Rumah Warga yang Rusak, Politisi Kirim Sembako


PENJELASAN. Sekda Malaka, Donatus Bere memberi penjelasan kepada wartawan, Rabu (12/2) terkait langkah yang akan dilakukan dalam penanganan korban pasca bencana angin puting beliung di Kecamatan Malaka Tengah, Senin (10/2) lalu. Tampak Sekda didampingi salah satu pejabat Pemkab Malaka, Folgen Fahik (kiri). (FOTO: Pisto Bere/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Pemkab Malaka Prioritas Bangun Kembali Rumah Warga yang Rusak, Politisi Kirim Sembako


BETUN, TIMEXKUPANG.com-Bencana angin puting beliung yang memporak-porandakan rumah warga di Desa Railor dan Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka Tengah, Senin (10/2), menarik simpati banyak pihak. Baik itu pemerintah, politisi hingga ibu-ibu Dharma Wanita. Aksi itu diwujudkan dalam bentuk pemberian bantuan.

Khusus Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka, Bupati dr. Stefanus Bria Seran, MPH memerintah sejumlah instansi teknis untuk cepat mendata korban dan memberikan bantuan atau penanganan segera.

“Prioritas utama Bapak Bupati (dr. Stef Bria Seran, Red) adalah membagun serta merenovasi rumah masyarakat yang rusak akibat bencana tersebut,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Malaka, Donatus Bere, SH., kepada awak media di Betun, Rabu (12/2).

Sekda Donatus Bere mengatakan bahwa Bapak dengan tegas menyatakan bahwa yang menjadi prioritas dari bencana ini bukan makan mie instan, bukan makan nasi, tapi bagaimana memprioritaskan perbaikan rumah-rumah warga yang rusak akibat bencana ini.

“Ini prinsip Pak Bupati, dan kami sudah tindaklanjuti dengan memerintahkan Dinas PU melakukan perhitungan, untuk satu rumah membutuhkan berapa biaya untuk perbaikan, minggu depan kita eksekusi,” jelas Donatus.

Menyinggung mengenai ketersediaan anggaran renovasi rumah warga, Sekda menggaku anggarannya sudah tersedia, tidak melalui perubahan melainkan ini merupakan anggaran murni dari APBD 2020.

Bupati, kata Sekda tegas menyatakan bahwa bencana seperti ini yang harus diprioritaskan adalah bagaimana membantu warga korban bencana memperbaiki rumah-rumah mereka, bukan bantu sembako.

“Pemerintah lebih prioritas pada rumah bukan sembako, makanya jangan melihat pemerintah daerah pasif, kami tidak pasif. Kami tetap aktif untuk mengatasi kondisi warga,” tegas Donatus.

Donatus menuturkan, sejak hari pertama sejumlah instansi terkait sudah membantu, dan untuk bantu beras dinas sosial masih melihat apakah masyarakat membutuhkan beras atau tidak, jangan sampai masyarakat tidak butuh beras tetapi butuh renovasi rumah yang rusak.

“Ini yang perlu kami kaji berdasarkan informasi dari desa dan camat apakah masyarakat butuh makan atau butuh rumah, karena ini bukan bencana alam banjir, kebakaran, sehinga kita bangun posko memberikan bantuan sembako,” urainya.

Mengenai data rumah-rumah warga yang rusak, Donatus menyebutkan, sampai saat ini sesuai data ada 45 unit rumah yang mendapat prioritas renovasi ditambah fasilitas Posyandu.

Kepala Desa Railor, Wilfridus Seran, mengatakan pihaknya sudah melaporkan data-data kerusakan rumah warga di desanya ke pemerintah. Pemerintah juga telah menyalurkan sejumlah bantuan seperti perabot rumah tangga, tikar, dan terpal. Sementara dari pihak Koramil ada bantuan makanan siap saji, sedangkan dari Kantor Agama membantu mie instan dan air mineral.

Anggota DPRD Malaka, Felix Bere Nahak (tengah) saat membawa bantuan untuk korban bencana alam. (FOTO: Pisto Bere/TIMEX)

Bantuan Anggota DPRD Malaka

Wujudkan rasa kepedulian terhadap sesama yang terkena bencana alam di Desa Fahiluka dan Desa Railor, Kecamatan Malaka Tengah juga datang dari anggota DPRD Malaka, Felix Bere Nahak. Begitu mendapat informasi bencana ini, Felix langsung memobilisasi bantuan berupa sembako dan dibagikan kepada korban bencana puting beliung.

Felix yang juga Ketua Komisi III DPRD Malaka tak cuma datang membawa bantuan, namun ia juga terjun langsung membantu membersihkan puing-puing rumahh masyarakat korban bencana alam tersebut.

“Korban bencana ini merupakan keluarga semua. Kita peduli pada mereka dengan memberikan bantuan sembako seadanya sebagai bentuk kepedulian dan keprihatian atas musibah yang menimpa mereka,” ungkap Feliks Bere Nahak, saat ditemui dilokasi bencana, Selasa (11/2).

Menurut Feliks, kehadiran dirinya sebagai bentuk perhatian juga untuk memberi semangat kepada tim terpadu yang sedang berada di lapangan membantu membersihkan puing-puing rumah warga yang rusak.

Dirinya mengaku, apa yang dilakukan ini murni rasa kemanusiaan, tidak ada niat apapun selain membantu dan memberikan dukungan terhadap sesama.

Warga Korban Bencana Benediktus Bere, menyampaikan terimakasih kepada Felix Bere Nahak yang sudah ikut berempati dan peduli dengan memberikan bantuan berupa sembako kepada para korban bencana alam ini.

Anggota DPR RI, Edward Tanur melalui utusannya saat menyerahkan bantuan untuk korban bencana alam di Malaka Tengah. (FOTO: Pisto Bere/TIMEX)

Kepedulian Edward Tanur, Anggota DPR RI

Anggota DPR/MPR RI dari Fraksi PKB, Edward Tannur juga ikut ambil bagian meringankan beban warga korban bencana ini dengan memberikan bantuan berupa satu ton beras dan mie instan yang diserahkan pada Kamis (13/2).

Bantuan yang dibawa Allen Daud Dukabain, salah satu tenaga ahli Edward Tanur bersama Wakil Ketua II DPRD Malaka, Hendrikus Fahik diterima langsung Kepala Desa Railor Wilfridus Seran serta masyarakat penerima bantuan.

Allen Daud Dukabain, saat ditemui media ini menjelaskan bahwa, begitu mendapat informasi warga Malaka mendapat musibah, Edward langsung memerintahkan dirinya membawa bantuan untuk warga yang menjadi korban.

“Sebenarnya Pak Edward yang datang untuk menyerahkan bantuan ini secara langsung sekaligus ingin melihat keadaan dan situasi bencana ini, namun karena kesibukan sehingga beliau menugaskan saya datang menyerahkan bantuan ini untuk warga Desa Railor dan Desa Fahiluka,” katanya Allen seraya menambahkan, bantuan ini sebagai wujud rasa empati Edward Tanur musibah yang dialami sesama saudara di Malaka.

Menurut Allen, bantuan yang diberikan itu berupa beras sebanyak satu ton, makanan ringan, dan mie instan. “Ini kan tanggap darurat, sehingga bantuan ini yang kami berikan. Kiranya masyarakat tetap tegar dan kuat menghadapi cobaan ini. Pesan Pak Edward, beliau tetap membuka hati untuk selalu bergandengan tangan untuk ikut mewujudkan rasa aman, nyaman, dan tentram bagi masyarakat dalam menghadapi musibah ini,” ungkapnya.

Kepala Desa Railor, Wilfridus Seran, mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian anggota DPR RI, Edward Tannur. “Bantuan ini sangat membantu masyarakat yang terkena dampak angin puting beliung,” katanya. (mg30)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top