Pemkab TTU dan TNI-Polri Gelar Pasukan Satgas Siaga Bencana | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pemkab TTU dan TNI-Polri Gelar Pasukan Satgas Siaga Bencana


APEL SIAGA. Penjabat Sekda TTU, Fransiskus Tilis didampingi Dandim 1618/TTU Letkol Arm Roni Juanidi dan Wakapolres TTU, Kompol Yeter Selan menginspeksi anggota Satgas pada upacara gelar pasukan siaga bencana di lapangan upacara Polres TTU, Kamis (13/2). (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Pemkab TTU dan TNI-Polri Gelar Pasukan Satgas Siaga Bencana


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Timor Tengah Utara (TTU) bersama Kodim 1618/TTU dan Polres TTU menggelar upacara gelar pasukan Satuan Tugas (Satgas) Siaga Bencana di lapangan upacara Polres TTU, Kamis (13/2) pagi.

Satgas Siaga Bencana yang dibentuk itu melibatkan aparat dari Polres TTU, Kodim 1618/TTU, Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan RSUD Kefamenanu.

Gelar pasukan itu dihadiri Penjabat Sekda TTU, Fransiskus Tilis, Dandim 1618/TTU, Letkol Arm. Roni Junaidi, Wakapolres TTU, Kompol Yeter Benediktus Selan, Kepala Dinas Sosial, Pace Dami, Plt Kepala BPBD TTU, Yosefina Lake, Direktur RSUD TTU, dr. Agustina Tanu Saputra, dan prajurit TNI dan Polri.

Penjabat Sekda TTU, Fransiskus Tilis kepada Timor Express, di Kefamenanu, Jumat (14/2) mengatakan, pelaksanaan apel kesiapsiagaan antisipasi bencana alam dengan melibatkan sejumlah unsur terkait ini merupakan komitmen bersama untuk kemaslahatan masyarakat di TTU.

Dikatakan, bencana alam merupakan salah satu tragedi yang selalu mendatangkan banyak kerugian. Banyak korban berjatuhan sehingga membutuhkan uluran tangan banyak orang. Negara, pada dasarnya didirikan untuk melindungi masyarakat dan memberikan rasa nyaman pada seluruh komponen masyarakat.

“Penanganan bencana alam tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah, melainkan perlu dalam kerangka kerjasama dan koordinasi dengan semua pihak sehingga sinergitas TNI, Polri, pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan adalah tujuan utamanya,” tutur Fransiskus.

Fransiskus menyebutkan, sejumlah potensi bencana yang mengancam wilayah Kabupaten TTU diantaranya, kerawanan pangan berujung kelaparan, kekurangan air bersih sebagai akibat dari rendahnya curah hujan saat ini.
“Bahaya kekeringan dan kelaparan inilah yang patut untuk diantisipasi secara lebih intens di daerah ini selain bencana-bencana lainnya seperti banjir, longsor, angin puting beliung dan lainnya,” katanya.

Menurut Fransiskus, pemerintah pusat telah mengeluarkan edaran bagi Gubernur dan Walikota/Bupati se-Indonesia, yang intinya meminta para kepala daerah melakukan langkah-langkah strategis membangun komitmen bersama untuk pencegahan dan antisipasi penanganan bencana di wilayah masing-masing.

“Sudah ada surat edaran dari Pemerintah Pusat untuk membentuk posko kesiapsiagaan pemerintah daerah dan melakukan pemantauan secara cermat terhadap informasi cuaca dan/atau peringatan dini BMKG, BNPB dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi untuk mengetahui perkembangan situasi terkini,” jelasnya.

Untuk itu, Fransiskus berharap pentingnya sinergitas TNI, Polri dan Pemerintah Daerah sehingga dapat bekerjasama mengantisipasi terjadinya bencana di daerah ini.

Dandim 1618/TTU, Letkol Arm Roni Junaidi menuturkan, langkah-langkah yang telah ditempuh jajarannya dalam rangka kesiapsiagaan penanggulangan bencana di wilayah TTU adalah dengan membentuk Satgas Tanggap Darurat Bencana Alam.

Peserta yang terlibat dalam satgas tersebut diantaranya jajaran Kodim 1618/TTU, Polres TTU, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan BPBD Kabupaten TTU.

“Satgas tersebut juga akan didukung dengan bangunan posko di masing – masing instansi,” katanya.

Junaidi berharap, sinergitas antara TNI, Polri dan Pemerintah Daerah dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana di daerah ini dapat terlaksana dengan baik sehingga memberikan manfaat yang baik bagi masyarakat banyak. (mg26)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top