206 Guru di Matim Ikut Seleksi Kasek, Butuh 190 Calon, yang Lulus 114 Orang, Kadis PPO: Saya Menyesal | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

206 Guru di Matim Ikut Seleksi Kasek, Butuh 190 Calon, yang Lulus 114 Orang, Kadis PPO: Saya Menyesal


SELEKSI. Sebanyak 206 guru di Matim saat mengikuti pembukaan kegiatan seleksi calon Kasek di aula Kevikepan Borong, Matim, Selasa (11/2). (FOTO: Istimewa)

PENDIDIKAN

206 Guru di Matim Ikut Seleksi Kasek, Butuh 190 Calon, yang Lulus 114 Orang, Kadis PPO: Saya Menyesal


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Selama tiga hari, sejak Selasa (11/2) hingga Kamis (13/2), Dinas PPO Manggarai Timur (Matim) menggelar seleksi calon kepala sekolah (Kasek). Dari 206 orang guru yang mengikuti seleksi, hanya 114 guru yang dinyatakan lulus dan memiliki kompetensi sebagai Kasek.

Seleksi Kasek itu berlangsung di aula Kevikepan Borong, Golo Lada, Kelurahan Rana Loba. Para guru yang ikut dalam seleksi tersebut, berasal dari seluruh Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se Kabupaten Matim. Ratusan peserta seleksi Kasek ini merupakan guru yang telah memenuhi persyaratan administrasi, dan tidak sedang menjabat sebagai Kasek.

“Dari 206 orang guru yang ikut seleksi Kasek ini, hanya 114 yang lolos dan dinyatakan betul-betul memiliki kompetensi. Jujur saya menyesal, karena banyak yang tidak lulus. Padahal seleksi ini dilakukan dan kita butuh 190 orang untuk menjadi Kasek,” ujar Kepala Dinas PPO Matim, Basilius Teto, kepada TIMEXKUPANG.com saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (13/2) petang.

Menurut Basilius, seleksi substansi calon Kasek ini merupakan yang pertama digelar di Matim. Pelaksanaan seleksi ini oleh Pemkab Matim bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LP2KS) Solo, juga LPMP Kupang, dan Bali.

“Seleksinya dilakukan secara tertulis dan wawancara,” katanya.

Menurut Basilius, pihaknya membutuhkan sebanyak 190 orang yang akan dipersiapkan mengisi jabatan Kasek di sejumlah sekolah di Matim, baik tingkat SD maupun SMP.

Basilius menambahkan, saat ini ada banyak Kasek di Matim yang siap pensiun. Bahkan ada Kasek yang dengan pertimbangan lain akan diganti. Ada juga sekolah yang jabatan Kaseknya lowong sehingga perlu diisi.

“Seleksi ini betul-betul transparan dan independen. Kami dari dinas tidak bisa intervensi. Jadi yang lulus ini, betul-betul punya kemampuan literasi dan analisis dalam memahi tugas pokok dari seorang Kepsek. Karena sekarang Kepsek ini bukan tugas tambahan, tapi jadi tugas pokok. Sehingga butuh kepsek yang punya potensi dan kemampuan,” tegas Basilius yang menambahkan, pihaknya menjadwalkan, pada Mei 2020 nanti Dinas PPO Matim akan kembali menggelar seleksi substansi Kasek.

Terkait para guru yang saat ini masih diberi tugas tambahan sebagai Kasek, menurut Basilius, yang masih dianggap mampu akan diberi penguatan sebatas tugas pokok seorang Kasek. Sementara para guru yang telah lolos seleksi, nantinya akan mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat).

Nanti setelah mengikuti Diklat penguatan kompetensi, lanjut Basilius, para calon Kasek akan memperoleh surat tanda tamat pendidikan (STTP) dan mendapatkan Nomor Unik Kepala Sekolah (NUKS). Sehingga dengan dasar itu, kata Basilius, Pemkab Matim melalui Dinas PPO akan mengangkat dan mengisi jabatan Kasek di sejumlah sekolah di wilayah itu.

Sekretaris Daerah (Sekda) Matim, Boni Hasudungan, mengatakan kemampuan dan ketangguhan seorang Kasek menentukan keberhasilan sebuah Iembaga sekolah dalam melahirkan sumber daya manusia berkualitas, berkarakter, dan kompetitif serta mampu mengahadapi dinamika global yang penuh tantangan ini.

Sekda Boni Hasudungan menambahkan, seorang Kasek harus profesional dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Sehingga terwujudnya suatu sistem pendidikan yang ideal bagi cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa serta memajukan kesejahteraan umum.

“Tentunya banyak tantangan untuk mewujudkan hal tersebut. Namun setidaknya Kepsek itu mempunyai tujuh tugas pokok penting dalam melaksanakan jabatan yang diembannya, yakni sebagai pemimpin, manajerial, supervisor, edukator, administrator inovator, juga motivator,” kata Boni Hasudungan.

“Butuh ketekunan memahami pokok-pokok tugas kepsek dan kesabaran dalam melaksanakannya. Jabatan Kepsek itu sebuah amanah yang mulia, amanah yang mangandung tanggung jawab besar. Sebuah tanggung jawab yang membutuhkan keahlian, ketekunan, dan keihklasan,” pungkasnya. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

To Top