Ini Pesan Julie Laiskodat untuk Kontingen NTT Festival Bunga di Ekuador | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Ini Pesan Julie Laiskodat untuk Kontingen NTT Festival Bunga di Ekuador


FITTING KAIN TENUN. Ny. Julie Sutrisno Laiskodat ikut membantu para penari saat fitting busana adat yang akan dikenakan pada Festival Internasional Folklore of Fruit and Flowers di Ambato Ekuador. Fitting busana adat ini dilakukan di kediaman Ny. Julie Laiskodat di Jakarta, Senin (17/2). (FOTO: Istimewa)

KABAR FLOBAMORATA

Ini Pesan Julie Laiskodat untuk Kontingen NTT Festival Bunga di Ekuador


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Sebanyak 12 pelajar SMP dan SMA dari berbagai sanggar tari di Sumba Timur dan seorang penata tari akan mewakili Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam acara promosi Budaya Nusantara pada Festival Internasional Folklore of Fruit and Flowers di Ambato Ekuador yang berlangsung pertengahan Februari 2020.

Ke-12 anak yang didampingi penata tari dari Sanggar Tari Ori Angu, Lambanapu, Stefanie Hamapati, S.Pd itu kini sudah berada di Jakarta dan diinapkan di kediaman pribadi Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat.

“Kami sudah di Jakarta dan menginap di rumah Pak Gubernur NTT. Dan besok tanggal 18 Februari 2020 baru terbang ke Ekuador,” kata Stefanie yang dihubungi TIMEXKUPANG.com dari Kupang, Senin (17/2).

Setelah tiba dari Waingapu pada tanggal 16 Februari 2020 lalu, kata Stefanie, tanpa istirahat mereka langsung melakukan fitting pakaian adat dari beberapa daerah di NTT yang akan dikenakan saat acara di Ekuador nanti.

“Semua pakian adat yang akan kami pakai dalam festival sudah disediakan oleh Ibu Gubernur NTT (Ny. Julie Sutrisno Laiskodat, Red). Kami sudah coba semua. Sekali lagi kami sampaikan terima kasih kepada Ibu Julie Sutrisno Laiskodat yang telah menyediakan semua, dan anak-anak tinggal gunakan saja,” kata guru pada SMP Anda Luri Waingapu, Sumba Timur ini.

Para penari tampak modis dengan busana adat NTT. (FOTO: Istimewa)

Stefanie menambahkan bahwa selama anak-anak penari fitting pakaian adat, Ibu Julie langsung menyaksikan sendiri bahkan ikut memberi beberapa masukan saat di kediamannya di Jakarta.

Kepada rombongan peserta festival bunga dan buah, kata Stefane, Ibu Julie Sutrisno menitipkan sejumlah pesan bagi mereka yang akan tampil di Ekuador nanti. Diantaranya agar dengan mengikuti kegiatan itu mereka bisa mempelajari adat dan tarian dari negera-negara peserta festival terutama tarian Ekuador sehingga sepulangnya dari sana bisa membagikan hal itu kepada teman-teman lainnya, baik di sekolah maupun di sanggar masing-masing.

BACA JUGA: Sanggar Ori Angu-Sumba Timur Wakili NTT di Festival Bunga Ekuador

Selain itu, kutip Stefanie, Ibu Julie juga mengatakan bahwa dengan mempelajari adat, budaya dan tarian dari negara lain, anak-anak bisa menghasilkan budaya baru untuk dikembangkan di NTT, khususnya di Sumba.

“Ibu Gubernur berpesan bahwa 12 orang ini sangat istimewa karena bisa terpilih mengikuti festival bunga dan buah di Ekuador. Ibu minta untuk mempelajari tarian dari negara lain sehingga bisa dibagikan kepada teman-teman mereka nanti,” kata Stefanie mengutip pesan Julie Laiskodat.

Julie Laiskodat juga memberi pesan kepada para penari agar selama mengikuti festival bunga dan buah di Ekuador terus mempromosikan NTT kepada negara lain, terutama potensi pariwisatanya. Apalagi NTT telah menjadikan sektor Pariwisata sebagai primemover pembangunan ekonomi di NTT.

“Kami sudah siap untuk mempromosikan pariwisata NTT di ajang festival bunga dan buah di Ekuador. Ibu Gub juga berpesan agar kami menjaga kesehatan di Ekuador. Kami butuh dukungan masyarakat NTT,” pungkas Stefanie. (yl/aln)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top