Launching Sensus Penduduk Online, Wabup Matim: Data Valid Kunci Kesuksesan Pembangunan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Launching Sensus Penduduk Online, Wabup Matim: Data Valid Kunci Kesuksesan Pembangunan


SENSUS ONLINE. Wabup Stef Jaghur (tengah) didampingi Kepala BPS Matim, Angela Regina Maria Wea me-launching Sensus Penduduk 2020 secara online di kantor Bupati Matim, Senin (17/2) pagi. (FOTO: Fansi Runggat/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Launching Sensus Penduduk Online, Wabup Matim: Data Valid Kunci Kesuksesan Pembangunan


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Masyarakat Manggarai Timur (Matim), saat ini sudah bisa mengisi data kependudukan secara online memanfaatkan handphone (HP) berbasis android masing-masing. Hal itu dapat dilakukan setelah Wakil Bupati (Wabup), Stef Jaghur, me-launching program Sensus Penduduk 2020 sistem online, Senin (17/2) pagi.

Acara launching atau peluncuran Sensus Penduduk online itu dilakukan bersama pihak Badan Pusat Statistik (BPS) Matim dan berlangsung di kantor Bupati Matim di Lehong, Desa Gurung Liwut, Kecamatan Borong. Hadir Sekda Matim, Boni Hasudungan, Kepala Kantor BPS Matim, Angela Regina Maria Wea,
para Asisten, pimpinan OPD, para ASN, dan pegawai BPS Matim.

Dalam kesempatan itu, Wabup Jaghur mengatakan, Sensus Penduduk 2020 berbasis online cukup mudah dilakukan. Dimana masing-masing orang atau keluarga, bisa langsung mengakses laman BPS dan mengisi data secara mandiri. Bagi yang memilik HP android, semua bisa mengisi data kependudukan secara mandiri. Disini tentu masyarakat diminta bisa mengisi sensus dan memberikan data yang akurat.

“Data yang valid merupakan kunci utama kesuksesan pembangunan daerah. Akuratnya data sangat penting untuk menyusun perencanaan yang benar, dan juga membuat keputusan yang tepat. Data yang akurat, sangat penting untuk mengeksekusi program yang tepat sasaran,” ujar Wabup Jaghur.

Jangan sampai, lanjut Stef Jaghur, pemerintah ketika membuat perencanaan, memutuskan, serta mengeksekusi program, tapi datanya tidak akurat. Data penduduk itu dasar untuk membuat perencanaan diberbagai bidang. Dimana dari data hasil Sensus Penduduk 2020, tidak hanya bermanfaat untuk membuat perencanaan masa kini, tetapi juga untuk proyeksi beberapa tahun kedepan.

“Yang terjadi selama ini masih terdapat kesimpangsiuran data penduduk dari berbagai sumber. Hal ini menjadi salah satu penyebab tidak optimalnya pelaksanaan kebijakan pemerintah,” ungkap Stef Jaghur.

Menurutnya, berdasarkan surat penegasan Bupati Matim Nomor: EK.500/716/XII/2019 tanggal 20 Desember 2019, tentang sukseskan Sensus Penduduk 2020, maka Pemkab Matim menginstruksikan seluruh ASN untuk mensukseskan program tersebut.

“Untuk diketahui bersama, Sensus Penduduk ini dilaksanakan setiap 10 tahun sekali. Sehingga Sensus Penduduk 2020 itu Sensus ke-7 dan menjadi Sensus Penduduk pertama yang berbasis online. Ini lompatan besar dan menjadi momentum sejarah Matim Maju,” ungkap Stef Jaghur.

Data yang akurat, demikian Stef, sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. Oleh karena itu diharapkan ASN mengambil peran dan berpartisipasi aktif menyukseskan Sensus Penduduk online. Untuk mengisi Sensus Penduduk online, masyarakat diminta menyiapkan catatan yang berisi Nomor NIK dan Nomor KK.

“Disini masyarakat dengan HP dapat mengakses link yang disiapkan BPS. Warga memasukkan NIK dan KK. Lalu ada printah lanjutan yang tidak sulit untuk diakses. Namun kendala kita, banyak yang belum memiliki fasilitas HP android,” kata Stef Jaghur.

Peran ASN di Matim, kata Stef, sangat sentral untuk meningkatkan akses masyarakat, agar bisa akses online dengan mengajak serta menyediakan akses bagi keluarga, tetangga, rekan kerja di kecamatan dan di desa/kelurahan.

“Waktu pelaksanaan 15 Februari dan berakhir 31 Maret 2020. Pastikan kita semua tercatat. Dengan demikian berarti kita telah ikut andil mencatat Indonesia, mencatat Matim. Semuanya untuk kemajuan Indonesia, NTT, dan Kabupaten Matim,” pungkas Wabup Stef Jaghur.

Kepala Kantor BPS Matim, Angela Regina Maria Wea, menjelaskan, Sensus Penduduk 2020 terdiri dari tujuh tahap. Tahap pertama, koordinasi dan konsolidasi. Tahap kedua, penyiapan basis data dasar yaitu menyamakan master kode wilayah antara Dukcapil dan BPS.

Selanjutnya tahap ketiga, kata Angela, adalah pelaksanaan Sensus Penduduk online mulai 15 Februari hingga 31 Maret 2020. Tahap keempat, penyusunan daftar penduduk, yaitu daftar penduduk by name dan by address bagi yang sudah melakukan Sensus Penduduk online.

Tahap kelima, ungkap Angela, adalah pemeriksaan daftar penduduk oleh petugas BPS bersama pengurus RT. Pada tahap keenam, akan ada verifikasi lapangan. Petugas bersama pengurus RT melakukan ground check atau verifikasi lapangan. Sementara tahap ketujuh, pencacahan lapangan bagi penduduk-penduduk yang belum tercakup di dalam daftar penduduk dan penduduk yang belum melakukan sensus online.

“Khusus tahap kelima, keenam dan kerujuh, dilakukan pada tanggal 1 – 31 Juli 2020. Saat ini kita berada pada tahap ketiga, yakni Sensus Penduduk online. Ini merupakan tahap yang menentukan. Apabila kita berhasil di tahap ketiga ini, maka data kita makin akurat dengan cakupan yang sempurna,” kata Angela.

Menurut Angela, jika tahap ketiga tidak berhasil, maka data yang ada akan sangat tergantung pada tahap ketujuh, yaitu pencacahan lapangan yang dilakukan dari rumah ke rumah yang disebut Sensus Penduduk Wawancara. Peran semua pihak sangat strategis pada Sensus Penduduk online, yaitu dengan menyampaikan seluas-Iuasnya kepada masyarakat melalui jaringan group WA dan media sosial lainya.

“Masyarakat bisa langsung mengisi data. Cukup membuka link sensus.bps.go.id. dengan sistem online akan lebih efektif dan efisien,” ungkap Angela.

Disinggung terkait masyarakat yang belum memiliki fasilitas berupa handphone atau akses internet, Angela menyampaikan nantinya akan ada petugas/agen dari BPS yang langsung melakukan sensus door to door. Tentu pihaknya akan menggandeng camat, lurah dan kepala desa. Kemudian dilanjutkan di masing-masing RT. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top