Masuk Kebun Petani Pakai Korpri, Bupati Sikka Amati Hama Penyerang Tanaman | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Masuk Kebun Petani Pakai Korpri, Bupati Sikka Amati Hama Penyerang Tanaman


AMATI. Bupati Sikka, Robi Idong (tengah) mengamati hama ulat grayak yang menyerang tanaman jagung petani di Desa Watugong, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Senin (17/2). (FOTO: Istimewa)

KABAR FLOBAMORATA

Masuk Kebun Petani Pakai Korpri, Bupati Sikka Amati Hama Penyerang Tanaman


Hama Grayak Serang 290 Ha Tanaman Jagung di Sikka, Nilai Kerugian Capai Rp 126 Miliar

MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo ikut prihatin dengan kondisi yang dialami sejumlah petani jagung di kabupaten itu. Bagaimana tidak, lebih kurang 290 hektare tanaman jagung yang sudah tumbuh besar diserang hama ulat grayak jenis stodoptera frugiperda.

Bupati yang akrab disapa Robi Idong ini mengatakan, hama yang menyerang tanaman jagung milik petani di Desa Watugong, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka dapat menyebabkan bencana kelaparan akibat terjadinya rawan pangan.

“Kalau kondisi tanaman jagung yang diserang ulat grayak stodoptera frugiperda seperti ini, maka petani bisa mengalami rawan pangan,” ungkap Robi yang Senin siang tadi (17/2) turun langsung ke kebun petani dengan pakaian Korpri lengkap.

Robi kepada wartawan yang menyertainya dalam kunjungan itu menjelaskan, khusus di Desa Watugong saja sesuai data ada sebanyak 290 Hektare tanaman jagung petani yang diserang hama ulat grayak ini. Jika diakumulasi dengan wilayah lain yang bernasib sama, dan rusakan tanaman itu mencapai 13.000 hektare, maka kerugian yang dialami petani bisa mencapai Rp 126 miliar.

“Nilai ini dihitung dari jumlah hasil dikalikan dengan rupiah dalam satu kali musim panen. Jika semua wilayah di Kabupaten Sikka ini mengalami musibah yang sama, maka para petani akan mengalami kerugian besar karena hasil jagungnya rusak total,” kata Robi.

Melihat kondisi, Robi pun memikirkan sebuah solusi yang harus dilakukan, yakni meminta persetujuan DPRD untuk menggunakan anggaran mendahului pembahasan anggaran perubahan tahun ini. Anggaran yang dimaksud Robi adalah alokasi untuk program padat karya guna membantu para petani.

Sementara itu Petugas Penyuluhan Pertanian (PPL) Kecamatan Alok Timur, Hilde Langa Djone, SP yang hadir saat kunjungan Bupati di Watugong menjelaskan, tanaman jagung seluas 290 hektare itu sudah dipastikan gagal total dari total luas areal tanam seluruhmya mencapai 388 hektare.

Menurutnya, serangan hama ulat ini sangat cepat. Bagaimana tidak, dalam semalam saja radius penyebaran hama ulat grayak itu mampu mencapai 100 Km.

“Karena itu Saya yakin hama ulat grayak ini dapat menyebar ke seluruh wilayah Kabupaten Sikka,” katanya.

Hal senada disampaikan salah seorang petani kampung Nataweru, Desa Watugong, Oliva Organia.

Menurutnya, tanaman jagung yang mencapai 1 Ha itu semuanya rusak akibat hama ulat grayak. Karena itu, Oliva berharap ada uluran tangan pemerintah untuk membantu masyarakat yang terkena musibah. Oliva juga yakin dengan rusak tanaman jagungnya itu maka dipastikan akan mengalami rawan pangan.

“Kalau tanaman jagung sudah rusak seperti ini, kami pasti lapar. Kami pasti mengalami rawan pangan,” ungkap Oliva.

Terpisah, petugas Pengendali Organisme Pangan Tumbuhan (POPT) untuk wilayah Kecamatan Alok Timur, Nona Ori, membeberkan bahwa penghasilan jagung lokal untuk Desa Watugong rata-rata mencapai 2 ton untuk sekali panen. Sementara jagung hibrida mencapai 3 ton untuk satu kali musim panen.

Namun jika jagung petani memgalami kerusakan total maka dipastikan akan mengalami rawan pangan. “Ulat grayak jenis stodoptera frugiperda ini kalau sekali bertelur bisa mencapai 1.056 ulat,” beber Nona. (Kr5)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top