Nurhayati Alil, Putri Alor Peraih Juara Dunia Kempo Berpulang | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Nurhayati Alil, Putri Alor Peraih Juara Dunia Kempo Berpulang


KENANGAN SEA GAMES 2011. Nurhayati Alil (kiri) dan sahabatnya Jeneth Dethan usai meraih medali emas untuk Indonesia di cabor Kempo nomor Embu Beregu Campuran Yudhansa pada SEA Games XXVI/2011 di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Minggu (20/11/2011) silam. (FOTO: Marthen Bana/TIMEX)

SPORT

Nurhayati Alil, Putri Alor Peraih Juara Dunia Kempo Berpulang


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Dunia olahraga NTT berduka. Salah satu atlet Kempo terbaik yang dimiliki daerah ini berpulang karena sakit yang dideritanya beberapa waktu terakhir. Nurhayati menghebuskan napas terakhirnya saat dirawat di RS Siloam Kupang, Selasa (18/2) pagi tadi.

Putri asal Alor peraih emas dibeberapa kejuaraan nasional maupun dunia mewakili NTT dan juga Indonesia itu membawa duka yang amat dalam, tidak saja bagi sanak keluarga, melainkan keluarga besar Persaudaraan Bela Diri Kempo (Perkemi) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), organisasi kempo dimana Nurhayati bernaung.

Pengurus Pengprov Perkemi NTT yang juga Pelatih Senior Kempo, Sensei George Hadjoh, SH (V DAN) yang dihubungi TIMEXKUPANG.com, Selasa (18/2) mengatakan, Perkemi NTT kehilangan atlet kebanggaan yang punya reputasi dan prestasi luar biasa.

Menurut Sensei George, Nurhayati yang telah berlatih kempo sejak remaja pertama kali meraih kejuaraan nasional tahun 2003 pada nomor embu, lalu berhasil menjadi juara dunia pada kejuaraan Kempo Internasional di Fukui, Jepang tahun 2005.

Nurhayati, demikian Sensei George, juga berhasil meraih medali emas pada kejuaraan dunia di Jepang pada nomor embu berpasangan bersama Jeneth Dethan, tahun 2011. Kemudian di tahun yang sama, Nurhayati yang bersama dengan Jeneth Dethan, Menah Supriana, Dwi Putri, Mulya Sitanggang, Arif Satria, Aljufri, dan Arif Nurachman juga berhasil meraih medali emas nomor Embu Beregu Campuran Yudhansa pada SEA Games XXVI/2011 di Jakarta.

(Dari kiri) Sensei George Hadjoh, Ketua Pengprov Perkemi NTT, Esthon Foenay, Jefri Riwu Kore, Nurhayati Alil, Hilda Manafe-Riwu Kore, Jeneth Dethan, Bastian Dethan, dan (Alm) Barnabas nDjurumana di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Minggu (20/11/2011). (FOTO: Marthen Bana/TIMEX)

Prestasi ini kembali ditorehkan Nurhayati ketika ia memperkuat Indonesia pada SEA Games XXVII/2013 di Myanmar, dimana berhasil meraih medali emas nomor embu. Saat PON/2012 di Riau, Nurhayati sukses menyumbangkan medali emas untuk kontingen NTT dari cabang Kempo di nomor embu.

Semua prestasi yang diraih Nurhayati, demikian Sensei George selalu di nomor embu, baik embu berpasangan maupun embu beregu, sehingga boleh dikata kenshi ini merupakan “Ratu Embu” nya NTT di cabang Kempo.

“Nurhayati telah menjadi atlet yang patut menjadi contoh bagi adik-adiknya di Kempo NTT. Nurhayati telah memberi bukti bahwa perempuan NTT bisa menjadi juara dunia di arena Kempo. Kita, Perkemi NTT juga Perkemi Indonesia benar-benar kehilangan seorang kenshi yang punya reputasi dan dedikasi ini,” ungkap Sensei George.

Mengenai informasi pemakaman, menurut George, keluarga menjadwalkan acara pemakaman Nurhayati petang ini pukul 15.00 Wita di pekamakan Muslim Kelurahan Naikolan.

Selamat jalan Nurhayati Alil, si “Ratu Embu” NTT, prestasimu menjadi motivasi kenshi-kenshi yuniormu di NTT. (aln)

Komentar

Berita lainnya SPORT

To Top