Warga Malaka Tengah Korban Angin Puting Beliung Menanti Bantuan Pemkab | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Warga Malaka Tengah Korban Angin Puting Beliung Menanti Bantuan Pemkab


MENANTI BANTUAN. Rumah salah satu warga di Desa Railor yang atapnya diterbangkan puting beliaung pada Senin (17/2) petang lalu. Rumah ini belum direnovasi karena menunggu bantuan pemerintah. (FOTO: Pisto Bere/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Warga Malaka Tengah Korban Angin Puting Beliung Menanti Bantuan Pemkab


Warga Masih Menumpang di Rumah Tetangga dan Keluarga

BETUN, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka telah berjanji untuk membantu warga dua desa di Kecamatan Malaka Tengah yang rumahnya rusak akibat diterjang angin puting beliung pada Senin (10/2/2020) lalu. Sayangnya, hingga kini Pemkab Malaka belum mewujudkan janji itu. Warga yang rumahnya rusak terpaksa masih harus menumpang di rumah tetangga atau keluarga.

Sebagaimana diketahui, angin puting beliung memorak-porandakan 49 unit rumah warga di dua desa, wilayah Kecamatan Malaka Tengah, yakni Desa Railor dan Desa Fahiluka, Senin (10/2) pekan lalu.

Masyarakat korban bencana alam itu baru memperoleh bantuan berupa sembako bantuan pemerintah melalui Dinas Sosial Malaka dan para donatur, baik itu lembaga keagamaan, politisi, dan unsur lainnya.

Kepala Desa Railor, Wilfridus Seran saat dikonfirmasi Jumat (21/2) mengatakan, sampai saat ini warganya belum memperoleh bantuan bahan untuk renovasi rumah, oleh karena itu untuk sementara waktu warga yang rumahnya terkena dampak bencana bertahan di rumah tetangga atau keluarga.

“Kami menunggu saja, kapan diberikan, kita tunggu. Namun jika tidak masyarakat dan pemerintah desa harus memikirkan langkah selanjutnya untuk perbaikan rumah yang rusak,” jelasnya.

Sala satu warga Dusun Debu Naruk, Desa Railor, Nikolas Seran, saat ditemui TIMEXKUPANG.com Jumat (21/2), mengaku belum memperoleh bantuan renovasi rumah sebagaimana janji pemerintah.

“Kalau hujan seperti saat ini, kami setengah mati. Barang-barang di dalam rumah rusak semua, kasur, sofa dan perabotan rumah tangga lainnya,” ungkapnya.

BACA JUGA: Pemkab Malaka Prioritas Bangun Kembali Rumah Warga yang Rusak, Politisi Kirim Sembako

Nikolas menambahkan, sampai saat ini belum ada satu pun rumah warga korban bencana ini yang menerima bantuan tersebut. Jika pemerintah masih lama merealisasikan bantuan itu, pihaknya terpaksa harus merenovasi sendiri, karena saat ini lagi musim hujan.

Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH sempat meninjau rumah-rumah warga yang menjadi korban amukan puting beliung pada Minggu (16/2). Saat itu, dr. Stef berjanji, keesokan harinya (Senin, 17/2) proses renovasi harus segera dilakukan mulai Senin (17/2).

“Saya hanya datang lihat untuk justifikasi dan kita harap besok (Senin/17/2/2020, Red) sudah mulai ada perbaikan rumah-rumah warga yang terbengkelai karena angin puting beliung. Coba kita lihat ada terpal toh kan warga tidak bisa tinggal. Jadi besok kita mulai atur supaya tidak menyalahi ketentuan-ketentuan yang ada,” janji dr. Stef ketika melakukan pemantauan akhir pekan lalu.

Bupati menjelaskan bahwa, di dalam bencana ada tiga hal yang harus mendapat perhatian, yakni mitigasi, bencana, dan pasca bencana. Sehingga, lanjutnya, hal yang prioritas utama yang dibangun oleh pemerintah yaitu rumah karena sebagai tempat tinggal warga sehari-hari.

“Rata-rata atapnya kan terbongkar dan rusak itu yang kita utamakan. Jadi tadi saya sudah minta kepala desa bahwa sistem kerjanya adalah gotong royong termasuk ASN yang punya ketrampilan tertentu nanti kita juga minta bantuan TNI-Polri sama-sama bahu membahu bersama rakyat untuk menyelesaikan rumah yang diterpa angin puting beliung,” tandasnya.

Dalam kunjungannya itu, Bupati juga mengingatkan warga agar dalam membangun perlu memperhatikan kualitas konstruksi rumah sehingga ketika terjadi bencana tidak gampang roboh.

“Misalnya kalau gempa bumi, tornado, angin puting beliung itu kita tidak bisa antisipasi. Kita hanya persiapan kalau ada bencana kita punya kemampuan untuk menangani dan membantu warga,” ujarnya.

SBS juga memberikan peneguhan kepada korban angin puting beliung, dengan mengatakan, “boleh susah karena rumahnya rusak tapi tidak boleh susah karena dibelakang mereka ada pemerintah yang siap memberi perhatian secara serius, meskipun dengan segala keterbatasan.” (mg30)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top