Uskup Ruteng Ditahbis 19 Maret, Hadir 36 Uskup di Indonesia | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Uskup Ruteng Ditahbis 19 Maret, Hadir 36 Uskup di Indonesia


KETERANGAN PERS. Romo Alfons dan Romo Chen memberikan keterangan pers terkait agenda pentahbisan Uskup Ruteng di Istana Keusukupan Ruteng, Selasa (25/2). (FOTO: Fansi Runggat/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Uskup Ruteng Ditahbis 19 Maret, Hadir 36 Uskup di Indonesia


RUTENG, TIMEXKUPANG.com-Pentahbisan Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat, Pr., dijadwalkan belangsung di Gereja Katedral Ruteng, Kabupaten Manggarai, 19 Maret 2020 nanti. Momen religius ini bakal dihadiri Kardinal dan para Uskup di Indonesia.

“Selain Administrator Apostolik Keuskupan Ruteng, Mgr. Silvester San, Pr., dan Uskup Ende, ada sekira 36 orang Uskup yang siap hadir dalam pentahbisan ini. Uskup yang berhalangan kemungkinan akan mengutus Vikaris Jenderal (Vikjen) untuk hadir,” ungkap Vikjen Keuskupan Ruteng sekaligus Ketua Panitia Pentahbisan Uskup Ruteng, Romo Alfons Segar, Pr., kepada wartawan di Istana Keuskupan Ruteng, Selasa (25/2).

Menurut Romo Alfons, tema yang diusung dalam perayaan pentahbisan Uskup Ruteng, yakni perayaan iman umat Allah Keuskupan Ruteng dalam semangat Omnia In Caritale.

Tema yang diusung dalam perayaan pentahbisan itu, jelas Romo Alfons menandakan bahwa pentahbisan Uskup ini bukan hanya sekadar perayaan liturgis biasa, melainkan perayaan iman seluruh umat Allah Keuskupan Ruteng.

“Ini bukan hanya sebagai perayaan ibadat, tetapi sebuah perayaan iman seluruh umat Allah Keuskupan Ruteng. Perayaan ini bertujuan meningkatkan dan meneguhkan iman yang utuh (holistik), dinamis dan transformatif di tanah Nucalale ini,” kata Romo Alfons yang saat itu didampingi Romo Martin Chen, Pr.

Momentum tahbisan ini lanjut Romo Alfons, hendaknya meresapi dan menyemangati seluruh pelayanan pastoral di Keuskupan Ruteng. “Tentu dalam kasih, selaras dengan motto tahbisan Bapak Uskup Siprianus Hormat, yakni ‘Lakukanlah segala Pekerjaanmu dalam Kasih.’ Sehingga dalam momen itu, umat Allah Keuskupan Ruteng merayakan dengan penuh syukur dan sukacita,” urainya.

Romo Alfons menyebutkan, seluruh rangkaian kegiatan tahbisan Uskup Ruteng dikemas dalam rangka mewujudkan arah dasar perayaan. Sehingga yang dilakukan pertama-tama adalah penguatan aspek spiritual umat. Hal itu terungkap melalui pendasaran doa dan ibadat tahun penggembalaan sejak awal Januari 2020.

Selain itu katekese umat tentang gembala dalam masa puasa, Triduum dan Vesper Agung yang berpuncak pada perayaan pentahbisan Uskup dan misa pontifikal Uskup pada 21 Maret 2020. Iman terwujud dalam pelayanan kasih bagi orang yang sakit, susah, miskin, dan menderita.

BACA JUGA: Romo Sipri Hormat Jadi Uskup Ruteng, Vikjen: Ini Kehendak Tuhan

“Karena itu panitia tahbisan merancang pula berbagai kegiatan sosial yang akan dilakukan, baik sebelum perayaan tahbisan maupun setelahnya. Bapak Uskup Sipri Hormat nanti akan mengunjungi berbagai panti karya sosial Gereja Keuskupan Ruteng, seperti Panti Damian Cancar, SLB Karya Murni, Panti Renceng Mose, dan Panti Asuhan Wae Peca,” beber Romo Alfons.

Dikatakan, karya sosial itu melintasi batas-batas agama. “Karena itu Bapak Uskup juga akan bertandang ke Pesantren di Reo dan Panti Muslim di Labuan Bajo. Panitia tahbisan juga merencanakan kegiatan baksos untuk orang sakit di tiga tempat di tiga wilayah Manggarai Raya, yakni Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat,” katanya.

Romo Alfons juga menyebutkan, perayaan iman tahbisan meliputi pula aspek ekologis. Perayaan tahbisan Uskup mengungkapkan sukacita dan meneguhkan persaudaraan umat. Karena itu selama hampir sepekan, dari 15 – 19 Maret, akan diadakan pameran tentang karya evangelisasi dan karya sosial gereja di lapangan parkir Katedral Ruteng.

Menyinggung soal anggaran dalam rangkaian pentahbisan ini, menurut Romo Alfons, nilanya mencapai Rp 1,4 miliar. Pihak Keuskupan pun menepis informasi bahwa biaya pentahbisan itu mencapai Rp 4 miliar. Dana sebesar Rp 1,4 miliar itu bersumber dari sumbangan pemerintah dan sumbangan umat melalui paroki.

“Tidak benar informasi bahwa anggaran pentahbisan ini sebesar Rp 4 miliar. Ada sumbangan dari umat melalui paroki yang ada. Besar itu dibuat berdasarkan paroki. Juga dari Pemda Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur. Serta sumber lain usaha dari panitia melalui seksi dana,” timpal Romo Martin Chen.

Romo Chen menambahkan, untuk seksi kemanan melibatkan Polres Manggarai dan Polres Manggarai Barat. Juga dibantu TNI, Sat Pol PP, juga keterlibatan OMK, THS dan THM, bahkan organisasi lintas agama.

Panitia, demikian Romo Chen, memperkirakan momentum perayaan pentahbisan Uskup Ruteng ini bakal dihadiri lebih kurang 10 ribu orang, baik yang ada di tiga kabupaten Manggarai Raya maupun tamu atau undangan yang datang dari luar Manggarai. “Tentu yang pasti tokoh lintas agama juga hadir dalam perayaan pentahbisan ini. Gereja Ketedral Ruteng bisa menampung lebih kurang 1.800-an orang. Sehingga kita siapkan juga tempat di luar gereja untuk tampung sekira 7000 lebih orang,” pungkas Romo Chen. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top