Kunker ke Sumba Barat, Ini Permintaan Gubernur untuk Bupati dan Jajaran | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kunker ke Sumba Barat, Ini Permintaan Gubernur untuk Bupati dan Jajaran


DISAMBUT SECARA ADAT. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (tengah) disambut secara adat saat berkunjung ke Kabupaten Sumba Barat di Desa Malata, Kecamatan Tana Righu, Jumat (28/2). (FOTO: Humas Setda NTT for TIMEXKUPANG.com)

KABAR FLOBAMORATA

Kunker ke Sumba Barat, Ini Permintaan Gubernur untuk Bupati dan Jajaran


WAIKABUBAK, TIMEXKUPANG.com-Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melanjutkan kunjungan kerja ke daratan Sumba dengan Rapat Kerja (Raker) bersama Bupati, para Camat, Kepala Desa/lurah, tenaga kependidikan dan tenaga kesehatan se-Kabupaten Sumba Barat di Desa Malata, Kecamatan Tana Righu, Jumat (28/2).

Gubernur VBL dalam sambutannya kembali menyinggung isu-isu utama yang masih menjadi kendala pembangunan di NTT. Misalnya stunting dan kemiskinan serta kualitas pendidikan yang rendah.

“Hal ini terjadi karena kita di NTT selama ini selalu bekerja tidak sistematis. Kebanyakan bekerja tapi tidak tahu apa yang sebenarnya dikerjakan. Kita tidak fokus dan tidak terencana dalam bekerja,” tegas Gubernur VBL sebagaimana dalam keterangan tertulis Humas Setda NTT kepada media ini kemarin (28/2).

Gubernur VBL meminta Bupati dan jajarannya agar melakukan perencanaan secara baik dalam menyikapi kebutuhan dasar bagi masyarakat. Gubernur VBL berharap pimpinan perangkat daerah di Sumba Barat saling berkolaborasi dan menganggarkan dana sehingga masyarakat bisa mandiri.

Jika ingin keluar dari kondisi sulit, masyarakat dibantu agar bisa mandiri dalam memproduksi hasil-hasil pertanian seperti bawang, cabe, dan telur.

Di sela-sela sambutannya, Gubernur VBL menyinggung status Desa Malata sebagai desa digital pertama. VBL berharap Bupati Sumba Barat beserta seluruh masyarakat, khususnya Desa Malata dan sekitarnya dapat mengetahui informasi baru dari dunia luar sehingga bisa keluar dari ketertinggalan.

“Ini menjadi momentum yang baik bagi Kabupaten Sumba barat agar kemiskinan bisa kita tekan dengan upaya-upaya yang lebih terfokus,” kata VBL.

VBL dalam kesempatan itu juga mengajak semua elemen di Kabupaten Sumba Barat untuk lebih serius dalam gerakan besar mengurangi angka stunting jika tidak ingin menuai generasi-generasi stunting yang baru.

Gubernur VBL berharap agar semua bantuan-bantuan program seperti PKH bisa tepat sasaran pada keluarga-keluarga yang tidak mampu sehingga penanganan stunting masyarakat miskin lebih efektif dan efisien yang dilakukan dengan layanan one stop service.

“Saya ingin bupati dibantu jajaranya bisa memiliki data ibu hamil yang lengkap khususnya ibu hamil yang tergolong tidak mampu atau miskin. Dari data itulah kita sebagai pemerintah daerah bisa intervensi sehingga kita bisa mencegah anak yang akan lahir dengan kondisi stunting. Para kepala desa dan petugas medis di desa harus menjaga hal ini dengan serius. Saya ingin seluruh kepala desa dan tokoh agama melakukan rapat bersama untuk pengendalian angka kelahiran pada keluarga miskin,” pinta VBL yang dalam kunjungan kerjanya ke wilayah Sumba didampingi staf khusus, Dr. Imanuel Blegur, Dr. David B. W. Pandie, MS, sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemprov NTT.

Kehadiran VBL di Sumba Barat mendapat sambutan meriah pemerintah dan masyarakat setempat. Hadir Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat, Ketua DPRD Sumba Barat, unsur Forkopimda Sumba Barat, pimpinan OPD lingkup Pemkab Sumba Barat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh perempuan setempat. (*/yl/aln)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top