Tingkatkan Pelayanan, BNPP Gelar Rakor Bersama Unsur CIQ PLBN Motamasin | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Tingkatkan Pelayanan, BNPP Gelar Rakor Bersama Unsur CIQ PLBN Motamasin


RAKOR. Asdep Pengelolaan Lintas Batas Negara, BNPP RI, Maddaremmeng saat memimpin rakor bersama unsur CIQ di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motamasin, Jumat (28/2). Hadir juga unsur CIQ dari Timor Leste. (FOTO: Istimewa)

KABAR FLOBAMORATA

Tingkatkan Pelayanan, BNPP Gelar Rakor Bersama Unsur CIQ PLBN Motamasin


BETUN, TIMEXKUPANG.com-Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), dalam hal ini Deputi Pengelolaan Lintas Batas Negara melakukan rapat koordinasi (Rakor) membahas tiga agenda penting terkait pengelolaan perbatasan bersama sejumlah unsur terkait. Diantaranya, bea cukai (Customs), imigrasi (Imigration), karantina (Quarantine) atau yang biasa disebut CIQ dan pihak TNI-Polri.

Rapat yang dipimpin Asisten Deputi (Asdep) Pengelolaan Lintas Batas Negara, BNPP RI, Drs. Maddaremmeng, M.Si, di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motamasin, Jumat (28/2) itu juga dihadiri unsur CIQ dari Timor Leste.

Administratur PLBN Motamasin, Kabupaten Malaka, Reynol Uran, SSTP, M.Si saat dikonfirmasi TIMEXKUPANG.com, usai pertemuan, Jumat (28/2) menjelaskan, tiga agenda penting yang menjadi pokok bahasan dalam rapat itu, yakni pertama, terkait pelayanan lintas batas negara di PLBN, kedua, pemanfaatan sarana prasarana yang ada di PLBN, dan ketiga terkait rencana kegiatan uji coba pasar tradisional perbatasan yang rencananya dilakukan pada 4 Maret 2020 nanti.

Menurut Reynol, terkait agenda pertama itu, Asdep Lintas Batas Negara BNPP mendengar masukan dari unsur CIQ, khususnya mengenai sarana prasarana pendukung untuk operasional PLBN. Seperti di Bea Cukai dibutuhkan portal listrik juga meminta untuk menutup jalan yang tidak digunakan, karantina pertanian meminta alat pemusnah barang bukti.

“Jadi ada barang sitaan tidak lagi di bakar, tapi menggunakan alat pemusnahnya. Ini juga terkait penyebaran virus, sebab sebenarnya barang bukti itu tidak boleh dibakar,” ungkap Reynol.

Dalam pertemuan itu, lanjut Reynol, petugas CIQ khusus perempuan meminta mes pegawai. Memang mesnya sudah jadi tapi mebeler belum ada sehingga belum bisa digunakan. Sedangkan untuk karantina kesehatan meminta pasokan listrik, dikarenakan listrik sering padam.

Menyinggung mengenai uji coba pasar tradisional pada 4 Maret 2020 mendatang, pada prinsipnya kata Reynol, semua unsur yang hadir dalam pertemuan itu termasuk unsur CIQ Timor Leste mendukung dan menyambut baik rencana dimaksud.

“Teman-teman dari Timor Leste juga menyambut baik rencana uji coba pasar ini, dan dipastikan pada hari pasar mereka akan datang untuk berbelanja. Teman-teman dari unsur TNI-POLRI juga mendukung dan siap mengawal keamanan agar dalam uji coba pasar itu berjalan baik,” urainya.

Reynol mengaku, demi suksesnya uji coba pasar tradisional perbatasan itu, pihaknya aktif melakukan sosialisai ke kecamatan dan desa di Kabupaten Malaka. Bahkan dalam beberapa minggu terakhir pihaknya turun ke pasar-pasar untuk melakukan sosialisi ke masyarakat.

“Jadi untuk uji coba pasar nanti, sementara ini akan kita prioritaskan untuk para pedagang di Malaka khususnya di area Kobalima dan Kobalima Timur. Sementara untuk kios atau stan minimarket akan dibuka pada tahap berikutnya,” ungkapnya.

Reynol menambahkan, dalam rapat itu juga disinggung mengenai upaya pencegahan ancaman virus demam babi afrika (ASF) yang sudah terdeteksi di Kabupaten Belu. Langkah-langkah pencegahan dalam pertemuan yang hadir seperti Babinsa untuk sosialisikam ke masyarakat agar babi yang sudah mati jangan di buang kali, tapi harus di kubur.

“Untuk memastikan bahwa kemarin dari Timor Leste kita tahan babi masuk Indonesia, dan sekarang kita yang tidak boleh masuk ke Timor Leste,” pungkasnya. (mg30)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top