Palak Bermodus Perbaiki Jalan Rusak, Polisi Amankan 7 Pemuda Matim | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Palak Bermodus Perbaiki Jalan Rusak, Polisi Amankan 7 Pemuda Matim


RESAHKAN WARGA. Aparat Polres Matim saat mengamankan dan menghentikan aktifitas pungli yang dilakukan tujuh orang pemuda Matim di ruas jalan Bealain-Elar, Jumat (28/2). (FOTO: Istimewa)

KABAR FLOBAMORATA

Palak Bermodus Perbaiki Jalan Rusak, Polisi Amankan 7 Pemuda Matim


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Aparat kepolisian Polres Manggarai Timur (Matim) mengamankan sejumlah pemuda di wilayah itu yang melakukan pungutan liar (pungli) dengan modus memperbaiki jalan rusak di jalur Bealaing-Elar.

Aparat mengamankan sebanyak tujuh orang pemuda yang kedapatan sedang melakukan pungli terhadap pengguna jalan yang melintas di wilayah itu.

Kapolres Matim, AKBP Nugroho Arie Siswanto, SH melalui Kasat Reskrim Iptu Deddi Seprianus Karamoi, SH. M.Hum, saat dihubungi TIMEXKUPANG.com Minggu (1/3) membenarkan peristiwa tersebut.

Menurutnya, polisi mengamankan ketujuh pemuda itu pada Jumat (28/2), setelah memantau aktifitas para pemuda ini terhadap pengguna jalan di jalir Bealaing-Elar. Tujuh orang yang diamankan itu, yakni Siprianus Paju, Blasius Kabut, Emanuel Mayon, Bonevasius Hantanto, Oktavianus Sandriano Mahang, Emanuel Harion, dan Fransiskus Atita.

“Anggota kita dari Pospol Mano, Kecamatan Poco Ranaka, sudah laksanakan patroli di ruas jalan Bealaing-Elar. Disana polisi berhasil temukan pelaku yang diduga melakukan aktifitas pungli dan pemerasan terhadap pengguna jalan yang melintas,” ungkap Iptu Deddi Karamoi.

Iptu Deddi menyebutkan, ketujuh orang yang diamankan aparat itu berasal dari Kampung Lando, Desa Compang Lawi, Kecamatan Sambirampas, Matim.
Modus yang dilakukan para pemuda ini, demikian Iptu Deddi, adalah sengaja memperbaiki jalan yang rusak di wilayah itu. Begitu para pelintas lewat, mereka menahan kendaraan dan meminta imbalan.

Polisi mengamankan para pemuda ini karena berdasarkan informasi warga juga bahwa mereka bahkan memaksa para pelintas untuk menyerahkan uang. Aktifitas pemalakan itu terjadi di dua lokasi, yakni Lok Pahar, Desa Ngkiong Dora, Kecamatan Pocoranaka Timur, dan di dekat kampung Tado, Desa Satar Nawang, Kecamatan Sambirampas.

Iptu Deddi mengatakan, ketujuh orang yang diamankan itu langsung dibawa dan ke Kantor Desa Satar Nawang. “Saat tiba di kantor desa, polisi langsung menghubungi Kepala Desa Compang Lawi, Victor Dirsoman, untuk sama-sama memberikan pembinaan dan arahan kepada tujuh orang warganya,” ujar Iptu Deddi.

Ketujuh orang yang diamankan itu tak ditahan atau diproses hukum, namun menurut Deddi, mereka diimbau dan diingatkan untuk tidak melakukan kegiatan yang dapat mengganggu aktivitas publik, seperti perbaiki jalan secara sepihak dengan tujuan meminta imbalan kepada para pengguna jalan.

“Setelah diberikan arahan singkat, ketujuh orang itu diminta membuat surat pernyataan. Dalam pernyataan itu mereka berjanji tidak akan mengulangi perbuatan mereka lagi. Jika melanggar, maka siap berurusan dengan hukum yang berlaku,” kata Iptu Deddi Karamoi. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top