3 Olimpiade Tanpa Petinju Indonesia, Begini Kata Johni Asadoma | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

3 Olimpiade Tanpa Petinju Indonesia, Begini Kata Johni Asadoma


Ketua PP Pertina, Johni Asadoma. (FOTO: Rudi Mandalling/TIMEX)

SPORT

3 Olimpiade Tanpa Petinju Indonesia, Begini Kata Johni Asadoma


Kirim 4 Petinju ke Pra Olimpiade di Yordania

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Pengurus Pusat (PP) Pertina mengirim sebanyak empat petinju Indonesia mengikuti Pra Olimpiade Zona Asia-Oceania di Amman, Yordania yang berlangsung hari ini (3/3) hingga 12 Maret nanti.

Keempat petinju yang dikirim untuk merebut tiket ke Olimpiade-Tokyo 2020, yakni Mikhail Roberto Muskita (Kelas Menengah 75kg), Lucky Mira Agusto Hari (Kelas Bantam 57kg), Aldom Sugoro (Kelas Layang 52kg), dan Ratu Silpa Lau (Kelas Bulu 57kg putri).

“Keempat petinju ini didampingi pelatih asal Kuba, Roberto Barbaro dan Hermensen Bertolens Ballo, dan mereka sudah tiba di Yordania, Sabtu (29/2) pagi,” ungkap Ketua Umum PP Pertina, Johni Asadoma saat ditemui sejumlah wartawan olahraga di ruang kerjanya, Mapolda NTT, Senin (2/3).

Johni Asadoma berharap, diantara empat petinju ini ada yang bisa lolos ke Olimpiade Tokyo 2020 yang rencananya dilaksanakan pada 25 Juli-9 Agustus 2020 mendatang.

Johni mengaku menaruh harapan besar terhadap empat petinju ini agar bisa meraih tiket ke olimpiade pasalnya, dalam tiga olimpiade terakhir, Indonesia belum pernah meloloskan satupun petinjunya.

“Saya berharap dan berdoa agar kali ini ada petinju kita yang bisa lolos ke olympic. Pra olympic ini menjadi ajang pertaruhan saya sebagai pengurus Pertina. Di zona Asia-Oceania ini kita masih bisa punya peluang. Saya berharap Aldom Sugoro ini bisa lolos Olimpiade juga Mikhael Muskita. Kita berharap dua petinju kita ini bisa lolos nanti,” ungkap sosok yang juga Wakapolda NTT ini.

Menurut Johni, untuk berlaga di Olimpiade, Indonesia punya dua kesempatan mengikuti Pra Olimpiade, yakni di Amman-Yordania dan kejuaraan dunia tinju di Paris Perancis pada Mei 2020.

“Hanya peluang untuk bisa meloloskan petinju di Paris nanti ini cukup berat karena itu kualifikasinya diikuti petinju dari empat benua, baik itu Afrika, Asia-Oseania, Eropa, dan Amerika. Jadi kita harus berjuang keras di zona Asia-Oseania yang sementara berlangsung di Yordania ini,” harapnya.

Johni mengatakan, para petinju Indonesia yang dipersiapkan ke Olimpiade ini sudah baik, hanya sedikit mengalami kendala karena tidak memiliki mitra sparing yang punya kualitas lebih. Karena itu, lanjutnya, pelatih Barbaro telah mengusulkan agar para petinju Indonesia yang dipersiapkan ke Olimpiade Tokyo bisa melakukan TC ke Kuba setelah kembali dari Yordania.

“Pelatih sudah usul untuk pelatnas di Kuba karena disana banyak petinju berkualitas yang bisa dijadikan mitra sparing,” ungkap petinju nasional yang pernah membela Indonesia di Olimpiade XXII/1984 di Los Angeles, Amerika Serikat.

Sebagaimana diketahui, Indonesia pernah mencatatkan sejarah meloloskan petinju ke ajang olimpiade, yakni Ferry Moniaga (Kelas Layang) pada Olimpiade Munchen (1972), Johni Asadoma pada Olimpiade Los Angeles (1984), Albert Papilaya (Kelas Menengah) pada Olimpiade Barcelona (1992), Hermensen Ballo pada Olimpiade Atalanta (1996) dan Olimpiade Sydney (2000), serta La Paena Masara (Kelas Layang) pada Olimpiade Sydney (2000). (aln)

Komentar

Berita lainnya SPORT

To Top