Publik Kupang Heboh Pasien Korona, Begini Penjelasan Direktur RSUD Prof. W. Z. Johannes | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Publik Kupang Heboh Pasien Korona, Begini Penjelasan Direktur RSUD Prof. W. Z. Johannes


KETERANGAN PERS. Direktur RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, dokter Mindo E. Sinaga, didampingi Wadir Pelayanan, dr. Stef Dhe Soka bersama tim dokter memberikan keterangan pers terkait informasi pasien diduga terpapar virus Korona bertempat di rumah sakit itu Jln. Moch Hatta, Kelurahan Oetete, Selasa (3/3) petang. (FOTO: Istimewa)

NASIONAL

Publik Kupang Heboh Pasien Korona, Begini Penjelasan Direktur RSUD Prof. W. Z. Johannes


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Selasa (3/3) pagi, publik Kota Kupang dihebohkan dengan informasi yang beredar di media sosial (medsos) dan WhatsApp Grup (WAG) kalau ada pasien terpapar virus korona (Covid-19) yang sedang dirawat di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang.

Informasi yang beredar begitu cepat membuat sejumlah warga mendatangi toko, kios dan apotek untuk membeli masker. Bahkan disejumlah tempat penjualan stok masker sampai habis.

Informasi awal yang bersileweran di medsos itu menyebutkan, ada seorang warga NTT yang baru saja pulang dari Batam dan sebelumnya pergi ke Singapura, dan kembali ke Kupang mengalami gejala penyakit mirip Korona. Informasi lain menyebutkan, ada warga Jepang dan Korea diduga menderita Korona dan sedang dirawat di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes.

Guna memastikan kebenaran informasi ini, petang tadi (3/3), sekira pukul 14.00 Wita, Direktur RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, Dr. drg. Mindo E. Sinaga, M.Kes didampingi Wakil Direktur (Wadir) Bidang Pelayanan, dr. Stef Dhe Soka bersama tim dokter melakukan konferensi pers bertempat di rumah sakit milik Pemprov NTT di Jln. Moch Hatta, Kelurahan Oetete itu.

Dokter Mindo Sinaga dalam penjelasannya membantah informasi yang menyebutkan ada dua pasien terpapar virus Korona asal Jepang dan Korea yang dirawat di rumah sakit itu. Yang benar, kata dr. Mindo, bahwa ada dua pasien warga negara Indonesia (WNI) yang pernah dan baru saja kembali setelah melakukan kunjungan ke Jepang maupun Korea.

Kedua orang itu, demikian dr. Mindo, saat ini dalam kondisi stabil dan tetap dilakukan pemantauan atau observasi oleh tim dokter.

BACA JUGA: Dua WNI Positif Korona, Presiden Tegaskan Sudah Siagakan 100 RS dan Perketat 135 Pintu Masuk ke RI

“Kedua WNI tersebut berinisiatif memeriksakan diri ke RS Johannes karena mengalami batuk pilek sebelum hingga setelah kembali dari Jepang dan Korea,” ungkap dr. Mindo.

Terkait informasi yang beredar di medsos bahwa dua pasien ini terpapar Covid-19, menurut dr. Sinaga, sampai dengan saat ini masih berstatus negatif namun dalam status pengawasan dan tidak menunjukan gejala demam.

Dokter Mindo menyebutkan, pasien pertama laki-laki berinisial PF pada 17 Februrari 2020 menuju Jepang via Hongkong, sampai dengan 28 Februari 2020 kemudian pulang ke Indonesia melalui Surabaya. Dari Surabaya, pada 28 Februari 2020 itu meneruskan perjalanan ke Jogjakarta, kemudian pada 1 Maret berada di Kupang.

Pasien kedua juga laki-laki berinisial NY, pada 21-25 Februari 2020 berada di Korea. Pada 25 Februari malam tiba di Jakarta, menuju Klaten, dan pada 2 Maret di Jogja kemudian menuju Kupang.

Dokter Mindo menambahkan bahwa status kedua pasien ini adalah dalam pengamatan selama 14 hari kedepan. Pasien PF dan NY saat ini sementara ditempatkan di ruang isolasi natural RSUD Johannes Kupang, sementara sampel dari penyakit yang dialami kedua pasien ini sementara dikirim ke Jakarta untuk diteliti.

“Jika status keduanya meningkat ke pengawasan baru akan dipindah ke ruang isolasi khusus. RS Johannes saat ini masih mempersiapkan lima unit ruangan bertekanan negatif,” ungkap dr. Mindo.

Penjelasan Direktur RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang ini juga sekaligus mengklarifikasi/meralat informasi yang diperoleh sebelumnya dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, drg. Domi Mere yang mengatakan bahwa dua orang yang sedang dalam tahap observasi di RSUD Johannes Kupang merupakan WNA dari Jepang dan Korea. (*/aln)

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

To Top