Mahfud MD: Pemda Jangan Dramatisir Virus Korona, Kemendagri Minta Aktifkan Jubir Khusus | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Mahfud MD: Pemda Jangan Dramatisir Virus Korona, Kemendagri Minta Aktifkan Jubir Khusus


Menko Polhukam Mahfud MD (FOTO: MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)

NASIONAL

Mahfud MD: Pemda Jangan Dramatisir Virus Korona, Kemendagri Minta Aktifkan Jubir Khusus


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, mengingatkan para kepala daerah tidak membesar-besarkan kasus virus korona. Apalagi jika bersikap represif terhadap kasus yang terjadi, yang mengakibatkan kepanikan publik.

“Pemerintah jangan terlalu mendramatisir persoalan. Terutama pemerintah-pemerintah daerah itu, ada sesuatu yang belum jelas sudah konferensi pers korona,” kata Mahfud di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (3/3).

Mahfud mengambil contoh kasus meninggalnya karyawan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Persero) di Cianjur, Jawa Barat. Mulanya dikabarkan terinveksi korona, namun setelah didalami, korban mengalami pembekakan jantung, hingga nyawanya tak terselamatkan.

“Oleh sebab itu setiap daerah itu supaya membuat tenang, tidak membuat situasi seperti menakutkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta seluruh Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mengaktifkan juru bicara (Jubir), guna menjelaskan kepada masyarakat, terkait isu virus korona (Covid-19). Hal ini dilakukan agar tidak ada simpang siur informasi terkait penyakit itu.

BACA JUGA:  Publik Kupang Heboh Pasien Korona, Begini Penjelasan Direktur RSUD Prof. W. Z. Johannes

BACA JUGA: Dua WNI Positif Korona, Presiden Tegaskan Sudah Siagakan 100 RS dan Perketat 135 Pintu Masuk ke RI

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri, Bahtiar mengatakan, penunjukan jubir di lingkungan Pemda didukung dengan dikeluarkannya Surat Edaran Nomor 480/3502/SJ kepada Gubernur dan 480/3503/SJ tanggal 6 Mei 2019 kepada para Bupati/Walikota, tentang Penunjukan Juru Bicara di Lingkungan Pemerintah Daerah.

“Seluruh Pemda diharapkan mengaktifkan Jubir untuk menjelaskan kepada publik dan pers terkait isu Korona, jangan sampai terjadi simpang siur,” kata Bahtiar dalam keterangannya, Selasa (3/3).

Pengaktifan Jubir di Pemda, lanjut Bahtiar, dilakukan guna mencegah kebohongan dan ketidakjelasan informasi di tengah masyarakat. Sehingga masyarakat tidak merasa panik terkait simpang siurnya informasi virus korona.

“Hal tersebut penting dilakukan untuk mencegah hoax atau ada kejelasan informasi publik terkait wabah korona,” ujar Bahtiar.

Jubir Pemda, kata Bahtiar, juga diminta berkoordinasi dengan dinas kesehatan maupun instansi terkait, agar mampu memberikan pemahaman terkait kesehatan maupun virus korona.

“Jubir tersebut harus terkoordinasi dengan Dinas Kesehatan sebagai leading sektor dalam penanganan soal kesehatan termasuk terkait wabah virus korona,” urai Bahtiar menandaskan. (JawaPos.com)

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

To Top