Menerima Audiensi Pengurus Yayasan TLM NTT, Wamendes PDTT: BUMDes Program Investasi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Menerima Audiensi Pengurus Yayasan TLM NTT, Wamendes PDTT: BUMDes Program Investasi


AUDIENS. Wamendes PDTT Budi Arie Setiadi menerima audiensi Yayasan TLM NTT di Kantor Kalibata, Selasa (3/3). Tampak Direktur Yayasan TLM, Rozali Hussein (kanan) menyerahkan cindiramata kain tenun NTT ke Wamen Desa-PDTT disaksikan Senator DPD RI asal NTT, Abraham Paul Liyanto (kiri) di kantor Wamen Desa-PDTT di Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (3/3). (FOTO: Humas Kemendes PDTT/JPNN.com)

NASIONAL

Menerima Audiensi Pengurus Yayasan TLM NTT, Wamendes PDTT: BUMDes Program Investasi


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT), Budi Arie Setiadi menerima audiensi Direktur Yayasan Tanaoba Lais Manekat (TLM) Nusa Tenggara Timur (NTT), Rozali Hussein di kantornya di Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (3/3). Turut hadir dalam kesempatan itu, Senator DPD asal NTT Abraham Paul Liyanto yang juga pembina Yayasan TLM dan Ferdy Frans selaku Kepala Program Yayasan TLM.

Dalam pertemuan tersebut, Budi Arie dan Yayasan TLM membahas pemberdayaan ekonomi dan peningkatan sumber daya manusia di desa yang ada di NTT.

Wamen Budi megatakan BUMDes adalah pusat distribusi ekonomi dan perdagangan masyarakat desa. “Idealnya BUMDes menjadi pusat distribusi dan perdagangan desa,” ujar Budi.

Budi menambahkan bahwa BUMDes harus berkembang, jadi bukan hanya buka toko dan bikin desa wisata, tetapi juga pusat distribusi ekonomi desa.

“BUMDes bukan sekadar buka toko dan buka desa wisata, BUMDes itu pusat aktifitas ekonomi desa,” imbuhnya.

Budi mengatakan paradigma terkait BUMDes harus diubah sehingga BUMDes tidak dikelola secara asal-asalan. “Paradigma terkait BUMDes harus diubah, BUMDes bukan program rugi, tapi ini harus dianggap sebagai program investasi. Jadi desa mengeluarkan anggaran untuk BUMDes bukan uang hilang, tetapi penyertaan modal,” tambah Wamen Budi.

Ia juga mengatakan pentingnya peran anak muda dalam pengelolaan BUMDes dan berkembangnya desa. “Desa yang anak mudanya banyak pasti berbeda dengan yang anak mudanya sedikit. Jika desa banyak anak mudanya, desa itu akan lebih berkembang. Pengelolaan BUMDes juga akan lebih kreatif dan inovatif, entah marketingnya maupun packaging-nya, jika yang mengelola anak muda akan lebih kreatif dan inovatif,” pungkas Wamen Budi

Dalam pertemuan audiens tersebut, Wamen Budi Arie bersama pengurus dan pembina Yayasan TLM mengagendakan pertemuan forum kepala desa di NTT. (ikl/jpnn)

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

To Top