KPU Verifikasi Administrasi Syarat Dukungan Paket AYO, Umumkan Hasil 25 Maret | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

KPU Verifikasi Administrasi Syarat Dukungan Paket AYO, Umumkan Hasil 25 Maret


PROSES VERIFIKASI. Tim khusus dari KPU TTU sementara melakukan Verifikasi administrasi terhadap syarat dukungan bapaslon perseorangan Agus Talan dan Yosep Akoit di Sekretariat KPU TTU. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

POLITIK

KPU Verifikasi Administrasi Syarat Dukungan Paket AYO, Umumkan Hasil 25 Maret


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) mulai melakukan verifikasi administrasi terhadap syarat dukungan dari bakal pasangan calon (Bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati TTU, Agustinus Talan dan Yosef Akoit yang memilih bertarung dalam Pilkada TTU 2020 melalui jalur perseorangan.

Proses verifikasi administrasi tersebut telah dilaksanakan sejak 26 Februari 2020 di Sekretariat KPU TTU, dan akan berakhir pada 25 Maret 2020 sekaligus pengumuman hasil verifikasi.

Ketua KPU TTU, Paulinus Lape Feka kepada TIMEXKUPANG.com, Kamis (5/3) mengatakan, tim dari KPU TTU sementara melakukan verifikasi administrasi terhadap syarat dukungan calon independen dari bapaslon Agus Talan-Yosep Akoit, dimana proses verifikasi dimaksudkan untuk mengecek valid tidaknya dokumen syarat dukungan yang diserahkan paket AYO ke KPU tersebut.

“Kita mengecek soal kevalidan syarat dukungan. Kita juga cek soal kegandaan, nanti kita koordinasi dengan Dinas Kependudukan untuk mengecek soal kevalitan indentitas seperti NIK, apakah betul atau tidak orang itu, terdaftar di DPT dan DP4 atau tidak. Pokoknya kita pastikan semua itu,” ungkap Paulinus Feka.

Paulinus menyebutkan, untuk sementara pihaknya belum merekap secara keseluruhan syarat dukungan dari paket AYO, berapa jumlah syarat dukungan yang tidak valid karena pihaknya membentuk beberapa tim untuk proses verifikasi administrasi.

Setelah verifikasi administrasi, kata Paulinus, jika jumlah syarat dukungan minimum masih terpenuhi, maka akan dilanjutkan dengan verifikasi faktual.

BACA JUGA: Dukungan ke Paket AYO Terus Mengalir, Dapat Lagi Tambahan 6.160 KTP

“Namun apabila tidak terpenuhi maka calon dinyatakan gugur. Hasil verifikasi administrasi ini akan kita umumkan tanggal 25 Maret. Kalau lolos verifikasi maka akan dilanjutkan ke verifikasi Faktual. Tapi kalau tidak terpenuhi maka dianggap gugur,” jelasnya seraya menambahkan, untuk kegiatan verifikasi administrasi ini sudah tidak ada ruang perbaikan bagi bapaslon.

“Jadi apabila nantinya syarat dukungan minimum tidak terpenuhi maka dinyatakan gugur. Namun apabila dalam verifikasi faktual syarat dukungan yang diserahkan tidak memenuhi target maka akan diberikan waktu untuk melakukan perbaikan. Ruang perbaikan terjadi ketika misalnya sudah lolos verifikasi administrasi dan masuk kepada verifikasi faktual. Didalam verifikasi faktual ditemukan tidak memenuhi jumlah minimum maka masih diberi ruang untuk perbaikan,” pungkasnya.

Sementara, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) TTU, Martinus Kolo mengatakan, pihaknya ikut mengawasi seluruh rangkaian proses verifikasi administrasi dokumen syarat dukungan dari bapaslon AYO.

Dikatakan, dalam proses verifikasi tersebut pihaknya menemukan adanya ketidakcocokan dokumen namun, pihaknya belum mengetahui secara pasti berapa jumlah secara keseluruhan syarat dukungan dari paket AYO yang dinyatakan tidak cocok.

“Tetapi dalam proses pengawasan yang dilakukan beberapa hari ini, kita juga menemukan adanya ketidakcocokan antara misalnya copyan KTP dengan formulir B1KWK-nya,” beber Martinus.

Martinus menambahkan, pihaknya juga menemukan adanya ketidakcocokan antara alamat yang ada di foto copy KTP dan formulir B1KWK. Lalu ada juga namanya yang berbeda antara foto copy KTP dengan B1KWK-nya.

Menurut Martinus, pihaknya akan terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan verifikasi administrasi dokumen syarat dukungan hingga tuntas pada 25 Maret 2020.

“Kami akan terus berada di sana untuk melakukan proses pengawasan terhadap seluruh rangkaian verifikasi administrasi,” katanya. (mg26)

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top