90 KK Dapat Sambungan Meteran Air, 2 Tahun Air Tak Mengalir, Kades Bangka Kantar: Mubazir | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

90 KK Dapat Sambungan Meteran Air, 2 Tahun Air Tak Mengalir, Kades Bangka Kantar: Mubazir


METERAN ADA, AIR NIHIL. Jaringan pipa untuk sambungan rumah terpasang meteran air di Kampung Mondo, Desa Bangka Kantar. Warga menilai bantuan ini mubazir karena meterannya ada, tapi air tidak mengalir. (FOTO: Fansi Runggat/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

90 KK Dapat Sambungan Meteran Air, 2 Tahun Air Tak Mengalir, Kades Bangka Kantar: Mubazir


BORONG, TIMEXKUPANG-Tahun 2018 lalu, sebanyak 90 kepala keluarga (KK) golongan Masyarakat Merpenghasilan Rendah (MBR), di Desa Bangka Kantar, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), mendapat bantuan meteran air dari pemerintah.

Namun hingga kini, sambungan meteran air tidak pernah dialiri air. Pemicunya jaringan pipa air yang dibangun satu paket dengan meteran air sambungan rumah tersebut tidak berfungsi. Warga pun mempertanyakan proyek tersebut.

“Saya tidak mengerti dengan proyek air seperti ini. Dibangun pipa dan pasang meteran, tapi dalam pipa tidak ada air mengalir. Ini jadinya proyek mubazir. Merugikan negara,” ungkap Kepala Desa Bangka Kantar, Mendik Rawan, kepada TIMEXKUPANG.com di Borong, Kamis (6/3).

Mendik sendiri tidak mengetahui siapa kontraktor pelaksana proyek pipa air bersih bersama meteran air sambungan rumah tersebut. Tapi yang pasti proyeknya dikerjakan tahun 2018. Pagu anggaran sekira Rp 1 miliar lebih. Dari 90 KK penerima bantuan meteran air itu, sebanyak 20 KK berada di Kampung Jengok dan 70 KK lainnya di Kampung Mondo.

Menurut Mendik, banyak warga di desa itu yang kecewa. Pasalnya jaringan pipa sudah dibangun dari bak milik BLUD SPAM di Golo Nderu, Desa Compang Kantar, namun tidak ada aliran air. Hanya sekadar bangun jaringan pipa, airnya tidak mengalir. Namanya proyek perpipaan.

“Saya curiga, data capain kinerja pembangunan air minum di Matim pasti termasuk di desa ini. Padahal, hanya pasang pipa saja. Sementara air, masyarakat tidak pernah nikmati. Saya juga tidak mengerti, apa ini tidak termasuk temuan. Karena kalau mubazir, pasti hitunganya rugi,” beber Mendik Rawan.

Mendik mengaku dirinya sudah berkomunikasi dengan pihak BLUD SPAM. Dari informasi yang didapat, lanjut Mendik, bahwa proyek mubazir itu belum diserahkan ke BLUD SPAM untuk dikelola. Dalam waktu dekat, dirinya akan bertemu dengan Bupati Matim untuk menyampaikan persoalan yang ada.

“Saya rencana mau bertemu Bupati, untuk menyampaikan masalah ini. Kita tidak butuh air itu mengalir setiap hari. Satu kali dalam seminggu itu sudah cukup asal proyek pipa air bersih yang ada tidak mubazir,” kata Mendik Rawan.

Dia juga mempertanyakan, tanggung jawab aset yang ada manakala terjadi kerusakan. Apalagi masa masa pemeliharaan dari kontraktor sudah selesai. Tentu masyarakat selalu bertanya, untuk menguji hasil proyek pipa air yang dikontraktual itu seperti apa. Sementara pipa itu tidak mengalirkan air.

Kepala Bagian Keuangan dan Umum BLUD SPAM Matim, Fransiskus Y. Aga, yang dihubungi media ini ke ponselnya, Jumat (6/3) menjelaskan, untuk seluruh KK yang mendapat bantuan meteran air program MBR tahun 2018 di desa Bangka Kantar, belum tercatat sebagai pelanggan BLUD SPAM Matim. Juga jaringan pipa air yang bangun tahun 2018 lalu di desa itu, belum dikelola oleh BLUD SPAM Matim.

“Kalau proyeknya 2018, berarti masa pemeliharaan kontraktor sudah selesai. Aset yang ada belum diserahkan ke BLUD SPAM. Kalau sudah diserahkan, pasti kita bisa aktifkan dan fungsikan meteran air yang ada. Dengan debit air yang ada, kita bisa buat jadwal untuk pengaliranya,” jelas Fransiskus. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top