Hadiri Pelantikan Pengurus IKB NTT di Kutim, Bupati Matim Lakukan Capu Kalus | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Hadiri Pelantikan Pengurus IKB NTT di Kutim, Bupati Matim Lakukan Capu Kalus


CEPU KALUS. Bupati Matim, Agas Andreas pose bersama salah satu pemain Caci Manggarai usai melakukan Capu Kalus, dalam rangka pelantikan pengurus IKB NTT, di Kutai Timur, Sabtu (7/3). (FOTO: Istimewa)

KABAR FLOBAMORATA

Hadiri Pelantikan Pengurus IKB NTT di Kutim, Bupati Matim Lakukan Capu Kalus


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Ikatan Keluarga Besar (IKB) NTT di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Sabtu (7/3) menggelar atraksi tarian adat Caci Manggarai. Bupati Manggarai Timur (Matim) Agas Andreas, menandai dimulainya acara itu dengan melakukan pukulan pembukaan (Capu Kalus).

Atraksi Caci yang dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur, Irwansyah itu digelar dalam rangka pelantikan pengurus IKB NTT, Sabtu (7/3). Sebelumnya, pada Jumat (6/3) malam, digelar acara tatap muka Bupati Matim, Agas Andreas bersama masyarakat Kutai Timur asal Manggarai Raya, Provinsi NTT.

“Jumat (6/3) sore harinya saat tiba di Kutai Timur, Bupati Agas diterima secara adat oleh warga Manggarai Raya. Setelah itu lanjut tatap muka. Pagi hari Bupati Agas lakukan Capu Kalus,” jelas Kasubag Komunikasi Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Matim, Narsi Baharu, kepada TIMEXKUPANG.com dari Kutai Timur ke Borong, Sabtu (7/3) siang.

Narsi mengatakan, Bupati Agas berkunjung ke Kutai Timur didampingi Ketua PKK Matim, Theresia Wisang. Ikut dalam rombongan Bupati, Ketua DPRD Matim Bernadus Nuel, Kabag Umum Setda Matim, David Daud, dan Plt. Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Matim, Aleks Rahman. Saat tatap muka, juga dihadiri Pengurus IKB NTT.

Usai tatap muka, lanjut Narsi, Bupati Agas bersama pengurus IKB NTT, melakukan acara welcome party di rumah jabatan Bupati Kutai Timur, Ir. H. Ismunandar. Hadir juga Ketua DPRD Kutai Timur yang juga istri Bupati Ismunandar. Dalam acara itu juga hadir Sekda NTT, Ben Polo Maing, serta sejumlah Bupati dan Wakil Bupati dari NTT.

Menurut Narsi, dalam acara welcome party Bupati Kutai Timur, Ismunandar, menyampaikan selamat datang di Kutai Timur.

Menurut Ismunandar, keadaan warga NTT di Kutai Timur aman adanya dan tidak ada masalah. Kepada Pemerintah Provinsi NTT, dia tegaskan bahwa Pemerintah Kutai Timur, tidak pernah mengusir warga NTT untuk keluar dari wilayah yang dipimpinya itu.

“Kalau ada informasi di media sosial, bahwa pemerintah Kutai Timur mengusir warga NTT, itu sangat tidak benar. Karena warga NTT yang di kabupaten ini, adalah bagian dari pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Kita disini, tidak membedakan agama, suku dan golongan. Apalagi warga Kutai Timur itu terdiri dari semua suku dan agama di Indonesia” ujar Bupati Ismunandar.

Dalam kesempatan itu juga, Bupati Ismunandar, melalui Pemda daerah masing-masing di Provinsi NTT, agar warga yang ada maupun yang hendak datang ke Kutai Timur, agar dilengkapi identitas diri. Sehingga memudahkan Pemda Kutai Timur ketika ada pendataan. Bupati Ismunandar pastikan terus bangun kerja sama antar pemerintah NTT dan Kalimantan Timur, khususnya di Kutai Timur.

Sementara Bupati Agas, saat bertatap muka dengan kelurga besar dari tiga kabupaten Manggarai Raya, menyampaikan pesan agar senantiasa bekerja dengan giat, menjaga agar Kutai Timur tetap aman dan tertib. Serta memberikan kontribusi yang terbaik untuk Kutai Timur. Pastikan warga Manggarai Raya, tidak mengalami masalah terkait dengan identitas.

“Saya sangat bangga bisa bertemu dengan bapak/ibu dan saudara disini. Terima kasih karena warga Manggarai Raya bersama pengurus IKB NTT undang saya hadir ke sini. Saya sangat berharap semua disini selalu aman. Pastikan identitas diri harus ada, sehingga kalau bapak/mama dan saudara aman, maka Pemda juga pasti senang,” kata Bupati Agas.

Menurut Bupati Agas, selama ini banyak sekali warga dari NTT, termasuk dari Manggarai Raya yang mengalami masalah terkait dengan ketenagakerjaan. Baik yang ada di Malaysia juga di Kalimantan. Itu masalah karena identitasnya tidak lengkap.

“Saya hadir disini untuk memastikan warga Manggarai Raya yang bekerja di Kutai Timur tidak mengalami masalah. Sekaligus saya bisa berkomunikasi langsung dengan pemerintah di Kutai Timur, terkait warga NTT, khususnya warga dari 3 kabupaten di Manggarai Raya,” ungkap Bupati Agas.

Prinsipnya lanjut Bupati Agas, masalah identitas diri warga, tidak boleh menyulitkan Pemkab dan juga tidak sulitkan warga yang ada di Kutai Timur. Tentu dengan kehadirannya di Kutai Timur, masalah tenaga kerja dan identitas yang harus dibangun bersama kedepan. Baik dengan wadah organisasi IKB NTT dan juga pemerintah setempat.

“Saya juga butuh data kedepan, berapa warga yang belum miliki identitas. Kalau sampai angka 1000, mungkin kita bisa bantu untuk datang rekam KTP disini. Kalau ada masalah dengan identitas ini, itulah tugas ikatan keluarga besar Manggarai bersama IKB NTT, untuk memfasilitasi. Kala kalian di sini tenang, kami disana juga pasti tenang,” pungkas Bupati Agas.

Sementara Ketua Panitia acara atraksi Caci, Romanus Mangor, mengatakan warga NTT, khususnya keluarga besar Manggarai Raya, sangat bangga karena Bupati Agas bisa hadir dan memenuhi undangan hadir di acara pelantikan pengurus IKB NTT. Khususnya Bupati Agas bisa bertatap muka dengan warga Manggarai Raya, serta bisa ambil bagian dalam rangkaian atraksi caci.

“Persiapan caci ini masih terbatas. Tapi dengan kehadiran Bupati Agas, kami merasa lega. Ini pertama kali kami buat atraksi caci. Peralatanya juga masih terbatas. Harapan kedepan, acara Caci lagi, tiga Bupati Manggarai Raya bisa hadir. Warga Manggarai Raya disini lebih kurang belasan ribu jiwa,” ungkap Romanus.

Lanjut dia, sesuai data yang ada di pengurus IKB NTT, bahwa tenaga kerja NTT yang ada di Kalimantan Timur kurang lebih 100.000 jiwa. Yang terdaftar di IKB dan memiliki dokumen hanya sekitar 20 persen. Sedangkan hampir 80 persen yang tidak terdaftar dan tidak memiliki dokumen. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top