KLB DBD di Sikka Tembus 1.131 Kasus, 13 Meninggal Dunia, Ini Upaya Pemkab | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

KLB DBD di Sikka Tembus 1.131 Kasus, 13 Meninggal Dunia, Ini Upaya Pemkab


RAKOR BERANTAS DBD. Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo saat memimpin rapat koordinasi dengan para camat, lurah dan kepala desa serta unsur Forkopimda terkait upaya pemberantasan DBD di aula Bapeda Sikka, Jumat (6/3). (FOTO: Karel Pandu/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

KLB DBD di Sikka Tembus 1.131 Kasus, 13 Meninggal Dunia, Ini Upaya Pemkab


MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Korban Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sikka dalam kategori kejadian luar biasa (KLB) menembus angka 1.131 kasus. Hingga Jumat (6/3), dari 1.131 kasus itu, penyakit tersebut sudah merenggut 13 nyawa anak manusia.

“Hari ini (Jumat, 6/3, Red) sudah tercatat 1.131 kasus DBD dan yang meninggal sudah 13 orang,” Ungkap Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo usai rapat koordinasi dengan para camat, lurah dan kepala desa serta Forkopimda di aula Bapeda Sikka, Jumat (6/3).

Melihat jumlah kasus yang terus meningkat termasuk jumlah korban jiwa, Bupati yang akrab disapa Robi itu dalam rapat koordinasi tersebut menggerakkan seluruh kekuatan, baik unsur Forkopimda dan jajaran, para camat dan jajaran, kepala desa/lurah dan jajaran untuk bersama melakukan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara serentak mulai Senin (9/3). PSN ini berlangsung selama dua peka hingga 23 Maret mendatang.

“Kita akan melakukan gerakan PSN secara serentak mulai 9 hingga 23 Maret. Dikawal langsung oleh pimpinan masing-masing, baik itu camat, lurah, kepala desa, dan di back up oleh polisi dan TNI,” ungkap Robi.

Robi bahkan memberi penegasan, bagi camat atau kepala desa dan lurah yang tidak menjalankan instruksi bupati bakal di nonjobkan. Karena itu bupati memberikan tugas kepada para camat, lurah dan kepala desa untuk selalu berada di tengah masyarakat, tidak diizinkan masuk kantor.

Menurut Robi yang ada di kantor cuma sekretaris. Apabila bupati atau sekda menemukan camat berada di kantor maka dipastikan akan diberikan tindakan tegas.

“Saya instruksikan agar camat, lurah, dan kepala desa harus berada di tengah masyarakat memberantas sarang nyamuk. Apabila tidak mengikuti instruksi ini maka akan di nonjobkan,” tandas Robi.

Kegiatan PSN secara serentak itu lanjut Robi akan dilaksanakan mulai pkl. 07.00 wita hingga pkl.09.00 wita setiap hari.

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlimus saat dikonfirmasi membenarkan adanua peningkatan kasus DBD.

“Benar peningkatan kasus DBD sudah mencapai 1.131 kasus dan meninggal 13 orang,” ungkap Petrus.

Petrus menjelaskan, kasus terkini pasien DBD meninggal terjadi pada Jumat (6/3). Yang meninggal seorang anak perempuan berusia 9 tahun berasal dari Desa Dbo Nua Puu, Kecamatan Mego. Bocah ini di rujuk dari Puskesmas Mego dalam kondisi sudah parah sehingga saat masuk UGD nyawa sang bocah sudah tidak dapat terolong lagi. (Kr5)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top