Penjualan Harga Masker di TTU Melonjak Hingga 200 Persen | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Penjualan Harga Masker di TTU Melonjak Hingga 200 Persen


OPERASI PERIMBANGAN. Kasat Reskrim Polres TTU, AKP. Tatang Prajitno Panjaitan saat memimpin Tim Gabungan Polres TTU melakukan operasi perimbangan di salah satu apotek di Kota Kefamenanu, Sabtu (7/3). (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Penjualan Harga Masker di TTU Melonjak Hingga 200 Persen


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Sejak Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan virus korona (Covid-19) masuk Indonesia dan menyerang dua warga Depok, dan kini bertambah hingga empat pasien, berimbas kepada melonjaknya harga masker. Tak cuma itu, sejumlah pihak bahkan sampai menimbun masker maupun gel pembersih tangan (hand sanitizer). Kejadian ini pun berimbas sampai ke sejumlah wilayah di NTT, termasuk Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Melihat fenomena ini, aparat penegak hukum pun mengambil langkah antisipatif dalam menyelesaikan persoalan ini.

Di Kabupaten TTU, sebagai salah satu daerah yang berbatasan darat langsung dengan Timor Leste (RDTL) meski belum ada informasi warga yang terjangkit virus berbahaya itu, namun masker sudah menjadi barang langka di wilayah itu. Pihak Kepolisian dari Polres TTU langsung melakukan operasi perimbangan.

Sesuai data yang diterima TIMEXKUPANG.com dari Polres TTU, selama dua hari yakni, Jumat (6/3) dan Sabtu (7/3), tim gabungan Polres TTU melakukan operasi perimbangan dalam rangka mengantisipasi praktik penimbunan masker, antiseptik dan sembilan bahan pokok (sembako) di wilayah tersebut.

Dalam operasi perimbangan itu, Tim Gabungan yang dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres TTU, AKP Tatang Prajitno Panjaitan didampingi Kasat Narkoba Iptu Andri Robinson Fangidae menemukan adanya apotek yang menjual masker dengan harga yang jauh lebih tinggi dibandingkan harga sebelumnya. Bahkan ditemukan ada masker yang harganya melonjak dua kali lipat atau 200 persen dari harga sebelum.

Sementara untuk antiseptik dan bahan sembako lainnya harganya masih tetap stabil dan ketersediaan barang di pasar pun masih ada sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Kasat Reskrim Polres TTU, AKP. Tatang Prajitno Panjaitan kepada media ini, Minggu (8/3) mengatakan, selama dua hari melakukan operasi perimbangan, Tim Gabungan Polres TTU menemukan adanya kenaikan harga jual untuk masker di salah satu apotek yang berada di Kota Kefamenanu.

Tatang menyebutkan, harga jual yang dilakukan melambung tinggi dan meraup keuntungan lebih dari seratus persen dari harga jual sebelumnya.

BACA JUGA: Masker Langka di Kupang, Ternyata Ditemukan Hendak Dikirim ke Jakarta

BACA JUGA: Bareskrim Tahan 30 Tersangka Penimbun Masker, Ini Sanksi untuk Mereka

“Dalam operasi itu, kita tidak menemukan orang yang membeli masker dalam jumlah yang banyak, antiseptik juga masih normal. Tapi memang stok masker di beberapa apotek sudah tidak ada lagi. Ada Apotek yang menjual masker dengan harga yang melonjak drastis. Sebelumnya harga awal masker hanya Rp 2.500, namun dijual sampai dengan Rp 8.000,” ungkapnya.

Untuk itu, lanjut Tatang, pihaknya meminta kepada pemilik apotek dan tempat perbelanjaan supaya tidak membuat warga panik dengan menjual masker, antiseptik, dan sembako dengan harga yang terlampau tinggi.

Apabila pemilik Apotik masih menjual masker dengan harga jual yang tinggi maka akan ditindak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Silakan menjual tapi jangan sampai dengan harga yang tinggi. Jualah dengan harga yang wajar agar tidak membuat kepanikan. Kalau masih menjual dengan harga yang tinggi akan kita proses hukum,” tandasnya.

Lebih jauh Tatang menjelaskan, operasi perimbangan ini dilakukan dalam rangka menyikapi fenomena virus corona yang sudah masuk ke Indonesia sesuai dengan penyampaian Presiden Jokowi sejak awal pekan.

Karena kasus tersebut, lanjut Panjaitan, Presiden Jokowi memerintahkan kepada Kapolri supaya melakukan operasi perimbangan untuk mengecek adanya praktik penimbunan baik penimbunan masker, antiseptik maupun sembako.

“Akibat virus Covid-19 yang menjadi ancaman bagi seluruh masyarakat, Presiden Jokowi memerintahkan kepada Pak Kapolri supaya menindak orang-orang yang ingin mengambil keuntungan dari kejadian ini seperti menimbun, dan menjual dengan harga yang tinggi,” beber Tatang.

Tatang menambahkan, operasi perimbangan yang dilakukan tersebut untuk melakukan pencegahan sebab di daerah lain sudah terjadi kasus penimbunan masker dan juga penimbunan sembako. (mg26)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top