Sukseskan Kostratani, Utusan SMK-PP Negeri Kupang Ikut Workshop PPID di Banyuwangi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Sukseskan Kostratani, Utusan SMK-PP Negeri Kupang Ikut Workshop PPID di Banyuwangi


Para peserta workshop PPID BPPSDMP Kementan RI saat mengunjungi mall pelayanan publik Kabupaten Banyuwangi dan mendapatkan sejumlah penjelasan dari seorang duta pelayanan publik. (FOTO: Dok. SMK-PP Negeri Kupang/Istimewa)

PENDIDIKAN

Sukseskan Kostratani, Utusan SMK-PP Negeri Kupang Ikut Workshop PPID di Banyuwangi


OELAMASI-Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Negeri Kupang mengutus salah satu pegawainya, Isti Mulatifah, S.ST untuk mengikuti kegiatan workshop Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim), Rabu (4/3).

Humas SMK-PP Negeri Kupang dalam keterangan tertulisnya menyebutkan, workshop yang dilaksanakan pada 4 – 6 Maret 2020 ini bertema, “Penguatan dan Optimalisasi Peran dan Fungsi PPID Lingkup BPPSDMP Mendukung Kostratani”.

Disebutkan, workshop ini bertujuan menyamakan persepsi dalam melaksanakan pelayanan informasi publik dan dokumentasi di tahun 2020. Dengan adanya workshop ini, pengelolaan dan pelayanan informasi publik di tiap unit pelaksana teknis (UPT) dapat bersinergi untuk mendukung program Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) khususnya Kostratani.

Dijelaskan, Kostratani sendiri merupakan akronim dari Komando Strategis Pembangunan Pertanian. Sebagaimana dikutip dari Kompas, Syahrul Yasin Limpo selaku Menteri Pertanian (Mentan) RI, menjelaskan bahwa Kostratani bertujuan untuk membangun ekosistem pertanian secara digital. Dengan adanya Kostratani, tugas, fungsi dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dalam menggerakkan pembangunan pertanian di tingkat kecamatan bisa lebih optimal.

Lewat Kostratani, perkembangan pertanian di seluruh kecamatan di Indonesia juga dapat dimonitoring. PPID dan Kostratani sangat penting untuk bersinergi, sebab PPID merupakan pengelola informasi publik yang dimiliki UPT Kementerian Pertanian (Kementan). Informasi publik yang dimiliki UPT Kementan seperti teknologi tepat guna, atau regulasi-regulasi baru akan dapat membantu perkembangan pertanian di tingkat masyarakat.

“Sebab itu, pengelolaan PPID mesti dioptimalkan. Keterbukaan informasi sangatlah penting. PPID harus disosialisasikan dan didukung terutama oleh Kepala UPT,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi, Jatim, Drs. H. Arief Setiawan, MM, sebagaimana dikutip Humas SMK-PP Negeri Kupang. (*/ikl/aln)

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

To Top