Bukan Tindakan Korupsi, MA Vonis Lepas Eks Dirut Pertamina Karen Agustiawan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bukan Tindakan Korupsi, MA Vonis Lepas Eks Dirut Pertamina Karen Agustiawan


Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina, Karen Galaila Agustiawan saat sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta. (FOTO: FEDRIK TARIGAN/JAWA POS)

PERISTIWA/CRIME

Bukan Tindakan Korupsi, MA Vonis Lepas Eks Dirut Pertamina Karen Agustiawan


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina, Karen Agustiawan divonis lepas oleh Mahkamah Agung (MA) dalam putusan kasasi. Padahal, sebelumnya Karen divonis 8 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

“Vonis lepas onslag,” kata juru bicara MA Andi Samsan Nganro saat dikonfirmasi JawaPos.com, Senin (9/3).

Menurut Andi Samsan, vonis lepas terhadap Karen dinilai, karena perbuatannya yang merugikan negara hingga Rp 568 miliar tidak terbukti. Putusan itu diadili oleh Ketua Majelis Hakim Agung Abdul Latif dengan anggota Krisna Harahap, M. Asikin, dan Sofyan Sitompul.

Pertimbangan putus lepas terhadap Karen karena dinilai bukan bentuk tindak pidana korupsi. MA memandang, kegagalan Pertamina dalam akuisisi saham Blok BMG sebesar 10 persen atau senilai USD 31,5 juta bukan sebagai kerugian negara.

Sementara itu, tim kuasa hukum Karen, Soesilo Ariwibowo membenarkan bahwa kliennya divonis lepas. Hingga kini, tim kuasa hukum masih menunggu petikan putusan dari MA. “Iya benar, saya baru saja mendengar putusannya. Tapi untuk petikan putusannya masih ditunggu,” ucap Soesilo.

Kendati demikian, Soesilo belum bisa memastikan apakah kliennya langsung dikeluarkan dari tahanan. Sebab, hingga kini masih menunggu petikan putusan kasasi. “Untuk eksekusinya menunggu petikan putusan ya, mungkin besok,” tukas Soesilo.

Sebelumnya, Majelis Hakim memvonis mantan Dirut Pertamina Karen Agusiawan bersalah dalam kasus korupsi Blok Basker Manta Gummy (BMG), Senin (10/6/2019). Karen divonis 8 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar dalam kasus BMG karena dianggap menyalahgunakan wewenang hingga merugikan negara sekitar Rp 568 miliar.

Putusan banding pun menguatkan putusan pengadilan tingkat pertama yang menjatuhkan Karen dengan hukuman 8 tahun penjara. Namun, MA malah memvonis lepas mantan Dirut Pertamina itu. (JawaPos.com)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top